Komen jangan sampai kendor. Waktu saya terbatas, kalian tau harus bagaimana biar book ini rajin terbit.
((Play Mulmed))
..
Jakarta, H-2 Pernikahan Alisa
Barga terdiam, diamati wajah Raka yang terlihat penuh keresahan. Sejak satu jam yang lalu Bargapun juga mengalami keterkejutan luar biasa. Hari pernikahan sudah di depan mata, dua hari dari sekarang, yang kini ia dengar justru permasalahan yang sangat fatal.
"Terus kamu mau gimana?"
Raka menghela nafas panjang, puntung rokok terongok begitu saja di atas asbak. Dia telah menghabiskan dua batang hari ini, dan itu cukup buruk karena sudah satu bulan ini dia tidak menyentuh barang pembunuh paru-paru tersebut. "Gak tau, Mas."
Barga mengambil ponsel, diamati sekali lagi wajah perempuan yang dimaksud Raka. "Udah berapa bulan?"
Raka melirik wajah Barga yang menunduk, dia bahkan tidak melarang sang kakak membaca pesan panjang di dalam ponselnya. "Tujuh bulan."
Barga masih menunduk. "Wes gede perutnya?"
Raka mengangguk, "kenapa harus dia yang jadi korban?"
Barga mengangkat wajah, "kapan kamu kenal perempuan ini?"
"Sekitar lima bulan yang lalu, itu juga Cinta yang ngajakin jalan."
"Ada Firman pas kalian dikenalin?"
Raka mengangguk, "brengsek banget tu orang!" Rahang Raka mengeras, wajahnya tidak lagi tenang. "Aku samperin apa ya, suruh tanggung jawab."
"Gak gitu juga, Ka. Kamu malah nyakitin keluarga Alisa kalau nglakuin itu."
"Terus gimana, Mas? Kasian kan kalau Cinta gak tau kelakuan bejat itu orang!" Nada Raka meninggi, untuk mereka berada di rumah tanpa ada orang lain selain asisten rumah tangga. Mama, Papa pergi bersama Wenda dan dua cucunya.
Barga menepuk paha, pandangannya menerawang ke awan-awan. "Kamu masih inget kisah Rahwana yang pernah mau kuceritain pas kita masih di Yogya?"
Raka bungkam, dia lupa cerita itu. "Kok malah bahas wayang."
Barga menggerakkan telunjuknya. "Kamu bisa jadi Rahwananya, Ka."
"Maksudnya?"
Barga menegakkan tubuh, kakinya disilangkan. "Jujur sama aku, kamu masih nyimpen rasa suka sama Alisa?"
Raka mengerjap pelan, dia telah melupakan rasa itu sudah lama sekali. Memang ketika dia kuliah di Tokyo dan Mama mengiriminya foto Alisa saat sudah remaja, Raka sempat menyukainya. Namun keinginan itu tidak berlanjut karena dia sibuk dengan kehidupan percintaannya sendiri di Tokyo. Lalu ketika ia kembali dipertemukan dengan Alisa satu tahun yang lalu, ketika mereka telah tumbuh semakin dewasa, perempuan itu telah memiliki kekasih yang dijodohkan oleh kedua orang tua masing-masing.
Raka tahu kalau pilihan orang tua Alisa pasti baik. Dia bahkan sempat merekam dalam ingatan betapa mesranya Alisa pada Firman, seolah dunia sahabat masa kecilnya itu hanya ada Firman, Firman, dan Firman. Raka hanya seorang laki-laki yang berlabel sahabat masa kecil saja, bahkan Alisa sampai rela mengenalkan Raka pada perempuan-perempuan lain yang dikenal –termasuk Natasha, rekan kerja Firman, supaya Raka tidak lama menjomblo.
Sayangnya semua itu tidak sesuai kenyataan. Firman telah menjelma menjadi lelaki paling brengsek di muka bumi. Kalau tidak ingat bagaimana wajah bahagia Alisa, mungkin Raka sudah membogem wajah Firman saat itu juga. Saat ia bertemu dengan Natasha yang meminta pertimbangannya tentang status janin yang ia kandung, satu bulan yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Untuk Raka
Fanfiction[Tamat] Mengapa bintang bersinar? Mengapa air mengalir? Mengapa dunia berputar? Lihat segalanya lebih dekat, dan kau akan mengerti.... __________ Jeon Jk Kim Yr Min Ygg Song Swn - Cinta Untuk Raka - Highest Ranked #3 jungri 14 feb 2021 #1 jungri 7 o...
