"Yaudah kejar aja Y/N. Lindungin dia. Dia lagi dalam bahaya gara-gara lo."
...
Kalimat yang diucapkan vernon beberapa hari yang lalu itu masih terngiang-ngiang di kepala Mingyu. Sejak pulang dari rumah Vernon, Mingyu menjadi sering menyendiri di tempat sepi. Dia selalu termenung dan melamun sendirian.
Y/N sedang dalam bahaya dan itu semua karena dia. Dialah penyebab Y/N dijadikan umpan oleh Wonwoo. Belum lagi masalah Tzuyu. Nama cewek yang sudah lama berusaha dia hilangkan dari pikirannya. Perasaan sesak yang sudah berusaha ia pendam begitu lamanya, kembali hadir.
Masalah datang bertubi-tubi, menguji kesabaran dan kekuatan Mingyu dalam menjalani hidup. Mingyu yang terlihat selalu perfect setiap harinya ternyata juga mempunyai masalalu yang berat. Hidupnya yang terlihat indah ternyata juga menyimpan luka yang dalam.
Kenyataan pahit dulu yang pernah ia rasakan tidak berhenti sampai di situ. Justru masih banyak kenyatan yang perlahan terungkap satu persatu seiring berjalannya waktu. Seperti alasan Wonwoo sangat membenci Mingyu, alasan Tzuyu pergi begitu saja meninggalkannya, dan alasan Mingyu tidak bisa membuka hati untuk perempuan lain.
Mingyu akan mengungkapnya satu per satu. Meski rasa sakit menyelimuti, pasti ada kebahagiaan yang sedang mengiringi. Mungkin Y/N adalah kebahagiaan yang tidak pernah Mingyu sadari. Dia selalu ada dan membawa senyum untuk menemani kesedihan hidup Mingyu yang tidak satu pun orang mengetahui.
"Bener ya Y/N, penyesalan itu datengnya di akhir." guman Mingyu yang sedang melamun sendirian di taman belakang sekolah. Tempat itu memang sepi dan jarang sekali murid melewatinya. Mereka lebih sering bersantai di taman yang ada di halaman depan.
"Lucu ya.. gue udah nyia-nyiain lo dan sekarang saat gue baru sadar lo udah jadi milik orang lain." Mingyu tertawa miris.
Saat Mingyu sedang asyik menikmati lamunannya, tanpa dia sadari sedari tadi ada seseorang yang duduk dari jauh sedang memperhatikannya. Y/N juga merasakan akhir-akhir ini ada yang aneh dari sikap Mingyu.
Y/N yang melihat Mingyu selalu termenung sendirian membuat dia khawatir dengan keadaan Mingyu. Dengan duduk menoleh ke belakang sambil menopang kepalanya dengan kedua tangan. Y/N memandangi Mingyu dari kejauhan.
"Andai aja dulu kamu mau nerima aku, pasti kita gak akan kayak gini gyu." guman Y/N.
"Kita?? cihh gue aja kali yang menderita, gue harus maksain perasaan gue buat suka sama Wonwoo. Gue emang suka sama Wonwoo tapi gue sayang nya sama Mingyu." Y/N tertawa miris meratapi keadaannya saat ini.
"Mau sampai kapan lo betharap sama dia?" suara seseorang tiba-tiba mengagetkan Y/N. Saat Y/N berbalik ternyata sudah ada Wonwoo sedang berdiri di hadapannya.
"Jadi semua yang lo omongin waktu itu bohong?" salah satu sudut bibir Wonwoo tertarik. Dia tersenyum sinis ke Y/N.
"Bukan gitu,, Mma-af Won." suara Y/N memelan.
"Apa untungnya maaf lo buat gue?"
"Maaf Won, maaf aku belum bisa sepenuhnya melupakan Mingyu."
"Sampai kapan lo mau kayak gini?" ucap Wonwoo enteng.
"Maaf."
"Maaf-maaf, apa mulut cewek murahan kayak lo cuma bisa bilang maaf? jawab!!" Wonwoo membentak tepat didepan Y/N membuatnya meringis sambil menutup mata.
Pasokan oksigen terasa berkurang. Dadanya semakin sesak, nafasnya bergemuruh. Dia takut melihat Wonwoo membentaknya. Tanpa disadari, setetes demi setetes air meluruh deras di pipi Y/N.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE PERFECT BOY [END]
Fanfiction[PROSES REVISI] "Mencintai seorang the most wanted itu mudah kok, karena yang sulit itu mendapatkan hatinya." Kim Mingyu, siapa yang gak kenal sama the most wanted sopa yang satu ini? Ganteng? Oh udah pasti, terkenal? Gak mungkin gak, pinter? Dah la...
![THE PERFECT BOY [END]](https://img.wattpad.com/cover/175886146-64-k378059.jpg)