FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA :D ||| VERSI BARU |||
Bagi banyak orang mungkin mawar hitam banyak dilambangkan sebagai hal yang buruk. Seperti kematian, perpisahan, dan hal-hal buruk lainnya. Tapi, tidak bagi Nicole. Menurutnya mawar hitam adalah...
Dari judulnya sepertinya ada sesuatu yang ahay :> 🥴🥴
Jangan lupa kasih bintangnya ⭐️⭐️⭐️ dulu sebelum membaca!
enjoy~~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari Rabu entah mengapa merupakan hari terberat selama lima hari murid-murid bersekolah. Entah mengapa, setiap hari rabu tiba, jam pelajaran yang ada terasa sangat panjang dan melelahkan. Belum lagi dengan mata pelajaran yang membuat otak serasa ingin meledak.
Hal itu terjadi tak terkecuali bagi Kenneth.
Enrah mengapa, Kenneth merasakan harinya selama beberapa hari belakangan ini terasa sangat melelahkan. Dirinya seperti terbawa arus menyesatkan yang membuatnya entah mengapa menjadi malas. Beberapa hal terlintas di benak Kenneth, mencoba menebak alasan di balik dirinya yang aneh ini.
Mungkin ia jenuh belajar?
Mungkin ia lelah belajar?
Atau ....
Mungkin ia rindu perempuan itu.
Alasan terakhir selalu berhasil membuat Kenneth mengernyit tak senang. Pemikiran itu seperti bukan dirinya sama sekali. Sejak kapan Kenneth menaruh perhatian pada perempuan itu? Sejak kapan pula Kenneth harus menyusahkan diri memikirkan perempuan itu?
Otak dan hatinya saling mengadu pedang satu sama lain.
Seperti saat ini contohnya.
Kedua manik terang lelaki itu tak kunjung lepas dari jendela kelas. Jendela yang langsung memberikan pemandangan lapangan sekolah dengan lantai bewarna hijau kusam. Akan tetapi, manik lelaki itu jelas mengarah pada satu sosok sejak lima belas menit yang lalu. Sejak pertama kali kelas perempuan itu masuk ke dalam lapangan dan menarik perhatiannya.
Dengan dagu yang bersandar pada tumpuan tangannya, kedua manik Kenneth tak lepas dari Nicole. Selama sepuluh menit pertama, yang perempuan itu lakukan hanyalah duduk sendirian di tepi lapangan sembari menonton anak laki-laki lainnya bermain basket.
Hal itu tidak berlangsung lama karena sosok lelaki datang menghampiri perempuan itu. Mata Kenneth mengerjap pelan, mencoba mengenali lelaki itu. Dari perawakannya, Kenneth sepertinya tahu siapa lelaki itu. Ia sempat beberapa kali bertemu lelaki itu. Dugaannya mengatakan bahwa lelaki itu merupakan teman dekat Nicole.
Entah sejak kapan.
Kenneth menghembuskan napas pelan. Hal itu tanpa sadar membawa rasa curiga seseorang yang duduk di sebelahnya.
Zacky sudah sadar sejak tadi sahabatnya itu terus menatap ke arah jendela. Tidak seperti biasanya. Kenneth yang ia kenal hanya akan memperhatikan papan putih di hadapan mereka bahkan ketika matahari terbit di barat.