Halo, selamat hari Jumat, semuanya!
Pertama-tama, sebelum kita mulai topik absurd nan gajelas ini, aku mau nanya satu pertanyaan buat kalian. Mohon dijawab yaaa.
Pernahkah kalian bermimpi menjadi bagian / karakter dari sebuah cerita fiksi?
Sebenarnya, aku belum pernah. Namun dua hari yang lalu, aku officially pernah.
Gila ya, tiba-tiba aku jadi heroine di cerita itu.
Dan kalian tahu apa yang paling parah?
Aku mimpi jadi Piya-nya dong wkwkwkw.
(((heboh, karena aku ga pernah mimpi jadi yang aneh-aneh)))
MASALAHNYA kan, KAN AKU AUTHORNYA KAN YA.
Masak mimpi sama anak sendiri. Kan ga lucu ...
Dan ofc aku sangat over peka.
Dan tentu saja aku tahu soal perasaan Tazu ke Piya (re: aku) /muntah karena kepedean/
Waduh, kasian Tazu-nya malah kubully di mimpiku ///memanfaatkan keadaan karena dia yang menjadi Piya///
Nah, alurnya sendiri cukup fresh ya ...
Ceritanya, aku lagi duduk di kelas sendirian. Dan ada banyak orang yang ga kukenal sedang mondar-mandir di depan. Ada yang ngintip pintu buat ngecek apakah guru udah datang apa belum.
Lalu, tiba-tiba ada seorang cewek super cans ala cewe-cewe idol Korea yang datang ke mejaku, dengan wajah jutek (tapi cantik bat sumpah).
Terus dia bilang,
"Aku tidak menyangka bakal punya kesempatan buat ketemu kamu."
(iya, dia pake kamu, padahal seharusnya di cerita Piya, pake kau, bukan kamu--kayaknya ini efek aku habis ngetik Red String).
"Hah?" Aku kebingungan dong.
(Siapa yang ga kebingungan coba kan?).
"Kamu pelupa sekali, ya?" Cewek itu memiringkan kepalanya. "Ini aku, Yanda."
"Eh? Yanda?" Aku panggil dia, dan dia cuma melempar senyum.
"Keliling-keliling saja dulu, kalau kamu bingung. Nanti pasti kamu kenal yang lain."
Aku kaget dong ya. Masalahnya, aku sudah menduga kalau cewek itu adalah Yanda. Tiba-tiba dia beneran Yanda, dong. Aku nggak tau aku berhasil ngendaliin mimpi atau gimana, tapi pas itu aku belum mikir kalau itu mimpi.
Aku keluar kelas buat ngeliat kiri kanan. Ada lorong panjang dengan banyak anak tangga yang bikin aku mengurungkan niat buat keliling. Aku pun kembali masuk ke pintu dengan warna bola merah.
Dan tiba-tiba keadaannya berubah. Orang-orang yang tidak kukenal menghilang semua. Menyisakan beberapa orang yang tiba-tiba saja bisa kutebak siapa saja.
Aku ketemu Rainna, Yanda, Aquane, Sonic dan Tazu. Sisanya tidak tahu kemana.
"Piyan! Untung saja kamu baik-baik saja."
Bisa ditebak siapa yang ngomong gini, cewek cantik dan manis yang rambutnya hitam ikal di bawah. Ada sisa cat warna merah di rambut bagian bawahnya, dia kelihatan seperti habis ketumpahan cat hitam.
(Tapi Rainna memang cantik sih, walau rambutnya agak aneh di mataku, kayak punk).
Lalu pikiranku memberi sugesti. Nah, kamu ini Piya, Cin. Ayo jadi Piya.
"Ini kenapa? Yang lain kemana?" tanyaku--or ofc yang bakal ditanyain Piya.
"Enggak tahu, tapi yang jelas kita harus keluar dari sini," kata Aquane.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAYDREAM [Random Book]
AléatoireReality is hard, so what's wrong with a little daydream? *** Cindyana, 2017
![DAYDREAM [Random Book]](https://img.wattpad.com/cover/108310363-64-k976543.jpg)