Halo, selamat pagi, siang, sore, malam atau bahkan tengah malam! Kapan pun kamu membaca ini.
Sesuai janjiku, aku mau menyelesaikan semua topik yang pernah kuajukan sebagai opsi. Iya, daripada nggak ada topik buat dibahas, kan?
Sama seperti semua penulis, aku juga melakukan persiapan sebelum mulai menulis chapter-chapternya, tentu saja. Aku yakin kalian juga begitu.
Disclaimer: tidak semua author memiliki langkah-langkah yang sama. Kalau dibaca dari judul, aku jelas-jelas mengatakan yang kulakukan. Jadi, jelas ini bersifat pribadi.
Oke, ayo kita mulaaaai!
Sebelum mulai menulis, biasanya aku mencari tahu dulu apa yang ingin kutulis.
Bisa dimulai dari premis, tema, genre atau apapun itu. Yang jelas, aku harus tahu dulu apa yang akan kutulis.
Contohnya, nih. Aku ingin menulis cerita genre fantasi, temanya penyihir, premisnya tentang cewek biasa yang tiba-tiba sampai di dunia sihir dan ditargetkan oleh musuh.
Atau;
[PRYTHALIZE COMING SOON STORY (2019)]--DO NOT STEAL.
Aku pengin nulis cerita tema mermaid. Genrenya fantasi sama minor romance. Premisnya tentang bocah manusia yang papanya punya ambisi untuk menjadikan wisata aquarium terbesar sedunia. Suatu hari, ayahnya mendedikasikan seluruh hartanya untuk membeli mermaid.
.
.
Oke, aku yakin kalian sudah tahu apa yang sebenarnya ingin kutulis dari premis singkat di atas. Itu adalah tema mermaid yang sebenarnya ingin aku tulis. Dan bukan Aqua World. Aku juga nggak ngerti kenapa kalian bisa kepikiran Ath itu merman, padahal aku sudah mengatakan bahwa Ath bukan merman, berulang kali.
Eh, oke, malah melenceng pula.
DAAAAN setelah menentukan apa yang ingin kutulis, setelah itu aku akan menentukan nama karakternya.
Nah, untuk cerita tema penyihir nggak peka tadi, EEEEH maksudku cewek penyihir tadi, aku akan memberikannya nama Piya karena gampang ditulis :>
Untuk cowoknya, aku mau ngasih nama Tazu, karena aku suka. Oke, oke. Sempurna.
Untuk yang tema mermaid ....
Hmmm, aku belum nemu nama mermaidnya dan nama bocah itu ... hmmm ... Ada ide?
Sudah tahu apa yang mau kutulis dan nama karakter, selanjutnya aku akan menentukan konflik besarnya.
Konflik untuk Piya ini nanti Piya akan blablablabla ... lalu blablablabla ... lalu konflik besarnya, blablabla.
Oke, setelah menentukan konfliknya, aku biasanya langsung nulis.
TAPI itu adalah sebuah tindakan yang kurang bijak.
Aku tahu, kamu pasti pernah ada dalam situasi telah menyiapkan semuanya dengan baik; dari opening, konflik, ending, nama tokoh, semuanya. Tapi, kamu punya kendala untuk membawa cerita ini menuju konflik besar dan endingnya.
Kamu bilang "stuck", padahal sebenarnya kamu sudah tahu apa yang akan terjadi dengan anakmu sampai ENDING.
Oke, solusinya adalah membuat OUTLINE. Akan kita bahas bagaimana cara membuat outline di daydream entah kapan itu. Walau sebenarnya aku baru pernah memakai outline sekali, selama aku menulis.
Dengan membuat outline, kamu nggak ada alasan "Writer block". Kalau kamu nggak bisa nulis, paling nanti alasannya "nggak ada feel" atau "males".
Dan alasanku selama ini nggak bisa nulis? Kalau nggak ada waktu, ya males. (mode polos dan sangat jujur: on)
Oke, oke, oke ... dilarang menghujat (haha), setelah itu, misimu hanya tinggal menamatkannya sampai selesai.
Untuk soal membuat diksi yang menarik, penghindaran kata-kata yang berulang, kamu bisa mempelajarinya sendiri tanpa perlu kuberitahu di sini. Karena, kamu adalah dewa untuk ceritamu sendiri. Aku yakin, kalau ingin maju dan berkembang, kita bisa mempelajarinya dari mana saja. Dari blog, website penulisan, dari buku atau darimana pun itu.
SEMANGAT, SEMUANYA!
Next (aku langsung update malam ini juga) : DEUTERAGONIST
Have a good time and HAPPY NEW YEAR!
Semoga kita semua semakin baik tahun ini!
Cindyana
KAMU SEDANG MEMBACA
DAYDREAM [Random Book]
De TodoReality is hard, so what's wrong with a little daydream? *** Cindyana, 2017
![DAYDREAM [Random Book]](https://img.wattpad.com/cover/108310363-64-k976543.jpg)