26. Luka lama

159 26 0
                                        

Hari Minggu, adalah hari yang paling dinanti-nanti oleh seluruh murid di muka bumi. Murid yang setiap harinya berlalu lalang di koridor, sekarang hening tinggalah angin dan butiran debu beterbangan mengitari seluruh sekolah.

Lembaran demi lembaran kertas yang terikat menjadi satu dengan berbagai macam ilmu pun ikut beristirahat sejenak. Banyak orang-orang menghabiskan hari Minggunya dengan berkumpul bersama keluarga, jalan-jalan, belanja, menonton bioskop, pergi ke cafe, atau hanya rebahan sambil menggibah di kamar sampai esok paginya.

Seperti biasa, Y/N selalu menghabiskan hari liburnya dengan menggibah melalui media sosial. Cewek berkulit putih itu tidak mempunyai cara lain untuk mengobati rasa kesepiannya. Bahkan hari Minggu saja orang tua nya tidak dirumah. Ingin sekali dia seperti orang-orang di luar sana yang bisa bersuka cita berkumpul bersama keluarga.

"Hallo appa!"

"Appa sibuk Y/N ada apa?"

"Yahh padahal Y/N mau ngajak beli hadiah kan bentar lagi eomma ulang tahun."

"Maaf Y/N Appa sibuk, nanti kalau sudah selesai kerjaan ini biar appa carikan sendiri."

"Yahh ap-.."

tutt tutt...

"Huft..." Y/N menghembuskan nafas beratnya. Appa nya selalu saja seperti ini. Selalu ada alasan untuk menolak ajakannya.

"Halo Ma!"

"Iya sayang?"

"Sibuk gak? belanja yuk bentar aja, please!!"

"Nggak bisa sayang, Eomma lagi sibuk meeting sama orang tua murid yang mengajukan beasiswa. Udah dulu ya sayang."

tutt tutt..

"Hmm kebiasaan." ujar Y/N pasrah. Bagaimana lagi? orang tuanya memang sangat sibuk, sekalipun ada waktu mungkin hanya salah satu dari mereka.

Jarang sekali kedua orang tuanya punya waktu senggang bersamaan. Mau bagaimanapun, itu semua mereka lakukan untuk membahagiakan Y/N dan keluarganya. Y/N harus menerima konsekuensi dia bisa bahagia dengan harta namun tanpa keharmonisan keluarga, itu tetap harus di syukuri.

Dia harus yakin bahwa Tuhan memberikan bentuk kasih sayang dengan cara yang berbeda-beda. Mungkin ini adalah bentuk kasih sayang Tuhan. Meski punya orang tua yang selalu sibuk. Tapi ada sahabat yang sangat menyayanginya.

"halo Won!"

"hm."

"Kamu sibuk gak?"

"gak."

"Won mau jalan-jalan gak?"

"gak."

"Yahh kalau nonton?"

"gak."

"anterin aku beli kado buat eomma."

"gak!"

"Kamu kenap-"

tutt tutt...

THE PERFECT BOY [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang