Semoga gula darah kalian gak naik baca part ini. Pelan-pelan kita fokus selesaikan booknya Mas Raka. 3000+ kata, maafkan kalau ada typo, saya perbaiki nanti. Sekarang mau istirahat dulu.
((Play Mulmed))
..
Hisyam, laki-laki yang berusia di awal tiga puluh itu terlihat telaten meladeni dua putrinya. Alisa tidak bisa mengalihkan fokusnya dari anak-anak cantik yang tidak lagi memiliki ibu tersebut. Kalau kesepian, kalau Hisyam sedang kerja, anak-anak itu dengan siapa?
Apa bisa seorang laki-laki muda merawat sendiri dua anak yang berjenis kelamin perempuan semua? Kalau itu Raka sepertinya Alisa sangsi, kalau Hisyam? Mungkin saja bisa. Atau harus bisa? Tuntutannya akan menjadi seperti itu. Kakak tingkat atasnya Raka itu menjadi bapak sekaligus ibu bagi putri-putrinya.
"Yang besar namanya Aira?"
Hisyam mengangguk, dielusnya kepala si bungsu yang berada di dalam pangkuan. "Kalau adeknya namanya Aqila."
"Ah, Kak Aira sama Dek Aqila ya?" Alisa seorang guru, dia terbiasa dengan anak-anak memang. Meski tidak seluwes Savana yang aura keibuannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Itulah mengapa Dokter Diyo tidak pikir panjang ketika memutuskan untuk ta'aruf dengan sahabatnya Alisa tersebut.
"Dek Qila." Aira berkata.
"Oh manggilnya Dek Qila?"
Aira mengangguk, ada wafer di genggaman. Disodorkan pada sang ayah yang pasrah disuruh buka mulut.
"Bang Hisyam emang pantes banget jadi bapak, sumpah." Raka sebetulnya penasaran sedari tadi mau bertanya siapa ibunya anak-anak Hisyam? Kapan menikahnya? Kalau sudah meninggal karena apa? Tapi ia urungkan, setelah ini kan masih bisa menjalin komunikasi lagi.
"Besok kamu juga bakalan kayak aku, Ka."
"Iya juga sih." Raka sedikit menundukkan posisinya saat ini. "Abi galak gak, Aira?"
Alisa menepuk pelan lengan Raka, dilihatnya kerjapan menggemaskan disertai gelengan kepala dari Aira.
"Aku gak bisa marah, lha udah capek duluan sama kerjaan."
"Kalau Abang kerja anak-anak diasuh siapa?" Raka menjulurkan tangan kanan, disingkirkan remah wafer dari pipi Aira yang akhirnya mau duduk dipangku Alisa.
"Ada Ibu Bapakku sama pengasuh."
"Jauh kantornya sama rumah?"
Hisyam menggeleng, "kantorku di sebelah rumah."
"Bang Hisyam punya usaha sendiri?"
"Alhamdulillah, kecil-kecilan."
"Bagus, Bang. Aku aja masih jadi pegawai belum siap bikin usaha sendiri."
"Harus sabar, harus siap resiko rugi di awal-awal. Sampai sekarang ya sama aja."
"Bang Hisyam usahanya apa?" Alisa tiba-tiba ingin membuka usaha juga.
"Percetakan."
"Buku?" Raka menegakkan tubuh.
"Buku, undangan, MMT, terima jasa desain juga. Macem-macemlah apa yang aku bisa."
"Hebat dong!"
"Kamu juga ilmunya dipake, jago desain sama edit video."
Ada dua alis beradu. Alisa baru tahu kalau Raka punya kemampuan yang ia kira selama ini hanya milik Barga sang kakak ipar. "Mas Raka bisa edit video?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Untuk Raka
Fanfiction[Tamat] Mengapa bintang bersinar? Mengapa air mengalir? Mengapa dunia berputar? Lihat segalanya lebih dekat, dan kau akan mengerti.... __________ Jeon Jk Kim Yr Min Ygg Song Swn - Cinta Untuk Raka - Highest Ranked #3 jungri 14 feb 2021 #1 jungri 7 o...
