Y/N yang melangkah tergesa-gesa menuju kelasnya sambil menggerutu tidak jelas. Tentu saja telinganya sangat panas mendengar banyak cibiran pedas yang dilontarkan para siswi ke dia.
Selain itu dia juga kesal dengan tantangan konyol Jennie yang menyebabkan dia diejek oleh seluruh penghuni kantin. Saat hampir sampai di depan kelas kelas tiba-tiba.
"Anjir perut gue!!" racau Y/N sambil meremas perutnya yang tiba-tiba saja mulas. "Cepet banget efeknya." lanjutnya.
Sepertinya kimchi tadi berhasil membuat perut Y/N mulas seketika. Y/N masih diam di tempat. Sedikit membungkuk memegangi perutnya yang benar-benar terasa melilit.
"Awhh....mulas banget.. Toilet mana toilet!?" Y/N berlari terbirit-birit.
Tentu saja banyak pasang mata yang melihat tingkah Y/N. Mereka berfikir Y/N benar-benar cewek aneh.
"Huft kok tiba-tiba gue lupa di mana toiletnya ya? Yawloh dosa apa gue lagi darurat gini malah mendadak pikun."
Masih berlari. Matanya mendelik ke kanan-ke kiri mencari keberadaan toilet. Akhirnya dia menemukan toilet di samping perpustakaan. Secepat mungkin dia menuju ke arah toilet tersebut. Y/N sekarang sudah berada diambang pintu masuk toilet dan siap untuk masuk.
Tiba-tiba ada yang keluar depan pintu masuk, seseorang itu berdiri tepat didepan Y/N sehingga menghalangi jalan Y/N untuk masuk. Y/N hendak mendongak memprotes karena menghalangi jalannya.
Posisinya yang membungkuk, membuat Y/N tidak tahu siapa yang ada di depannya. Namun Y/N sedikit bingung. Kenapa orang yang keluar dari toilet memakai celana panjang? sedangkan dirinya saja memakai rok pendek.
"Eh Mm-mingg-gyu.." Y/N mendongak, terkejut melihat Mingyu tiba-tiba berada di depannya.
"Eh.. lo! ngapain lo disini?" tanya Mingyu sedikit gugup.
"Mau ke toilet lah.. bentar ya darurat ini."
"Tap-tapi..."
"Bentar!!" Y/N nyelonong masuk begitu saja. Mingyu hanya diam. Dia sebenarnya ingin menjelaskan sesuatu tapi Y/N keburu pergi.
"Gue susulin apa tunggu disini aja ya?" Mingyu berpikir keras. Pasalnya Y/N masuk ke toilet cowok.
Belum sempat memilih tindakan, Y/N sudah keluar dari toilet.
"Kok kamu gak bilang sih kalau ini toilet cowok."
"Tadi gue mau bilang tapi lo nya nyelonong gitu aja."
"Yaudah aku mau cari toilet cewek dulu." Y/N yang hendak pergi tiba-tiba mengurungkan niatnya karena diapanggil Mingyu.
"Tunggu!! gue mau jelasin sesuatu."
"Yawloh Gyu ini udah di ujung beneran dehh!!" batin Y/N.
"Jelasin apa Gyu? aku udah gak kuat."
"Gak kuat?"
"Udah mau jelasin apa?" tanyanya kembali. Karena dia sudah setengah mati menahan mulas.
"Kemarin gue gak sengaja ngir-"
"Maaf Gyu udah gak kuat!!!" belum sempat melanjutkan penjelasanya, Y/N sudah menyela lalu lari terbirit-birit.
Mingyu menatapnya cengo. Bingung dengan apa yang di maksud Y/N. Sebenarnya Mingyu ingin menjelaskan maksud emot love yang dikirimkan ke Y/N kemarin.
FLASHBACK.
Sedari tadi Mingyu terus memikirkan Y/N. Apalagi semenjak kejadian waktu itu, pikirannya hanya tertuju pada Y/N saja. Tidak sanggup memikirkannya terus, Mingyu akhirnya memberanikan diri untuk mengirim pesan terlebih dahulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE PERFECT BOY [END]
Fanfiction[PROSES REVISI] "Mencintai seorang the most wanted itu mudah kok, karena yang sulit itu mendapatkan hatinya." Kim Mingyu, siapa yang gak kenal sama the most wanted sopa yang satu ini? Ganteng? Oh udah pasti, terkenal? Gak mungkin gak, pinter? Dah la...
![THE PERFECT BOY [END]](https://img.wattpad.com/cover/175886146-64-k378059.jpg)