Terima kasih komen-komennya di part kemarin. Saya penuhi janji kalian! Komen 200+ saya posting weekend. Oke ya! Udah mau tamat loh ini, siap-siap! Semoga puasa kita hari ini dilancarkan, Aamiin. Play Mulmed Somewhere Over The Rainbow by Renne Zellweger.
..
Raka menatap pantulan dirinya di depan cermin besar. Today is the day, pernikahan resminya dengan Alisandria Cinta. Baju yang biasanya paling rapi sebatas kemeja dan celana jeans kini berganti menjadi beskap berwarna putih tulang lengkap dengan kain batik Sidomukti melilit di pinggang.
Pintu kamar diketuk, keluarga besar Raka sengaja tidak menginap di hotel, mereka menyewa rumah besar supaya saudara dari Papa dan Mama bisa berkumpul meski tidak selengkap di Jakarta nantinya. Ada Om, Tante, saudara dari Solo, Budhe, Pakdhe yang dari Yogya, para sesepuh dan pinisepuh yang masih mau diajak pergi jauh. Total ada dua puluh anggota keluarga Raka yang menghadiri akad yang akan dilanjutkan dengan resepsi. Beberapa saudara akan langsung datang ke pesta resepsi di gedung sehingga tidak perlu menyewa dua rumah untuk menampung.
"Udah enak, Mas?"
"Udah, Bu."
"Ganteng banget loh pengantennya," Umi Khadijah sang perias yang dikirim keluarga Alisa memuji ketampanan Raka yang pagi ini memakai baju adat Jawa. Roncean melati masih di dalam boks pendingin, nanti kalau sudah sampai rumah Alisa baru dipakaikan. Uba rampe pernikahan sudah berjejer di ruang tamu, tidak banyak namun juga tidak sedikit. Meski Raka dan Alisa sudah menikah siri, namun Mama Tia tetap ingin anak bungsunya menikah seperti Si Sulung Barga dengan keperluan seserahan ala Jawa yang lengkap.
Terdengar ketukan di pintu kamar, lalu kepala Dafa muncul. Raka tersenyum melihat wajah sok takjub sahabatnya tersebut, "kepagian datengnya."
"Wah lo ganteng juga ternyata," datang-datang langsung main peluk saja laki-laki bermata sipit itu.
"Ambigu lo, Daf."
Umi Khadijah ikut tertawa melihat interaksi dua laki-laki muda yang bersamanya, "tapi Mas Raka ganteng banget, aura pengantennya itu loh. Pantes banget jadi suaminya Neng Alisa."
"Ibu juga tahu Alisa?"
Umi Khadijah mengangguk, "Neng Alisa itu nurut banget sama orang tuanya, alim gitu. Umi seneng kalau ngobrol sama Eneng," puji wanita berusia empat puluh tujuh tahun tersebut.
"Memang Ibu ngobrol apa kalau sama Alisa?"
"Banyak, biasanya soal anak-anak kan Si Eneng Bu Guru."
"Oh!" Dafa manggut-manggut, "tuh kan dengerin, istrimu itu panutan banget."
"Kenapa? Naksir?" Raka menyahut asal, tidak peduli dengan wajah terkaget-kaget Dafa, fokusnya ada pada ponsel. Alisa katanya sudah selesai dirias, Raka jadi penasaran seperti apa istrinya yang dipingit tersebut. Tapi sampai sekarang permintaannya tidak dikabulkan, Alisa tidak juga membalas pesannya.
"Ntar kejadian nyesel lo, Ka."
"Hm?" Raka mengangkat pandangan, "ada yang mau jadi Firman kedua?"
"Iyeee," Dafa mengalah, "yang pegang sabuk hitam pedenya selangit."
Raka tertawa melihat ekspresi Dafa, "makanya cepetan seriusin pacar lo biar nyusul gue sama Alisa."
Mata Dafa berotasi ke atas, ini juga lagi usaha. "Umi punya anak perempuan gak?"
"Punya," Umi Khadijah yang telah selesai mengepak alat rias menanggapi pertanyaan Dafa, "gimana, mau dikenalin?"
Dafa sepertinya tidak salah bertanya, kalau dilihat dari wajah Umi Khadijah yang masih keturunan Arab, pasti deh bibit unggul. Setidaknya Dafa bisa perbaiki keturunan kalau di-acc, siapa tahu mata anaknya jadi lebih lebar dengan hidung yang mancungnya Masya Allah. "Putrinya Ibu kuliah di mana?" mengerti kalau periasnya Raka membawa dua tas, laki-laki itu berinisiatif membantu, "saya bawakan, Bu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Untuk Raka
Fanfiction[Tamat] Mengapa bintang bersinar? Mengapa air mengalir? Mengapa dunia berputar? Lihat segalanya lebih dekat, dan kau akan mengerti.... __________ Jeon Jk Kim Yr Min Ygg Song Swn - Cinta Untuk Raka - Highest Ranked #3 jungri 14 feb 2021 #1 jungri 7 o...
