"Tzuyu itu siapa Gyu?!"
"Aish!!"
Y/N menghela napas panjang sambil menatap tubuh Mingyu yang semakin menjauh.
"Siapa sih Tzuyu? berarti banget bagi mereka, gak kayak gue." gumannya lalu kembali duduk di pinggir lapangan.
"Woy maemunah!" Y/N terlonjak kaget setelah diteriaki oleh Jennie. Dalam hati dia memgumpati sahabat laknatnya ini.
Setelah puas melihat Y/N terkaget, Jennie duduk di sebelah Y/N diikuti dengan Jisoo yang baru saja datang membawa kaleng minuman yang baru di belinya.
"Kenapa mulut lo manyun gitu? jijik gue lijatnya." ujar Jisoo sambil meneguk minuman ditangannya.
"Upil komodo nih ngagetin gue."
"Upil komodo anjir."
"Sembarangan ya lo kalo ngomong suka bener, ngakak gue."
"Udah-udah serah kalian deh, gue mau nanya nih." ujar Jennie membuat suasana tiba-tiba menjadi serius. Semua mendekat memajukan kepalanya ke arah Jennie.
"Gue cantik banget ya?"
"Gue kira serius anjir, huu." timpal Jisoo lalu melemparkan kaleng bekas ke muka Jennie. Y/N yang melihatnya tertawa terbahak-bahak.
"Canda elah guys, eh tadi abis ngapain lo sama Mingyu? deket lagi ya?"
"Enggak, tadi gue hampir kena bola terus ditolongin Mingyu."
"Ciee... Hati-hati gagal move on ntar."
"Apaan sih lo Jis, gue harus bisa nerima Wonwoo."
"Mending lo deket lagi aja sama Mingyu, Wonwoo itu kan-." Belum sempat melanjutkan ucapanya, mulut Jisoo yang lemes itu sudah dibungkam dengan tangan Jennie sambil di pelototi.
Setelah sadar bahwa dirinya hampir keceplosan, Jisoo langsung menyengir lebar. "Wonwoo kan terlalu baik buat lo yang bangsat gak pernah bisa buka hati buat dia. Lagian keknya Mingyu itu suka sama lo tapi dia belum nyadar aja. Tugas lo nyadarin dia sebelum kalian berdua sama-sama nyesel karena terlambat menyadari."
Jennie takjub mendengar Jisoo yamg sangat pandai ngeles tapi benar. Dia mengangguk meyakinkan perkataan Jisoo barusan. Y/N ikut manggut-manggut mendengarkan. Apa yang dikatakan Jisoo memang tepat sekali.
"Gue penasaran sama satu nama, Tzuyu. Gue gak tahu dia itu siapa tapi cewek itu ada hubungannya sama Mingyu sama Wonu." Jennie dan Jisoo langsung bertatap-tatapan. Kedua nya seperti sedang berbicara lewat isyarat mata.
"Em.. Emang lo tahu dari mana cewek itu?" timpal Jennie.
"Setiap Wonu sama Mingyu ribut, dia selalu bawa-bawa nama gue sama satu cewek lain seakan gue itu sama kayak dia. Dan terakhir kali mereka bertengkar, Wonu sebut nama Tzuyu terus pergi gitu aja ninggalin Mingyu. Menurut kalian Tzuyu siapa sih? kok Mingyu sama Wonu kayak udah kenal lama gitu."
Jennie dan Jisoo kembali bertatap-tatapan, bingung harus menjawab apa ke Y/N. "Mungkin cewek yang mereka suka kali, kayak lo sama-sama disukai mereka berdua. Bedanya Mingyu aja yang gak mau ngaku." Balas Jisoo enteng. Jennie kembali melongo melihat Jisoo sepintar itu memancing Y/N.
"Kalian kenapa sih? ada yang kalian sembunyiin dari gue ya? ngaku!"
"En-enggak, tapi lo cuma tahu nama itu satu kali doang kan?
"Iya tapi sebelum-sebelumnya Wonu sering sangkut-sangkutin cewek lain ke Mingyu dan dia baru sebut nama Tzuyu waktu itu. Dan ya waktu gue di rumah Wonu gu-,"
KAMU SEDANG MEMBACA
THE PERFECT BOY [END]
Fanfic[PROSES REVISI] "Mencintai seorang the most wanted itu mudah kok, karena yang sulit itu mendapatkan hatinya." Kim Mingyu, siapa yang gak kenal sama the most wanted sopa yang satu ini? Ganteng? Oh udah pasti, terkenal? Gak mungkin gak, pinter? Dah la...
![THE PERFECT BOY [END]](https://img.wattpad.com/cover/175886146-64-k378059.jpg)