Terima kasih komen supernya part kemarin, semoga yang ini masih sama. Awas baper! Play mulmed.
..
Namanya Sashi Hamada, perempuan kelahiran Jepang itu dilahirkan dari seorang ibu yang memiliki keturunan Amerika yang jejaknya terlihat di hidung mbangir tegak yang dimilikinya, dan ayah asli Jepang. Garis bibir Sashi terlihat jelas meski tidak dipolesi pemerah. Dahulu ketika Raka mengenal Sashi untuk pertama kali, bayangan perempuan Jepang sopan, penuh disiplin dan berdedikasi yang ia dapatkan.
Namun seumur hidup Raka, ia belum pernah mengenal jauh kehidupan perempuan yang bekerja di dunia hiburan. Sashi adalah salah satunya –teman perdana malah, yang ia miliki di tahun ketiga ia menempuh studi di Tokyo.
Raka-san, seperti itu biasa Sashi memanggilnya. Terdengar sangat menghormati, meski sebenarnya kehidupan perempuan itu sangat keras. Saya model majalah dewasa. Kalimat perkenalan itu sempat membuat Raka terkejut. Meski memiliki wajah lugu dan manis seolah tidak tersentuh dunia penuh nista dan dosa, Sashi ternyata model profesional yang bersedia berpose seksi untuk konsumsi para lelaki. Memiliki tubuh yang proporsional, bukan tidak mungkin para lelaki yang baru mengenal akan jatuh hati. Termasuk satu laki-laki yang sempat membuat heboh perkumpulan umat muslim Indonesia di Jepang kala itu.
Hisyam Perdana Putra.
Laki-laki yang lebih tua satu tahun dari Raka tersebut pernah mengutarakan niatnya untuk memperbaiki kehidupan Sashi. Raka tidak tahu persis kapan Hisyam mulai memperhatikan Sashi karena laki-laki itu cukup tenang dan tidak memperlihatkan ketertarikan sama sekali pada Sashi yang kala itu memang memilih untuk sering bergaul dengan mahasiswa Indonesia karena tertarik dengan Pulau Bali dan Papua.
Sashi Hamada, perempuan tangguh dengan balutan kesederhanaan di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan yang menjanjikan sekaligus beresiko. Berusaha menyelesaikan kuliah dengan biaya yang berasal dari bayaran sebagai model majalah dewasa.
Diska sebenarnya tidak terlalu mengenal dalam sosok Sashi, namun perempuan Bali itu setidaknya lebih sering mengobrol dibandingkan mahasiswa lain. Itulah mengapa Diska yang mengambil jurusan seni dan budaya menjadi sangat nyambung ketika Sashi membahas tentang budaya Indonesia.
Sashi itu yatim piatu, Ka. Dia menghidupi dirinya sendiri sejak umur tujuh belas tahun. Sayangnya jalan yang dia ambil tidak baik. Aku ingin memperbaiki kualitas hidupnya yang tidak sesuai dengan usianya saat ini. Dua puluh tiga tahun sudah pamer tubuh ke mana-mana, agama saja tidak punya. Dia butuh pegangan hidup, mungkin aku bisa menjadi salah satunya.
Itu kalimat yang pernah dikatakan Hisyam sebelum Raka akhirnya tahu kalau Sashi secara tertutup pernah dilamar secara serius oleh Hisyam. Katanya Hisyam bersedia untuk menjadi penunjuk arah Sashi untuk lepas dari dunia hitam. Meski Raka pernah mendengar dari mulut Sashi kalau perempuan itu masih perawan, tetap saja terlihat meragukan.
Ayolah, ini Jepang dengan produksi blue film yang lumayan banyak. Tidak bisa dipungkiri kalau pekerjaan Sashi sangat rentan bersinggungan dengan seks dan narkoba. Ditunjang tubuh yang sangat menarik –karena Sashi tidak seperti perempuan Jepang lain yang perlu dipoles untuk terlihat cantik. Sashi terlihat stunning mengenakan baju apa saja.
Memang sih pernah suatu hari Yuki –mahasiswa asli Jepang yang kebetulan sudah muallaf, iseng memasangkan hijab pada Sashi. Ada Hisyam dan Raka saat perempuan itu membelitkan hijab hingga menutupi surai Sashi yang kemerahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Untuk Raka
Fanfiction[Tamat] Mengapa bintang bersinar? Mengapa air mengalir? Mengapa dunia berputar? Lihat segalanya lebih dekat, dan kau akan mengerti.... __________ Jeon Jk Kim Yr Min Ygg Song Swn - Cinta Untuk Raka - Highest Ranked #3 jungri 14 feb 2021 #1 jungri 7 o...
