[ COMPLETE ] Menurut teori dramaturgi, kehidupan manusia tak ubahnya seperti panggung sandiwara. Mereka punya peran masing-masing untuk ditampilkan ke khalayak.
Tak terkecuali dengan Kenzie.
Dalam panggung sandiwaranya ia harus kembali berperan se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • •
"Honey?!"
Gadis berambut panjang dengan poni Dora yang sedang mencuci piring sedikit terlompat ketika orang yang sudah lama sekali tidak ia lihat, kembali menginjak kamar asramanya. Matanya berkedip-kedip, mulutnya menganga terlebih saat matanya jatuh pada koper yang temannya bawa.
"L-lo ngapain?!"
"Pulang...?" Agak tidak yakin, Honey menjawab. Ia mengusap tengkuknya. "Gue masih tinggal di sini kan...?"
"Lo berantem sama Kak Rere?!" Honey menggeleng. "Bohong!"
Memang, bohong sekali ia tidak berkelahi dengan Rere. Jelas-jelas semalaman ia tidak tidur karena beradu mulut dengan Rere. Berdebat akan hal-hal yang untuk Honey sangat tidak penting dan tidak masuk akal.
Ia juga merasa Rere menjadi aneh. Cowok itu semakin menjadi saja posesifnya, semakin menjadi saja kekangannya. Dan Honey mulai risih akan perlakuannya.
"Rani..." Honey menatap kawannya sendu, matanya mulai berkaca-kaca sementara bibirnya bergetar. "Rani, Kenzie jahat....."
Detik setelahnya, Rani memeluk erat sang kawan.
Rani tau ini akan terjadi. Namanya juga sebuah hubungan, pasti ada saja rintangannya. Terlebih mereka menghabiskan waktu bersama-sama setiap hari. Bayangkan coba, setiap hari. Pasti kelamaan ada rasa tidak suka akan sikap pasangannya, tidak cocok, tidak selaras dengan kemauan kita, atau bahkan bosan.
Namun yang Rani tidak menyangka adalah secepat ini. Terhitung mungkin baru tiga-empat bulan Honey dan Rere resmi menjalin kasih. Tapi, sudah menangis saja sahabatnya. Biasanya kan cobaan itu dimulai saat hubungan masuk ke angka 6 bulan atau satu tahun.
"Kenzie jahat, Ran... huhuhu...."
"Iya-iya, Kenzie jahat.." Rani mengikuti alur perkataan Honey agar ia cepat tenang dan menceritakan apa yang terjadi. "Nangis dulu sampai puas, Han.."
Mungkin dua jam non-stop Honey menangis tersedu-sedu. Air matanya seolah tidak habis-habis. Ya, wajar saja sih. Sudah lama juga kan Honey tidak menangis, jadi pasokan air matanya masih banyak.