Taman 10.05 KST.
Bel istirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu. Bayangan semua murid dalam kelas sudah lenyap sekajap saja. Semua sudah berlarian pergi ke kantin untuk mengisi energi sebelum pelajaran di mulai kembali.
Berbeda dengan yang lainnya, terlihat tiga cewek yang sedang berbincang-bincang serius di taman. Mereka sangatlah serius mengobrol hingga lupa untuk mengisi perut.
"guys!!" seru Y/N dengan tatapan tajam dan raut muka serius.
"nape nih muka lu serius amat?" tanya Jennie yang penasaran.
"Gue pacaran sama Wonwoo." jujur Y/N kepada kedua sahabatnya yang memang belum mengetahui kabar ini.
"Apaa?!?!?!?!" sahut duo J 'Jennie Jisoo bersamaan'
"kapan? kok lo ga ngasih tau kita?"
"sekitar seminggu yang lalu, ini gue ngasih tahu."
"Seminggu? kok baru ngasih tahu sekarang? selama ini kita lo anggep apa?!" sentak Jisoo tidak terima.
"Ga usah ngegas bambank!! biar Y/N ngejelasin dulu." tegur Jennie pada Jisoo yang kaget seperti tidak terima dengan apa yang dikatakan Y/N.
"Maafin gue yahh... jadi gini-"
Satu hari setelah tragedi baku hantam antara Mingyu dengan Wonwoo. Entah kenapa Y/N sangat merasa terpukul. Dia merasa semua ini salah nya, terutama Wonwoo. Gara-gara dia, Wonwoo jadi terluka. Sifat Mingyu yang dianggap egois dam seenaknya sendiri membuat Y/N semakin membencinya. Lebih tepatnya Y/N benci dengan Mingyu karena sampai sekarang di masih mencintai Mingyu.
FLASHBACK.
Hari sudah mulai gelap. Tugas Matahari pun sudah digantikan oleh bulan. Keindahan kota Seoul begitu terpancar dengan gemerlap lampu gedung pencakar langit serta keramaian kotanya. Angin yang tidak terlalu dingin menambah suasana santai menikmati Lukisan Tuhan.
Suara bising kendaraan membuat lamunan Y/N sedikit pecah. Dia berfikir, apakah melupakan Mingyu adalah solusi yang tepat untuk melindungi Wonwoo atau tetap mengharapkan Mingyu dan membuang kesempatan membalas Wonwoo?
Y/N sedang berada ditaman kota bersama seseorang untuk memenuhi janjinya tadi siang.
"Y/N!!" tiba-tiba tangan kekar Wonwoo memegang erat tangan mungil Y/N. Y/N menjawab panggilan Wonwoo dengan dongakan.
"Aku tahu kamu suka sama Mingyu. Tapi aku gak mau kamu terus tersakiti kayak gini."
"Aku suka sama kamu Y/N. Boleh aku ngelindungin kamu?" lanjutnya.
"m-maksud kamu?" tanya Y/N yang mendadak ogeb.
"Aku mau kamu jadi pacar aku" finalnya. Mata Y/N mengerjap berkali-kali mendengar ucapan Wonwoo yang masih belum bisa dipercaya olehnya. Wonwoo? perfect boys kedua setelah Mingyu pastinya menembak dirinya?
"a-aku- ," Y/N terlihat bimbang. Namun saat akan menjawab, ucapan Y/N lebih dahulu dipotong oleh Wonwoo.
"Kamu gak perlu jawab sekarang. Kalau kamu masih belum ya-"
"Iya aku mau-," Entah dorongan dari mana, Mulut Y/N dengan reflek mengeluarkan kata-kata penerimaan itu. Y/N yang tidak sengaja mengucapkannya pun ikut bingung dan sedikit ragu. Namun dia harus yakin dan berusaha menerima Wonwoo yang selalu ada disaat dia diacuhkan Mingyu.
FLASHBACK END.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE PERFECT BOY [END]
Fanfic[PROSES REVISI] "Mencintai seorang the most wanted itu mudah kok, karena yang sulit itu mendapatkan hatinya." Kim Mingyu, siapa yang gak kenal sama the most wanted sopa yang satu ini? Ganteng? Oh udah pasti, terkenal? Gak mungkin gak, pinter? Dah la...
![THE PERFECT BOY [END]](https://img.wattpad.com/cover/175886146-64-k378059.jpg)