Langit mojok ////bukan
***
Reaksi mereka ketika menonton drama yang diperankan oleh Rainna.
Malam itu, setelah makan malam, semuanya tiba-tiba saja mendatangi ruang kumpul--satu-satunya tempat di mana semua murid di akademi bisa bersantai dan merasa seperti di ruang tamu.
Tidak banyak alat-alat yang menyenangkan di ruang kumpul, hanya sofa-sofa yang ditata acak-acakan di sebuah ruangan besar,
... dan sebuah televisi.
"Ini kenapa tiba-tiba pada kumpul?" Piya bertanya dengan keheranan.
Kenyataannya, Kazie sendiri juga tidak tahu alasannya. Dia hanya mendengar suara orang-orang membicarakan tentang ruang kumpul, dan terkumpullah orang-orang yang penasaran dengan hal yang tidak mereka ketahui. Kalau diibaratkan seperti lautan, orang-orang ini adalah ikan-ikan yang akan dijaring habis akibat rasa keingintahuan mereka.
"Ini kenapa, sih?"
Piya tidak sengaja melihat Yanda, di antara orang-orang yang penasaran. Dan lebih baik tidak bertanya kepada Yanda, karena kelihatannya dia juga kebingungan.
"Oh! Ada Light juga di sini!" ucap Kazie dengan girang.
Piya yang mendengar nama itu, langsung mendekati Kazie, bersembunyi di belakang tubuhnya sambil mengintip keberadaan Light yang berjalan mendekat.
"Lho? Kau juga mau nonton drama romance?" tanya Light, tampaknya kaget dengan keberadaan Kazie.
"Oh? Jadi mereka semua hanya mau nonton film? Kukira kenapa sampai heboh begini." Kazie menoleh ke arah Piya. "Kalau begitu, kembali saja yuk, Rin."
"Tunggu. Juga?" Piya menatap ke arah Light dengan tatapan tidak yakin, "Jadi ... Light ke sini karena mau nonton drama romance?"
Wajah Light langsung berubah seketika, membuat Piya tersentak dan melangkah mundur sekali, tanpa disadarinya. Ketika mundur itulah, Piya tidak sengaja menabrak orang lain di belakangnya.
"Hati-hati," tegur Invi sambil menahan bahu Piya.
"T-t-tidak, Kazie, ini salah paham. Aku tadi ke sini karena penasaran, lalu tidak sengaja dengar dari orang-orang. Aku tidak nonton drama romance, kok!" Light menyangkal mati-matian.
Kazie menepuk pundaknya, mencoba menenangkan Light, "Tidak ada yang salah, kok, dengan laki-laki yang menyukai film bergenre romance. Dan tidak ada yang salah juga dengan perempuan yang menyukai film bergenre action. Benar kan, Rin?"
Piya menganggukan kepalanya dengan buru-buru, berharap jawabannya membuat Light lebih tenang. Namun kenyataannya, Light malah terlihat pasrah dan ekspresinya menunjukkan seolah dia rela mati saat itu juga karena tidak ada yang mempercayainya.
"Tidak apa-apa, Light, aku percaya denganmu," hibur Invi.
Harapan hidup Light seolah kembali. Ditatapnya Invi dengan tatapan penuh harap, "Ya, tentu saja, karena kau bisa membaca pi--"
"Light mau menonton ini karena drama percintaan ini bertema friendzone."
"Friendzone?" Piya dan Kazie mengucapkannya dengan kompak.
"Itu semacam memberikan batasan kepada orang lain, hanya sebagai teman." Invi menjawab keheranan mereka.
Kali ini wajah Light berubah lebih tak percaya. Ekspresinya menunjukkan bahwa dia sangat ingin mengucapkan sesuatu, tetapi keterkejutannya mengalahkan keinginannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAYDREAM [Random Book]
RandomReality is hard, so what's wrong with a little daydream? *** Cindyana, 2017
![DAYDREAM [Random Book]](https://img.wattpad.com/cover/108310363-64-k976543.jpg)