Mungkin sudah saat nya kita berjalan tidak beriringan, dan berpisah di persimpangan jalan.
-april
___________________
Lagi dan lagi untuk kesekian kalinya kesialan menyapa april, bagaimana bisa sudah 30 menit berlalu tapi tidak ada satupun ojol yang menerima pesanannya.
Setelah putus asa dengan pilihannya, april pun memilih untuk menyetop taxi yang lewat di depannya, entahlah mengapa ide ini baru muncul setelah 30 menit lamanya april menunggu.
Setelah melewati perjalanan yang cukup lama akhirnya april pun sampai didepan rumahnya, buru-buru ia membayar taxi nya dan keluar dari mobil, april harus rela jika hari ini ia harus mendapatkan siraman rohani oleh teman-teman nya.
Didepan gerbang april sudah bisa melihat ada mobil brio hitam disana, yang pastinya itu adalah mobil sindy.
Hal pertama yang april lihat dari luar mobil adalah, teman-temannya yang sudah tertidur pulas.
April pun mencoba untuk mengetuk-ngetuk kaca mobil itu, berharap sang pemilik bisa segera bangun dari tidurnya. Dan yah usaha april berbuah manis, mereka semua bangun.
"Dari mana aja sih lo, capek tau gak nunggu 2 jam di dalam mobil" maki bianca dengan sisah-sisah nyawanya yang belum terkumpul.
"Iyaiya maaf, kalau gitu langsung masuk aja" ucap april
Mereka pun dengan keadaan yang masih ngantuk memaksakan diri untuk berjalan kedalam rumah april, tujuan mereka sekarang adalah tidur.
***
"Enak kali yah kalau renang malam-malam kayak gini?" Ucap sindy memecahkan keheningan
"Eh iya gue baru aja mau bilang gitu" balas bianca
Namun tiba-tiba april menggebrak meja yang ada di depan nya.
"Gue mau nanya tadi kan gue kerumahnya kak nathan tapi dia gak ada, masuk akal gak sih menurut kalian, padahal nih yah jelas jelas tuh yah bell pulang udah bunyi setengah jam pas gue baru berangkat kerumahnya!" Ucap april yang sudah tak tahan dengan isi pikirannya
"Lo nanya apa ngajak gelud sih? Gak usah pake acara gebrak-gebrak meja" ucap bianca, april yang baru sadar atas perlakuannya tadi pun hanya membalas dengan cengiran kuda khasnya.
"Masuk akal sih, siapa tau dia sama temen-temennya lagi ngumpul" ucap sindy
"Eh iya sin, mending lo telpon satya aja, lo nanya mereka bertiga ngumpul gak pas pulang sekolah" ucap bianca
"Malas ah, mending lo aja pril yang langsung nelfon nathan" usul sindy
"Gak punya nomornya" balas april lesuh
"Gue kirim lewat WhatsApp yah nomornya" ucap sindy lalu membuka layar handphone nya
"Sumpah yah sindy mah peka banget!" Puji april ke sindy yang hanya di balas tatapan sinis.
"Okede, gue telpon dulu kak nathan nya, lo pada langsung ke kolam aja" ucap april
"Oke"
***
"gimana diangkat gak?" tanya bulan ketika melihat april yang baru saja datang
"ngak aktif" jawabnya
"Eh laper nih, bagusnya makan dimana?" tawar bianca yang baru saja datang habis ganti pakaian
"Makan mulu lo" jawab sindy
"Kayak lo gak laper aja" balas bianca
"Makan diluar aja, sekalian temenin april kerumah kak nathan, biar nih bocah gak khawatir mulu" ucap bulan
"Gue bukan bocah lan" ucap april tak terima
"Iyaiya bukan"
"Yaudah gue ganti baju dulu" ucap sindy
***
"akhirnya kenyang juga gue" ucap sindy lalu mengelus perutnya yang sudah sangat penuh
"Yaudah kerumah kak nathan" ajak april lalu memakai tas selempangnya
"Iyaiya bentar"
Mereka berempat pun bergegas menuju kediaman nathan.
"Bi nathan nya ada kan?" Ucap sindy
"Ada non, silahkan masuk"
Mereka berempat pun melangkahkan kaki nya menuju dalam rumah nathan. Jangan tanyakan bagaimana reaksi bulan dan bianca sekarang, karena ekspresi muka mereka tidak dapat di jelaskan dengan kata-kata.
"Rumahnya bagus banget!" Ucap bianca takjub
"Bener banget!" Kini bulan pun ikut-ikutan
"Gak usah kampungan lo pada!" Ucap sindy tak suka dengan sikap teman temannya.
Disatu sisi bibi sedang bingung dengan sikap majikan nya yang tidak mau menemui tamu yang sudah datang untuknya, bibi sudah membujuk tapi nathan tak kunjung mau keluar dari kamar nya.
"Gak enak atuh den kalau bibi bilang den nathan gak ada, soalnya bibi terlanjur udah bilang kalau den nathan ada di kamar" ucap bibi
"Tinggal bilang aja gak ada, ntar mereka juga pulang bi" balas nathan
"Yaudah den"
Bibi pun keluar dengan rasa tak enak, bagaimana caranya mengatakam bahwa nathan tidak ada dirumah? Sedangkan jelas-jelas tadi dia bilang nathan ada.
"Gimana bi?" Tanya sindy yang sudah melihat kedatangan bibi
"Ternyata gak ada non, bibi salah" jawabnya
"Dari tadi siang belum pulang bi?" Kini april pum bersuara.
"Gak tau non, soalnya bibi juga baru dateng pas sudah maghrib"
"Yaudah kalau gitu sindy sama yang lain pulang duluan yah bi, assalamualaikum"
Mereka pun berdiri dan beranjak dari posisi semula, namun baru melewati bagasi rumah nathan, april kembali terhenti.
"Bukannya itu motor kak nathan?" Ucap april lalu menunjuk motor yang ada di dalam bagasi terbuka itu.
"Eh iya" jawab bianca
"Positif thingking aja, mungkin nathan pergi gak pake motor" ucap sindy
"Jangan-jangan kak nathan sebenarnya ada di dalam rumah, tapi gak mau ketemu sama kita" ucap bianca asal
"Ngaur lo, ayo ayo pulang" ucap bulan
MAAF YAH KALAU KURANG MAKSIMAL SOALNYA KEPALA AUTHOR PUSING GUYS, UDAH MUMET CARI IDE NYA JADI DI MAAFIN YAH KALAU KURANG PAS GITU PENYESUAIAN KATA NYA
DONT FORGET TO VOTE AND KOMEN
SAMPAI KETEMU DI PART SELANJUTNYA.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aprinat (COMPLATE)
Teen FictionSUDAH DIREVISI ___________________ ini kisahku, tentang bagaimana cara aku mendapatkan dia, dan bagaimana bodohnya aku bisa membiarkan dia pergi bersama orang ketiga itu. aku selalu berharap agar tuhan merubah kisah kita dan menugaskan takdir untuk...
