Author POV
Key menggedor-gedor setiap pintu kamar Rey, Rival, dan Ven. Namun nyatanya, tidak ada satupun yang membuka pintu. Setiap pintunya dikunci.
Key terduduk dan menangis, ia kehilangan sahabat-sahabatnya. Mungkin kamar mereka sudah dikunci dan kuncinya sudah dikembalikan ke Kepala Sekolah.
Lalu, apa mereka sudah kembali ke rumah masing-masing tanpa berpamitan terlebih dahulu? Dengan pertemuan akhir dia dan Rey yang bertengkar.
Key kembali berdiri dan keluar dari asramanya, ia berlari menuju ke lantai 3, yaitu ke ruang Kepala Sekolah.
Nafasnya tersengal-sengal dan terus berlari tanpa mempedulikan pandangan orang lain yang menatapnya aneh.
Ia menundukkan kepalanya ketika sampai di depan pintu ruang Mrs. Liliane. Tidak terasa ternyata lantai 3 yang tinggi ini ia lalui dengan begitu cepatnya, saking bersemangatnya ia ingin menanyakan kepada Mrs. Liliane apakah sahabat-sahabatnya sudah pulang ke rumah masing-masing.
Tok... tok...
Hening.
Biasanya sesibuk-sibuknya Mrs. Liliane, ia akan membukakan pintu atau paling tidak menjawab ketukan dengan suara khasnya.
Key pun kembali mengulangi mengetuk pintu ruangan Mrs. Liliane, namun hasilnya sama saja. Tidak ada jawaban.
Tangannya memegang kenop pintu kemudian mendorongnya, dan ternyata pintu itu terbuka. Artinya ruangan itu tidak terkunci.
Matanya menatap ke sekeliling ruangan dengan pandangan was-was, sembari mencari-cari keberadaan Mrs. Liliane.
"Halo? Mrs. Liliane, dimana kau? Aku Key, aku ingin bertanya sesuatu," ujar Key pelan.
Namun tidak ada juga jawaban, membuat Key mendengus. Tapi, kalau Mrs. Liliane tidak ada di ruangannya, mengapa ia tidak mengunci pintunya?
Key pun kembali berjalan menuju pintu, namun langkahnya terhenti kala mendengar suara.
"Mrs. Liliane?" Tanya Key sembari menatap sekitarnya dengan agak takut.
Lalu sebuah bayangan terlihat mendekat, Key pun langsung berlari mendekati pintu dan keluar dari ruangan itu, dan menutup pintu dengan kencang.
Kemudian Key berlari terbirit-birit meninggalkan lantai 3 menuju asramanya.
Namun, saking terburu-burunya. Key merasa kakinya terkilir dan ia terjatuh terguling di tangga.
"Aarrghh.."
Key berusaha berdiri, namun tak bisa. Ia merasakan seperti ada yang mengalir di kepalanya, tangannya pun bergerak mengusap kepalanya dan melihat ada apa di kepalanya.
Darah, kepalanya berdarah karena terbentur lantai marmer keras.
Dan tak lama kemudian, ia pun pingsan.
🏰🏰🏰
Key membuka kedua matanya, hidungnya mencium aroma obat-obatan yang begitu menyengat.
"Key, kamu udah sadar?" Verro yang duduk di bangku samping ranjang pun langsung mengambilkan segelas air di atas nakas dan mengulurkannya pada Key.
Key meminum air dengan perlahan. Setelah air di gelas sudah tandas, ia langsung berpikir bagaimana ia bisa di sini?
"Aku ... bagaimana bisa?" Key mengerutkan alisnya sembari menatap Verro bingung.
"Oh, kamu tadi jatuh dari tangga dan pingsan. Terus semua orang ramai liatin kamu, untungnya aku ada di sana dan bawa kamu kesini," jawab Verro panjang.
Key mengangguk-anggukkan kepalanya tanda bahwa ia mengerti ucapan Verro.
"Oh ya, kamu tahu nggak dimana Rey, Rival, dan Ven? Katanya sih mereka balik ke rumah mereka, tapi aku nggak tahu dimana rumah mereka," tanya Key sembari menatap Verro yang tengah melamun.
Key mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Verro, "hei, Verro. Verro kamu mendengar ucapanku tadi nggak sih?"
"Eh." Verro mengerjapkan kedua mtanya seolah menandakan bahwa ia sudah tersadar dari lamunannya.
Key mendengus kesal, "ternyata kamu melamun. Padahal kan, mulutku rasanya sudah berbusa bercerita padamu."
Verro menyengir tetapi mulutnya menimpali ucapan Key barusan tadi. "Jangan suka melebih-lebihkan kenyataan, aku baru melamun sekitar 2 menitan saja."
Key mendengus, "tapi ngomong-ngomong. Apa yang kau lamunkan tadi? Mikirin Nayla yah?"
"Nayla? Siapa itu Nayla?" Tanya Verro pura-pura tidak tahu, tetapi wajahnya menunjukkan bahwa terkejut dan terlihat cemas sekali.
Key terkikik dalam hati melihatnya, "sudahlah Verro. Akui saja kalau kamu suka bahkan memiliki hubungan dengan Nayla kan?"
"Darimana kamu tahu soal Nayla? Pasti ada yang memberitahumu," tanya Verro tanpa sadar seolah mengakui adanya hubungan antara dirinya dan si Nayla-Nayla itu.
"Nah, ketahuan kan. Iyalah, Key pasti tahu soal hidup kakaknya. Secara, kan Ryan yang kasih tahu," ujar Key.
"Ryan?" Beo Verro.
Key mengangguk, "iya. Ryan, kan temen sekamarmu tuh. Dia tadi ketemu sama aku, nanya-nanyain kamu. Yah, sebenernya sih aku yang nanyain gimana sifat kamu menurut dia."
"Oh, pantesan aja." Verro manggut-manggut sembari mengelus dagunya.
Namun setelah itu, Verro langsung berdiri. "Key, aku pergi dulu ya! Aku lupa kalau aku ada janji," Verro berlari keluar UKS.
Key menatap pintu UKS dengan pandangan bingung. Tunggu dulu, apa setelah ini ia akan tinggal di asrama sendiri?
🏰🏰🏰
Hai semuaaaaa....
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin ya gengs. Aku mau minta maaf kalau aku punya salah sama kalian.
Yah, mungkin kayak ngasih harapan palsu buat update, tapi nggak update terus.
Hehe, aku udah update kan di hari lebaran yang ketiga.
Ohiya, aku kasih bocoran aja ya. Kalau VA bakalan tamat bentar lagi.
Tapi ya, berapa part lagi coba? Ada yang tau? Kalau ada yang tau, dan jawabannya bener bakalan aku follow akunnya.
Yaudah, segini dulu aja yah.
Vomment.
KAMU SEDANG MEMBACA
[#2] LIETHER | END
FantasySequel 'The Verrionne Academy.' Please don't copy my story! ~~ Setelah berhasil melewati perang melawan musuh yang merupakan dalang dari segala hal yang terjadi selama satu tahun ia di dunia itu, semua hal yang menjadi rahasia pun satu persatu mulai...
![[#2] LIETHER | END](https://img.wattpad.com/cover/148759715-64-k770861.jpg)