33. Pacaran sama Mingyu?

229 22 9
                                        


"Arrghhhh....."

Mingyu menggeram kasar mengumpati apa yang sudah dilakukan oleh Wonwoo. Dia berjanji akan menemukan Y/N di manapun dan dalam keadaan apapun. Dia merasa bertanggung jawab atas semua kesalahan ini.

Setelah sambungan telponnya dengan Y/N terputus tadi, kekhawatiran Mingyu semakin bertambah. Hati Mingyu ikut tersayat saat mendengar tangisan Y/N. Hatinya tidak pernah merasa tenang sejak Y/N mulai berusaha melupakan dirinya dan memilih dengan Wonwoo.

Mingyu semakin menggenggam erat ponselnya. Tatapanya hampa menerawang jauh mengingat kembali apa yang sudah berlalu.

Dulu dia selalu mengacuhkan Y/N. Menganggap Y/N tidak tahu diri dan murahan. Dulu keinginan terbesar Mingyu adalah menjauh sejauh-jauhnya dari cewek bernama Y/N. Namun saat semua itu terkabulkan, seperti ada satu sisi yang kosong dan hampa.

Apakah Mingyu sebenarnya sudah menyukai Y/N dari dulu? Rasa gengsinya terlalu tinggi untuk mengakui hal bodoh yang bertolak belakang dengan keinginanya. Semakin Y/N menjauh, rasa sulit melepaskan semakin kuat.

Setiap kali Y/N tersakiti, sakit yang dirasakan Y/N ikut dia rasakan. Mingyu  berusaha mengembalikan sisi kekosongan yang dia buang sendiri, tetapi semuanya sudah terlambat.

Kata penyesalan selalu datang di akhir itu sangat mujarab. Mingyu menyesali semua yang telah dia sia-sia kan selama ini.

"Gue sayang sama lo Y/N." Ujar Mingyu lalu melempar ponselnya asal dan berlari keluar rumah.

Saat di depan pintu rumahnya, dia bertabrakan dengan Vernon.

BUGHH....

"Mau kemana lo?" Tanya Vernon yang terkejut melihat Mingyu terburu-buru.

"Gue harus temuin Y/N."

"Di mana?? Woy gue juga harus tau!!" Mingyu sudah pergi membawa mogenya.

"Aishh... Selalu aja gegabah." Vernon mengacak-acak rambutnya lalu mengambil ponsel Mingyu yang terjatuh.

***

Moge yang dikendarai Mingyu melaju begitu kencang membelah jalanan kota. Meskipun jalanan kota sangat ramai, semua kendaran berhasil di buat minggir oleh Mingyu. Pikiranya hanya tertuju pada Y/N. Dia harus bisa menemukan Y/N secepat mungkin.

"Aishhhh gue gak tahu di mana rumah Wonwoo."

Dalam helm full facenya Mingyu mengumpat kasar. Dia tidak tahu di mana rumah Wonwoo. Sedari tadi mogenya hanya melaju kencang tanpa arah, Ditambah lagi sekarang turun hujan. Alam memang sedang tidak berpihak padanya.

Hujan deras mengguyur seluruh kota. Pandangannya menjadi sedikit terganggu. Aspal didepannya mulai tergenang air membuatnya menjadi licin.

Mingyu meraba-raba saku celananya. "Argghhhhh hp gue ketinggalan lagi!!"

Mingyu semakin emosi sendiri. Banyak sekali hadangan untuk mencari Y/N. Sulit sekali rasanya, tetapi Mingyu tidak akan menyerah. Tangannya mencengkram keras setirnya membuat kecepatan mogenya semakin bertambah. Perasaan berkecamuk memenuhi isi kepala Mingyu.

Derasnya hujan membuat Mingyu tidak bisa melihat lampu lalu lintas.

Dia tetap melaju sekencang mungkin melewati perempatan. Dia melihat cahaya sangat terang sedang menyorotnya. Mungyu menyipitkan pandanganya dan..

BRAKKKKKK!!!!

Mobil dari arah berlawanan menabrak Moge Mingyu hingga dia terpental cukup jauh.

Mingyu jatuh berguling-guling hingga kepalanya membentur lampu jalan. Jarak Mingyu terbaring dengan mogenya cukup jauh. Benturan antara motor dengan mobil sangat keras ditambah dengan benturan di kepala Mingyu.

THE PERFECT BOY [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang