Sky Corner: pojok langit; sudut langit
Kalau cowok-cowok nyobain masakan pairnya?
1. Light
Kelas Merkurius baru saja menyelesaikan kelas memasak, dan seperti yang telah diduga oleh semua orang, yang mendapatkan nilai tertinggi untuk masakan hidangan penutup adalah Kazie.
"Kazie, minta browniesmu dong!"
"Nih, silakan!" balas Kazie sambil menyerahkan browniesnya yang telah dipotong kecil-kecil agar semuanya kebagian.
"Terima kasih! Selamat makan! WAH! ENAK SEKALI!"
Dan seperti ketika di kelas memasak biasanya, Kazie selalu panen pujian. Memang kenyataannya begitu, masakannya memang enak walaupun semua orang tetap menilainya agak tomboy.
Light hanya memperhatikan dari jauh, ketika orang-orang mengerubungi meja Kazie. Ingin sekali ikut bergabung masuk ke kelompok itu dan ikut mencicipi kue buatan Kazie, tapi puding oreonya masih harus menetap di mesin pendingin lima menit lagi untuk dinilai oleh sensei dan dia harus berjaga kalau salah-salah ada yang tidak sengaja menukar puding oreonya.
Bukannya terlalu percaya diri kalau puding buatannya akan enak, tapi Light ingin ... memberikan puding buatannya pada Kazie.
Dan juga ... terlalu banyak orang yang membuat puding oreo, pasti banyak juga yang mengabaikan instruksi takaran gelatin, jadi tentu saja dia harus menjaga pudingnya yang diberi takaran pas dengan baik-baik--ini pemikiran Light.
Light memperhatikan pudingnya dari balik kaca mesin pendingin.
Hm ... apa aku harus menambah watt di mesin ini agar pudingnya cepat dingin?
Tengah melamun, tiba-tiba ada yang menepuk bahunya.
"Yo, Light! Sedang menunggu pudingmu dingin?" tanya Kazie.
Light langsung menegakkan tubuh, "I-iya! Ngomong-ngomong, kalau kau di sini, bagaimana kabar kue-kuemu? Bagaimana kalau kuenya habis?" tanya Light agak panik. "Aku kan--"
Kazie tiba-tiba mengeluarkan sepotong brownies yang ditata manis di atas piring dari belakang punggungnya, benar-benar mirip seperti sihir sungguhan--ya, walaupun Light tahu apa arti sihir sebenarnya.
Light tercegang melihatnya, "...Lho? Kok?"
"Aku simpan beberapa, kok." Kazie melirik nampan di belakang yang sebenarnya ditutupinya daritadi agar tidak ada yang melihatnya. "Nah, yang ini memang kusiapkan untuk Light."
"H-hah? Untukku? Sebesar ini?"
Kazie tertawa, "Itu tidak sebesar punya Kak Kayato, kok! Tidak perlu sungkan!" ucap Kazie sambil memperlihatkan satu brownies yang lebih besar lagi.
"Kalau untuk Piya?"
Light bertanya, masih tidak percaya kalau dia akan mendapat brownies ukuran 5x lebih besar daripada yang dimakan teman-teman sekelas. Ya, walau Kato dapat 10x lebih besar.
"Piya tidak terlalu suka makan makanan yang manis, jadi ya ... nanti akan kubuatkan yang lain untuknya. Tenang saja, yang itu memang khusus buatmu."
"Sungguh?"
Kazie tersenyum, "Sungguh! Kau kan teman baikku, hehe!"
Light yang terharu berat tidak bisa menahan jantungnya yang berdebar cepat. "T-terima kasih banyak, lho ..."
"Sama-sama. Sesenang itu kau karena dapat brownies?"
"Iya, selamat makan." Setelah memakannya, Light semakin terharu. Matanya berair, tetapi jelas karena dia mungkin saja menangis bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAYDREAM [Random Book]
RandomReality is hard, so what's wrong with a little daydream? *** Cindyana, 2017
![DAYDREAM [Random Book]](https://img.wattpad.com/cover/108310363-64-k976543.jpg)