5🍃

5.2K 646 65
                                        

Please Vote and Comment


🍃

Yohan menjelaskan materi Manajemen kali ini dengan tidak semangat. Entahlah apa yang membuatnya jadi tidak bersemangat hari ini. Sudah kesekian kalinya Yohan menghela nafas kasar. Matanya sesekali melirik kearah kursi yang kosong di ujung sana, kursi yang selalu menjadi tempat Yolan.

Yohan yang kala itu sedang menjelaskan materi tiba tiba terdiam. Membuat semua mahasiswanya menatap bingung asisten dosen di depannya itu. Sekelibat pikiran tentang Yolan muncul di benak Yohan, ada rasa khawatir dengan mahasiswanya yang satu itu.

"Kak? Bisa dilanjut?" Pinta salah satu mahasiswanya.

"Ah? I-iya maaf. Maafkan saya kurang fokus hari ini." Jawab Yohan.

Somi yang duduk di ujung dekat jendela hanya menatap curiga pada tingkah asisten dosennya itu.

"Yolan ga masuk hari ini, tapi kenapa kak Yohan yang gelisah gitu ya? Hmm.. gue curiga nih asdos ada rasa sama Yolan." Batin Somi.

🍃

"Jun lepasin dulu ih!" Yolan melepas paksa tangan Yeonjun yang melingkar di pinggangnya.

Sejak kedatangannya tadi, Yeonjun terus memeluk Yolan. Hal itu membuat Yolan merasa risih, karena kemana pun Yolan pergi Yeonjun terus memeluknya dari belakang. Yolan yang masih menyimpan rasa kesalnya pada Yeonjun itu sudah berkali kali berontak dan berusaha melepaskan pelukan Yeonjun, namun hasilnya nihil.

"Jun aku mau ngomong, lepasin dulu pelukannya." Rengek Yolan, akhirnya Yeonjun mau juga melepaskan pelukannya.

"Kamu mau ngomong apa hm?"

"Kamu ga ada rasa bersalah sama sekali gitu ke aku?" Tanya Yolan yang mulai menatap serius Yeonjun.

"Soal?" Yeonjun balik tanya dengan wajah tanpa bersalahnya. Yolan yang mendengarnya dibuat jengah, ia hanya memutar bola matanya malas.

"Tadi malam. Apa kamu lupa sama janji kamu yang ngajakin aku nonton aladdin?!" Yeonjun langsung membelalakan matanya saat mendengar penjelasan dari Yolan, dan saat itu wajahnya terlihat gusar seolah olah sedang mencari sebuah alasan yang tepat.

"Tadi malam.."

Yolan mengangkat sebelah alisnya saat Yeonjun belum melanjutkan kalimatnya.

"Tadi malam aku ada tugas yang harus aku selesain, deadline nya hari ini jadi aku sibuk ngerjain tugas itu. Maaf ya aku ga kabarin kamu dulu, soalnya aku bener bener dibuat pusing sama tugas sialan itu." Jawab Yeonjun.

Yolan yang pada dasarnya seorang yang pemaaf, jadi ia mencoba untuk memaafkan kekasinya itu. Walau rasa kecewa masih membekas di dirinya sampai saat ini.

🍃

Yohan melangkahkan kakinya memasuki sebuah supermarket di pusat kota. Niatnya kesini adalah untuk membeli buah buahan segar, susu, dan vitamin. Semua yang akan ia beli itu untuk siapa lagi jika bukan untuk mahasiswanya yang sedang sakit itu, untuk Yolan.

Setelah mendapatkan semua keperluannya itu, Yohan segera menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya. Yohan berdiri pada barisan ketiga di antrian kasir. Sampai seseorang dari arah belakang menepuk pundaknya yang membuatnya kaget.

"Hey Yo!"

"Midam?"

"Kebetulan banget kita bisa ketemu disini." Ujar cowok yang tadi yang bernama Midam.

𝐀𝐬𝐃𝐨𝐬 || 𝐊𝐢𝐦 𝐘𝐨𝐡𝐚𝐧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang