Menuju End guys 🖤
------------------------------------------------------------
"Y/N hari ini gak jenguk Mingyu lagi?"
Teriak Mama Y/N yang sedang berada di dapur.
"Gak Ma, Y/N lagi capek."
Sudah tiga hari Y/N mengurung diri di kamar, dia masih memikirkan kesalahannya selama ini yang baru dia ketahui tiga hari yang lalu langsung dari mulut Mingyu. Perasaan bersalah, sedih, malu, kesal, semua bercampur menjadi satu memenuhi isi pikiran Y/N.
Suara pintu berderit membuat Y/N menoleh ke ujung kamarnya, pasti itu mamanya.
"Kamu beneran capek? Kemarin-kemarin tiap hari jagain Mingyu kamu gak pernah capek." Ya mama Y/N sudah tahu hubungan mereka berdua sejak Y/N hilang waktu itu.
Mama Y/N tidak mempermasalahkan nya karena memang Mingyu yang sudah menjaga Y/N selama ini. Perasaan bersalah kedua orang tua Y/N juga kerap muncul karena mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing sehingga tidak tahu masalah yang di hadapi anaknya. Beruntung ada Mingyu yang selalu ada disaat Y/N dirundung berbagai masalah.
"Iya Ma, yaudah aku mau istirahat lagi nanti-nanti aja jenguk Mingyu nya." Balas Y/N mengalihkan pandangan.
"Beneran?" Mama Y/N mengerlingkan mata tidak percaya dengan sikap aneh Y/N.
"Iya Mamaaaa...."
"Yaudah kalau gitu Mama mau berangkat dulu."
Y/N hanya berdehem lalu kembali menyembunyikan wajahnya di bantal. Setelah suara mobil kian menjauh Y/N yakin mamanya sudah pergi.
Ting tong....
Bunyu bel rumah berhasil mengusik Y/N yang masih merenung dalam kamar, dengan malas Y/N turun ke bawah untuk membukakan pintu. Saat pintu terbuka betapa terkejutnya Y/N. Sesorang yang yang sangat ia takuti selama ini, seseorang yang telah merusak kebahagiaan dia maupun Mingyu, ya Wonwoo sekarang tengah berdiri tepat di hadapan Y/N.
Y/N yang benar-benar terkejut langsung memundurkan langkahnya dan berniat langsung menutup pintu, tapi sialnya kaki Wonwoo berhasil mencengkal agar pintu tidak bisa ditutup. Y/N takut, sangat takut pasalnya dia di rumah sendirian dan kini seseorang yang telah mencelakainya sedang berada di depannya. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya.
"Pergi." Lirih Y/N yang masih berusaha menutup pintu rumahnya, karena terlalu takut Y/N sampai menangis.
"Tunggu.." cegah Wonwoo.
"Gak! Pergi lo pergiii!"
"Please kasih gue waktu sebentar buat ngomong sama lo Y/N." Wonwoo masih bersikukuh. "5 menit aja tolong, ini terakhir kali gue nemuin lo."
Akhirnya Wonwoo berhasil membuka pintu rumah Y/N. Dilihatnya Y/N benar-benar ketakutan, Wonwoo merasa bersalah sekaligus menyesal melihat Y/N menjadi seperti itu karena dirinya.
Y/N menunduk, sama sekali tidak berani menatap si brengsek ini sedangkan Wonwoo menatapnya sendu. Wonwoo menghela nafasnya kasar, dia harus bisa.
"Maafin gue Y/N." Ujarnya sambil berlutut di hadapan Y/N. Y/N yang awalnya menunduk kini menatap Wonwoo terkejut.
"Gue emang brengsek, bahkan mungkin maaf aja gak cukup buat nyembuhin luka yang udah gue gores tapi gue mohon Y/N setidaknya dengerin gue untuk terakhir kalinya." Terakhir kalinya? Apa maksud Wonwoo? Y/N masih tetap diam dan menangis.
Wonwoo mengluarkan amplop dari saku celananya. "Gue mau lo baca ini nanti disaat gue udah pergi."
Y/N tetap diam tetapi tiba-tiba tangan Wonwoo meraihnya membuat Y/N semakin gemetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE PERFECT BOY [END]
Fanfiction[PROSES REVISI] "Mencintai seorang the most wanted itu mudah kok, karena yang sulit itu mendapatkan hatinya." Kim Mingyu, siapa yang gak kenal sama the most wanted sopa yang satu ini? Ganteng? Oh udah pasti, terkenal? Gak mungkin gak, pinter? Dah la...
![THE PERFECT BOY [END]](https://img.wattpad.com/cover/175886146-64-k378059.jpg)