Update! Komennya tolong dikondisikan ya. Saya paling malas posting kalau yang voment tidak sesuai part-part terdahulu. Bantu promo dengan mengetag teman kalian. Terima kasih.
..
"Sabtu ini aku gak pulang Bandung ya, Ta."
"Lembur lagi?" Ponsel masih menempel diapit telinga dan pundak Alisa, dua tangan melipat baju yang selesai tadi pagi dicuci. Malam ini ia malas menyetrika karena tadi terlalu lelah menghabiskan waktu di depan dokumen dan komputer karena persiapan akreditasi sekolah.
"Iya," Raka mengambil cup kopi yang tadi dibelikan Hasan –OB kantor, padahal dirinya sangat jarang minum cairan berkafein tersebut. Ini karena pekerjaan yang ditenggat Selasa depan sudah harus selesai. Besok Jumat seharusnya ia pulang ke Bandung tapi sepertinya tidak mungkin. Bagaimanapun Raka masih sayang dengan tubuhnya karena persiapan pernikahan mulai dilakukan.
"Aku enaknya pulang gak ya?" Alisa juga ikut menimbang, kalau tidak ada Raka di rumah dia mau apa? Sepertinya pemikiran Alisa mulai bergeser ke arah sang suami.
"Pulang aja, Bunda biar ada temen jalan." Raka menyandarkan kepala pada sandaran kursi. Dipijatnya pelan kening, sepertinya dia butuh mengistirahatkan mata barang sebentar. "Ergh..," ia mengerang pelan.
"Kenapa, Ka?"
"Gak apa-apa...," Raka memejamkan dua mata, "ngantuk."
Alisa termangu sebentar, sepertinya Raka sedang tidak sehat. "Jangan dipaksain, pulang kalau capek."
"Iya nanti, masih ada enam dokumen lagi diperiksa."
"Kamu ngaudit mana aja sih?"
"Gak banyak."
"Satu perusahaan dokumennya tebel?" Alisa menatap jendela kamar kontrakan, tempat itu telah dihuni sejak dua bulan sebelum ia hampir menikah dengan Firman dengan alasan kalau keluarga baru sepertinya akan lebih nyaman di dalam rumah sendiri, bukan kosan seperti yang selama ini menjadi tempat tinggal Alisa. Namun selama ia menikah dengan Raka, Alisa memutuskan untuk tidak lagi berkunjung ke tempat kosan terdahulu.
Di bulan pertama ia menjadi istri siri Raka, Alisa harus rela bersabar menjelaskan kalau suaminya bukan Firman melainkan Raka Mahendra yang sama-sama penduduk Jakarta. Alisa menutup telinga rapat-rapat akan semua kasak-kusuk yang beredar di kantor. Tapi berhubung Alisa telah menjadi kesayangan para guru senior di sekolah, ia tidak mengalami hal itu terlalu lama. Semua tahu akan rencana dirinya yang sebentar lagi menikah resmi dengan Raka. Soal masalah pribadi ditinggalkan Firman di meja penghulu biar orang lain yang menilai. Alisa tidak bisa mengendalikan persepsi masing-masing orang.
Untungnya lagi untuk satu hal itu, Alisa memiliki dukungan yang cukup besar dari keluarga. Hanya satu kali Raka pernah mendatangi sekolah tempat Alisa mengajar karena kebetulan mampir ke Bogor karena keperluan kantor. Meski tidak lebih dari satu jam bertandang, sepertinya Raka berhasil mengambil hati rekan kerja Alisa. Jadi tidak ada yang harus dikuatirkan, Firman biarlah jadi kenangan dalam memori rekan kerja Alisa. Lha mau bagaimana lagi? Kan pernah berkali-kali datang menjemput saat mereka pacaran dulu. Wajar kalau ada yang kadang lupa menyebut nama laki-laki satu itu.
Kembali lagi pada wajah Raka yang terlihat super kusut, walau Alisa tidak bertemu mukapun ia tahu kalau Raka sedang tidak baik. "Kok diem?"
"Bentar tak pindah sofa di ruangan Mbak Tiar." Raka beranjak dari kursi kerja menuju sofa panjang yang dipakai untuk menerima tamu.
"Pulang aja, kalau dipaksain malah gak selesai."
Mendengar suara sarat kekuatiran di seberang membuat Raka tersenyum tipis. "Gak apa-apa, tiduran bentar juga udah enakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Untuk Raka
Fanfiction[Tamat] Mengapa bintang bersinar? Mengapa air mengalir? Mengapa dunia berputar? Lihat segalanya lebih dekat, dan kau akan mengerti.... __________ Jeon Jk Kim Yr Min Ygg Song Swn - Cinta Untuk Raka - Highest Ranked #3 jungri 14 feb 2021 #1 jungri 7 o...
