9

124 17 8
                                        

Setelah makan malam bersama, semua anggota keluarga jung sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

Hoseok sedang asik bertukar pesan dengan kekasihnya, ji wo sedang pergi dengan temannya, Tn. Jung sudah tertidur dikamarnya, serta eun ae dan Ny. Jung yang asik menonton tv bersama.

Ny. Jung membelai rambut panjang eun ae yang diikat dengan lembut. Sepertinya ia sudah sangat menyayangi eun ae.

"Kau tidak ada niatan untuk menjadi perempuan?" Ny. Jung melepas ikatan rambut eun ae. Rambut panjang yang ikal itu kini tergerai bebas.

"Hey apa maksudnya" eun ae membalikan badannya dan menatap Ny. Jung kesal.

"Hahaha.. maksudku berperilaku lemah lembut, feminim, dan rapih. Ini kau, mandi saja tidak" ledek Ny. Jung.

"Biarkan saja. Aku tidak peduli dengan penampilanku. Toh, aku tetap cantik" eun ae membenarkan duduknya lagi.

"Dasar kau!" Ny. Jung mendorong pelan tubuh eun ae dari belakang.

"Ah iya.. kau jago masak, kan?"

"Ya. Kenapa?" Balas eun ae singkat.

"Besok kan ulang tahun hoseok. Jadi, hae ra akan kesini. Kau masakkan sesuatu untuk mereka, ya~" ucap Ny. Jung dengan nada memohon.

"Tunggu, ibu sudah tahu kalo mereka berpacaran?" Seketika eun ae sangat terkejut sampai-sampai ucapannya seperti sedang teriak.

"Tentu saja. Dari awal mereka pacaran ibu sudah tau" jelas Ny. Jung santai.

"Aish.. kenapa harus aku?!" Eun ae cemberut kesal.

"Ayah hoseok tidak tahu kalau hoseok sudah berpacaran. Makanya besok ibu ingin mengajak nya jalan-jalan agar hoseok dan hae ra bisa berduaan sepuasnya disini" Ucap Ny. Jung sambil senyum-senyum.

"Heol~"

"Kau harus mau! Kasihan hoseok, kan. Kau bilang kau sudah menganggapnya sebagai kakakmu sendiri. Maka nya bantulah dia" Ny. Jung kini terlihat kesal karena susah sekali membujuk eun ae itu.

"Aish.. menyebalkan sekali hoseok itu!" Umpat eun ae.

"Baiklah baiklah.. aku mau" akhirmya eun ae mengalah karena tidak tahan terus menerus dibujuk Ny. Jung.

"Yeashh, terima kasih ya sayangkuu~" Ny. Jung mengepalkan kedua tangannya senang.

Eun ae langsung berdiri dan mengambil helm nya.

"Hey, mau kemana kau malam-malam?!" Teriak Ny. Jung

"Warnet, dengan temanku" balas eun ae singkat.

"Baiklah.. jangan pulang terlalu larut, ya!" Teriak Ny. Jung lagi.

#######

Eun ae yang sudah sampai di warnet, langsung mencari tempat yang kosong.

Setelah dapat tempat, ia duduk disana sambil menunggu temannya.

20 menit kemudian...

"Hey, sudah menunggu lama, kah?" Taehyung yang baru saja datang langsung menepuk pundak eun ae.

"Iya. Menyebalkan!" Balas eun ae ketus.

"Maaf, tadi macet sekali tau" taehyung langsung duduk di dekat eun ae.

"Temani aku main game. Mood ku sedang buruk sekali sekarang" gumam eun ae.

"Ck, kenapa kau?"

"Ah sudahlah aku tidak ingin membahasnya!" Ucap eun ae kesal.

Mereka berdua pun bermain game sampai puas. Hingga mereka lupa waktu.

Mereka berdua memang selalu seperti itu.

"Hey.. eun ae, sekarang sudah jam 11 malam lewat. Mampus aku pasti dimarahin ibuku. Aku pulang duluan ya!" Taehyung yang baru saja melihat jam langsung kabur begitu saja.

"BAYAR PAKAI UANGMU DULU BESOK AKU GANTI DI SEKOLAH!" Teriak taehyung yang sudah menghilang begitu saja.

"AISH HEY! BR*NGS*K KAU KIM TAEHYUNG!" Teriak eun ae kesal.

"Huft.. tak apa lah.. dia sudah mau menemaniku main ini kok" gumam eun ae.

Saat di perjalanan pulang, eun ae sama sekali tidak dapat fokus berkendara. Pikirannya terus berpusat pada hoseok. Sepertinya, malam itu ia galau sekali.

Bagaimana tidak? Ini pertama kali nya ia menyukai seorang pria setulus ini. Tapi, cinta pertama nya bertepuk sebelah tangan

"Beruntung sekali hae ra itu. Ia sangat dicintai hoseok dan ibu nya hoseok pun sangat mendukung hubungan mereka. Sedangkan aku? Pertama kali bertemu orang tua hoseok saja dalam keadaan yang tidak baik. Sekarang, Ny. Jung hanya menganggapku sebagai anaknya sendiri" pikir eun ae.

Karena tidak fokus saat berkendara, motor yang ia kendarai tiba-tiba oleng saat seekor kucing tiba-tiba melintas di depannya.

Motor eun ae oleng dan seketika menabrak sebuah pohon. Ia terjatuh dari motornya.

"Aish.. sial sekali aku ini" gerutu eun ae sambil mencoba berdiri.

#######

Hoseok tampak sangat gelisah, karena sudah hampir tengah malam eun ae belum pulang juga.

"Dia main di warnet mana sih?! Jam segini belum pulang. Bikin orang jadi khawatir saja" gumam hoseok yang sedang duduk menunggu eun ae di bangku teras rumahnya.

20 menit kemudian, sosok yang ia tunggu sedari tadi pun akhirnya datang. Ia berjalan tertatih-tatih sambil menuntun motornya yang tampak rusak.

"Hey kemana saja kau?! Tunggu.. kau kenapa?! Apa kau habis jatuh dari motor?! Bagaimana bisa?!" Hoseok langsung mengomeli eun ae yang baru saja datang.

Namun, eun ae hanya mengabaikan nya saja.

"Hey jawab pertanyaan ku!" Hoseok menahan tangan eun ae.

"Bukan urusanmu!" Balas eun ae ketus.

"Hey kau kenapa sih?!" Hoseok mengikuti eun ae yang sudah masuk kedalam rumah.

"Berhenti bersikap baik padaku!" Ucap eun ae sambil menatap tajam hoseok.

"Tidak.. tidak akan dan tidak mau!" Tegas hoseok.

"Kenapa, hm? Kau suka padaku?" Ucap eun ae sinis.

"Tidak.. bukan begitu, aku hanya..."

"Makadari itu berhenti bersikap baik padaku mulai sekarang!" Tegas eun ae sambil masuk ke kamarnya

Ia langsung menutup pintu nya dengan kasar.

"Ada apa dengan anak ini? Kenapa tiba-tiba dia marah padaku?" Gumam hoseok kebingungan.

Just HopeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang