13. Terungkap#1

232 38 0
                                        

Sudah Beberapa hari ini Y/N menjauhi Mingyu. Begitu juga kepada Wonwoo. Akhir-akhir ini Y/N lebih suka menyendiri di taman, terkadang mereka bersama dengan Jennie dan Jisoo.

Y/N terlihat selalu murung. Perkataan Wonwoo waktu itu masih terngiang-ngiang di otaknya.

"Jangan menyakiti dirimu sendiri, jujurlah tidak apa! Jangan biarkan perasaanmu menguat sedangkan hatimu semakin terluka."

"Mingyu hanya mempermainkan wanita dengan kata fans, apa kamu tahu itu?"

"Aku akan selalu ada jika kamu membutuhkan ku."

Kata itulah yang memenuhi isi otak Y/N. Di satu sisi ia masih merutuki kebodohannya yang setia menunggu balasan cinta mingyu yang bisa dikatakan sebuah ketidakmungkinan. Disisi lain ia memikirkan Wonwoo yang selalu ada untuknya namun ia belum bisa melupakan Mingyu begitu saja.

"Ngapain juga tadi gue marah sama mingyu padahal yang bodoh itu gue hiks...." Y/N terus menangis di kamarnya.

Tiba-tiba terdengar suara dua orang yang sudah bisa ditebaknya sedang teriak-teriak. Bahkan tanpa mengetuk pintu ataupun permisi, mereka berdua langsung menyelonong masuk kamar Y/N.

Ya sudah pasti Jennie dan Jisoo. Mereka memang sudah terbiasa keluar masuk rumah Y/N begitu juga sebaliknya.

"Idih mewek dia hahaha."

"Lo kenapa dah?"

"Buruan cerita!! ntar gue makan semua isi kulkas lo mampus hahaha"

"Diem bambank!!"

"Gue bodoh banget sih hiks.."

"baru nyadar dia hahaha"

"Dari tadi lo ketawa mulu jenong, gue sumpel tuh mulut pake deodoran mau? ini serius ogep!"

Jennie sama Jisoo debat guys!

"Ya maap."

"Lo kenapa sih? gak biasanya lo kayak gini, di cuekin mingyu hampir dua tahun aja lo kuat kenapa sekarang lemah gini?"

"Gue terlalu berharap sama mingyu yang jelas-jelas dari dulu dia gak suka sama gue."

"Gue suka banget sama mingyu hiiks.." lanjutnya.

"Ya elah, mangkanya kalo kagum jangan bawa-bawa perasaan. Jadi suka beneran." Ujar Jennie sambil menepuk-nepuk pundak Y/N.

"Gue udah berusaha buat sekedar kagum aja tapi gak bisa Jen... gue udah terlanjur suka. Semakin gue berusaha lupain, dia semakin deket sama gue. Gue pikir dengan hadirnya Wonwoo bisa bantu gue ngelupain Mingyu tapi ternyata nihil."

"Jadi lo mewek gara-gara mereka?"

"Wonwoo? dia suka sama lo?"

"Gak tau, tapi dia kekeh nyuruh gue ngejahuin Mingyu karena dia gak mau lihat gue semakin terluka. Dia juga bilang kalo dia akan selalu ada buat gue. Gue udah anggep Wonwoo sebagai sahabat gue sendiri kayak kalian."

"Gue harus gimana?? menurut kalian gue pantes gak marah-marah  ke Mingyu?"

"Emang lu marahin apa Mingyu?" tanya Jennie.

"Gue  bilang ke dia buat stop mainin hati cewek-cewek"

"Lo boleh sakit hati Y/N tapi kenapa lu marah ke Mingyu? emang udah ada bukti kalo Mingyu cuma mainin hati cewek? bukannya selama ini dia cuek banget sama semua cewek? cewek-ceweknya aja yang nempel ke Mingyu termasuk lo dan lo!" telunjuk Jisoo menunjuk kedua sahabatnya itu.

THE PERFECT BOY [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang