22. Eakk#1

147 25 2
                                        

"Gak! tungguin aku Gyu!"

"Cepetan!"

Y/N dan Mingyu mulai memasang lembaran mading tersebut di papan mading pertama lantai satu. Jennie dan Jisoo nemilih untuk memasang lembaran tersebut di area gedung sekolah bagian kanan, sedangkan Y/N dan Mingyu di bagian tengah, bagian kiri sekolah lebih banyak berisi ruangan ekskul dan gedung olahraga yang tidak ada mading nya.
Hampir setengah Jam mereka belum selesai menempelkan mading. Alasan realistisnya adalah di setiap lantai gedung SOPA setidaknya ada lima papan mading dan gedung SOPA berlantai sepuluh. Biar tambah kaget, berlantAAIII sepuLUUHHH.

Langkah kaki Mingyu yang sudah dipastikan jauh lebih lebar dari pada Y/N membuatnya tertinggal. Mingyu melakukan tugasnya dengan cepat tidak seperti Y/N. Lelet.

"Gyu tungguin!!" Y/N berlari mengikuti langkah Mingyu yang sangat cepat sembari membawa tumpukan kertas. Mingyu tidak menghiraukan. Sepertinya Cowok tampan tersebut sengaja menggoda Y/N.

"Gyu!!"

"Hemm" Mingyu hanya berdehem lalu melambatkan langkahnya.

"Gyu!! jangan cepet-cep- Ehh brukk!!."

Mendengar suara seperti orang terjatuh, Mingyu reflek berbalik badan. Ia melihat Y/N sedang nyungsep.

"Aduhh."

Karena terlalu fokus mengejar Mingyu, Y/N tidak memperhatikan jalanya dan tersandung oleh kaki kursi yang ada di sepanjang lorong SOPA. Alhasil semua kertas yang Ia bawa beterbangan dan berserakan di lantai, lebih parahnya rok Y/N yang bagian depan roBEKK.

Entah bagaimana gaya Y/N terjatuh, sampai-sampai rok yang tidak sempit itu bisa robek. Untunglah kelas sudah dimulai, jadi tidak ada yang melihat kejadian memalukan ini. Akhirnya Y/N menghembuskan nafas lega. Eh tapi tunggu dulu. Mingyu? begitulah pikir Y/N. Dia sadar kalau tadi di depannya ada Mingyu.

"Jad- jadii.. tadi.. gue jatuh.. dilihat Min...gyu?!? mampus gue!! bego bego bego." Y/N menunduk penuh malu merutuki kebodohan dirinya yang tiada akhir.

Setelah melihat Y/N jatuh, Mingyu dengan cepat langsung menghampirinya.

"Makanya kalo jalan hati-hati." begitu kata Mingyu sambil membereskan kertas-kertas yang berserakan.

"Lo gak papa?"

"heem." Y/N tetap menunduk sambil memegangi rok nya yang robek. Diam-diam Mingyu memperhatikan tingkah Y/N. Mata Mingyu mendelik saat melihat tangan Y/N yang memegangi rok depannya. Seperti ada yang aneh dengan rok itu. Setelah sadar bahwa rok Y/N robek, Mingyu langsung berdiri membawa kertas-kertas yang sudah dibereskan tadi.

"Bangun." ujar Mingyu lembut.

"Tap- tapi.."

"Udah bangun aja." Mingyu meletakkan tumpukan kertas yang dibawanya ke kursi kemudian melepas Jaket dan tasnya.

Akhirnya Y/N menuruti apa kata Mingyu. Y/N kembali berdiri tapi sedikit membungkuk karena tangan nya masih meraih rok depannya yang robek tadi. Tanpa Babibuba tanpa aba-aba Mingyu langsung mengikatkan kedua lengan jaketnya ke pinggang Y/N. bagian belakang jaket Mingyu sempurna menutupi rok depan Y/N yang robek.

Y/N? dipastikan sekarang pipinya sudah merah seperti kepiting rebus. Kaget? Jelas. Dagdigdug? Hm Sudah pasti. Menyadari roknya robek saja muka Y/N sudah merah karena malu. Apalagi sekarang di perlakukan kayak gini sama perfect boys? jantung Y/N auto melompat-lompat seperti naik trampolin.

"Lo ke kelas aja, biar gue yang selesain."

"Ehh..i-iya appaa hah kenapa?" Y/N yang masih berbunga-bunga kembali tersadar.

THE PERFECT BOY [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang