Pagi yang cerah datang, silau sinar matahari mulai masuk ke celah-celah jendela kamar. Hangatnya sinar matahari berhasil mengusik seorang gadis yang tengah tertidur pulas.
Dia menggeliat malas, sambil mengucek-nguecek matanya Y/N mulai mengecek isi ponselnya. Pukul enam. Huft Y/N masih sangat mengantuk.
Hari ini Y/N harus berangkat ke sekolah, padahal dia benar-benar masih mengantuk karena baru pulang larut malam setelah menjalani rutinitas sepulang sekolahnya yaitu menjaga Mingyu.
Beruntung kemarin Vernon mengantarnya pulang, jadi selama di perjalanan dia bisa tidur sebentar.
Oke skip.
Y/N mulai melangkahkan kakinya malas menuju kamar mandi untuk segara bersiap ke sekolah.
***
"Hufft.." Y/N menghembuskan nafasnya menuangkan segala kejenuhan yang ada dalam dirinya.
Meski banyak murid berlalu lalang, tetap saja terasa sepi dan sunyi. Meski diluar matahari sedang bersenang-senang bersama jutaan ciptaan Tuhan, namun dalam hati Y/N masih tetap ada rasa kehilangan yang tidak tertampik kilau kegembiraan.
Rasa sunyi dan sepi yang begitu mendalam karena hilangnya senyum kegembiraan dari sosok Mingyu. Seseorang yang telah membuat semangat hidup Y/N bertambah. Kesibukan diri Y/N juga ikut bertambah yaitu dengan mengejar-ngejar Mingyu.
Sekarang penyemangat itu masih setia dengan ranjang rumah sakit. Dia sedang mengistirahatkan lelah untuk menyilau seluruh rasa resah, melupakan semua masalah, dan memulai kembali kehidupan yang lebih baik lagi.
Y/N berharap alunan musik yang terdengar di earphone bisa sedikit mengobati kesunyian dirinya, namun tetap saja. Dia malah mengingat Mingyu yang setiap istirahat selalu duduk di bangku taman untuk membaca buku sambil memakai earphone.
Y/N ingin berkumpul bersama kedua sahabatnya, namun Jennie hari ini tidak masuk karena liburan bersama keluarganya sedangkan Jisoo sibuk berduaan dengan Vernon.
Karena sering berlempar cerita satu sama lain, lama kelamaan mereka menjadi dekat dan entah mungkin sekarang sudah berpacaran. Siapa yang tidak kenal Jisoo, playgirl ternama di SOPA dengan mantan yang jika dikumpulkan bisa jadi asrama putra. Bisa juga dia luluh dengan cowok cuek sekaligus hacker handal seperti Vernon. Takdir Tuhan memang sering tidak terduga.
"Y/N!" Seperti ada suara yang memanggil namun terdengar begitu lirih. Saat Y/N membuka mata mencoba mencari asal suara tersebut.
Y/N melihat Jisoo dan Vernon berlari ke arahnya, meneriaki nama Y/N sambil melambai-lambaikan tangan.
Y/N melepas earphonenya saat kedua pasangan tersebut berada di depannya.
"Mingyu.." ujar Jisoo ngos-ngosan habis berlari.
"Mingyu!? Kenapa?" Balas Y/N cepat, dia tidak bisa tenang jika menyangkut nama pacarnya.
"Mingyu.." ulangnya.
"Iya Mingyu kenapa Jis?!"
"Mingyu udah sadar." Kali ini Vernon yang menyahut.
Y/N kehabisan kata-kata. Dengan mulut menganga sedikit tidak menyangka akhirnya seseorang yang selalu ia tunggu-tunggu sudah kembali. Y/N selalu berdoa untuk keselamatan Mingyu, menjaga nya dengan sebaik mungkin, semua usahanya tidak sia-sia.
"Pihak rumah sakit habis hubungin gue katanya Mingyu udah sadar." Lanjutnya.
Tanpa disadari air mata Y/N perlahan meluruh tetes demi tetes rasa lega dan haru tertumpahkan. Dia langsung memeluk Jisoo dengan erat. Jisoo pun juga tersentuh melihat betapa bahagianya sahabatnya saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE PERFECT BOY [END]
Fiksi Penggemar[PROSES REVISI] "Mencintai seorang the most wanted itu mudah kok, karena yang sulit itu mendapatkan hatinya." Kim Mingyu, siapa yang gak kenal sama the most wanted sopa yang satu ini? Ganteng? Oh udah pasti, terkenal? Gak mungkin gak, pinter? Dah la...
![THE PERFECT BOY [END]](https://img.wattpad.com/cover/175886146-64-k378059.jpg)