30🍃

1.7K 119 19
                                        


Please Vote & Comment

Warning: Mature content
Yang masih dibawah umur harap skip chapter ini.




🍃


Vancouver
04.20 am

Mata sembab itu perlahan terbuka, pertama kali objek yang ia lihat adalah wajah tampan kekasihnya yg masih terlelap. Tangan kekar kekasihnya itu masih setia melingkar di perutnya, dan satu kakinya yang menindih kaki ramping Yolan. Menjadikannya selayaknya guling.

Sebenarnya niat awal Yolan saat terbangun adalah untuk minum, karena tenggorokannya terasa kering setelah lelah berdebat dengan Yohan semalam. Tapi niatnya itu ia urungkan, Yolan lebih memilih untuk semakin membenamkan wajahnya pada dada bidang Yohan yang tidak terbalut apapun. Hangat.

Semalam, keduanya memang terlibat kegiatan panas. Tapi mereka tidak melanjutkan permainan mereka sampai ke tahap inti. Aksi panas mereka terhenti karena Yolan yang terus mengelak dan menuntut penjelasan dari Yohan. Dan pada akhirnya mereka berakhir dalam sesi pillow talk, sebelum Yolan yang terlelap lebih dulu, meninggalkan Yohan yang masih terus bicara.

"Udah bangun hmm?" Tanya Yohan dengan suara serak khas bangun tidur.

Yolan mengangguk, ia semakin menelusupkan wajahnya pada dada Yohan. "Dingin..." gumam Yolan.

Yohan yang menyadari itu, semakin mengeratkan pelukannya. Membawa tubuh Yolan semakin merapat dengan dirinya. Tangan kirinya yang sudah lebih dulu masuk kedalam piyama yang Yolan kenakan guna mengusap punggungnya untuk memberi kehangatan.

"Jam berapa sekarang?"

"Setengah lima pagi." Jawab Yolan, ia sedikit mendongak untuk melihat wajah kekasihnya itu.

"Ini masih terlalu pagi sayang." Yohan tidak bisa untuk tidak mencium yolan jika jarak mereka hanya sedekat ini.

Ciuman Yohan kali ini jauh lebih lembut dibandingkan dengan yang selamam. Lumatan demi lumatan mampu membuat keduanya semakin larut dalam pangutannya. Sampai sampai Yolan tidak menyadari kini Yohan yang sudah berada diatasnya. Nafas keduanya memburu saat pangutan itu terlepas, menyisahkan benang saliva yang menjuntai dari bibir keduanya. Yohan semakin hanyut dalam permainannya, bahkan kini ia mendengus di ceruk leher Yolan sebelum mencium dan mengigit kulit leher jenjang itu untuk memberikan tanda kepemilikannya.

"Hnnghh.. ahh!" Lenguhan itu lolos saat Yohan mengisap kuat colar bone indah milik Yolan.

Tangan yang sedari tadi mengalung dileher Yohan itu, kini mulai meremat kuat rambut Yohan untuk menyalurkan rasa yang mulai bergejolak dalam dirinya. Setelan piyama beserta bra yang Yolan kenakan itu sudah berserakan dilantai kamar. Menyisahkan panties satu satunya kain yang masih membalut tubuh bagian bawahnya.

"Ahhh...mpphh..."

Yohan yang tengan asik mengulum nippel nya itu mendongak sejenak untuk menatap wajah sang kekasih. "Don't bite your lips babe!" Perintah Yohan kala mendapati Yolan menggigit bibir bawahnya guna menahan desahan keluar dari bibirnya.

Tangan kiri Yohan gunakan untuk meremas gundukan milik Yolan yang satunya, sedangkan tangan kanannya menarik turun panties yang masih membalut bagian bawah Yolan hingga terlepas.

Mata Yolan terpejam erat dengan bibir yang sedikit terbuka ketika Yohan mengusap area sensitifnya yang sudah basah. "Kau benar benar basah sayang."

"Akh!"

Tubuh Yolan terhentak kaget, saat jari tengah Yohan masuk kedalamnya. Menggerakannya keluar masuk dengan tempo lambat, sebelum akhirnya ia menambah dua jari lagi yang memasuki milik Yolan.

𝐀𝐬𝐃𝐨𝐬 || 𝐊𝐢𝐦 𝐘𝐨𝐡𝐚𝐧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang