32. Khawatir

152 22 2
                                        

Hari demi hari sudah terlewati. Suara canda dan tawa dari seseorang kini sudah tak terdengar kembali. Tidak bisa di pungkiri bahwa setiap tingkah laku Y/N kepada Mingyu selalu berhasil mencetak senyum manis di bibirnya, hanya saja si perfect boy itu terlalu pintar menyembunyikan perasaannya.

Mingyu berusaha menjauhi Y/N untuk melupakan kisah masa lalu yang masih tertanam di lubuk hatinya. Ada hal yang begitu sama namun dilakukan orang yang berbeda. Hal yang selalu terjadi pada dirinya adalah hal yang selama ini berusaha dia lupakan. Mingyu ingin sekali jauh dari urusan yang bisa mengingatkan kembali masa lalunya, namun satu cewek ini berhasil membuatnya selalu ingat, bahkan semakin ingat.

Meskipun ada tingkah laku Y/N yang membuat dia mengingat Tzuyu, tetap saja Y/N dan Tzuyu itu berbeda. Mingyu hanya memikirkan masa lalu hingga orang yang berbeda dianggap sama, tanpa dia sadari orang yang selalu ada untuknya hanya dianggap sebagai bayang-bayang masa lalunya.

Seharusnya Mingyu sadar, perasaan yang muncul bukan karena terbayang sosok Tzuyu, tetapi memang perasaan yang tulus sudah mulai tumbuh seiring berjalannya waktu. Bukan Y/N yang mebuatnya ingat, namun dia sendiri. Rasa benci dan cinta terus saja berputar saat perasaan terhadap Y/N perlahan mulai muncul.

Dia benci situasi ini. Hari sepi kembali datang. Sejak kejadian di halte malam itu, Y/N tidak masuk sekolah hingga hari ini. Tidak ada yang tahu dimana Y/N berada. Perasaan tidak enak selalu menyelimuti dirinya. Saat Mingyu menanyakan kabar Y/N melalui Jennie, dia malah pergi begitu saja tidak menjawab satu katapun. Jisoo yang melihatnya hanya bisa pergi mengikuti Jennie.

Ada apa dengan semuanya? Apa terjadi sesuatu dengan Y/N? Entahlah kali ini Mingyu benar-benar khawatir. Dia terus memainkan bolpoinya, tidak bisa fokus dengan pelajaran. Hanya Satu nama yang selalu berputar pikiran Mingyu yaitu Y/N. Mingyu berusaha menenangkan diri untuk tidak terlalu khawatir dengan Y/N. Dia kan udah punya pacar, pikirnya. Tetap saja, Wonwoo tidak benar-benar menyukainya.

"Lo di mana sih? Gatau kenapa selama lo ga ada gue gelisah banget." Batinnya sambil menatap jendela kelasnya. Mingyu terus bergelut dengan pikirannya sendiri, menimang-nimang langkah apa yang harus dia lakukan.

"Gue harus cari Y/N." Ujarnya mantap lalu beranjak dari kelas dan mulai mencari informasi kembali. Pasalnya selama Y/N tidak masuk sekolah, Wonwoo juga tidak masuk. Mingyu bisa menyimpulkan bahwa terjadi sesuatu diantara mereka, karena terakhir kali Wonwoo menyeret paksa Y/N untuk pergi meninggalkan Mingyu di halte.

"Ver!! Udah berhari-hari huft..huft... Y/N gak ada kabar dan huft...Wonwoo juga beberapa hari ini gak masuk sekolah.." ujar Mingyu ngos-ngosan karema berlari kesana kemari mencari sepupunya yang ternyata sedang makan di kantin.

"Iya gue ngerti, sekarang lo cari informasi tentang Y/N dari siapapun dan gue akan lacak di mana lokasi dia saat ini." Balas Vernon menenangkan Mingyu. Vernon tahu Mingyu benar-benar khawatir.

"Oke gue pergi dulu." Mingyu kemudian pergi menuju kelas Y/N. Dia harus bisa memaksa Jennie untuk menjawab di mana Y/N.

"Lo Jisoo kan?" Jisoo yang merasa terpanggil langsung menoleh dan mendapati Mingyu berada di sampingnya.

"Lo tahu Y/N di mana?" Tanya Mingyu.

"Gue tahu ini semua gara-gara lo!" Jisoo melangkah maju mendorong bahu Mingyu dengan telunjuknya.

"Coba aja ya dari dulu lo itu gak kasih harapan ke Y/N pasti hidupnya tenang! Aman! Bahagia gak kayak sekarang. Kalo lo emang gak suka, tolak dia dari dulu! Jangan dijauhin tapi pelan-pelan lo kasih harapan."

"Apa mau lo? Belum puas lo hancurin hatinya selama ini? Gue gak habis pikir ya, kenapa Y/N bisa suka sama cowok banci kayak lo.

"Gue tahu lo itu perfect boy, lo the most wanted di sekolah ini, tapi hati lo iblis! Lo itu udah nyakitin Y/N berkali-kali dan sekarang lo jadiin dia korban atas kesalahan yang udah lo lakuin. Kenapa lo yang salah tapi Y/N yang tanggung jawab? Kenapa?!?!"

THE PERFECT BOY [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang