17🍃

3.2K 351 6
                                        


Please Vote & Comment


🍃


Terhitung sudah tiga minggu ini mereka, Yolan dan Yohan menjalin hubungan sebagaimana halnya pasangan kekasih. Yang pastinya berbeda dari yang sebelum sebelumnya, saat mereka sepakat menjadi pasangan kekasih bohongan untuk beberapa hari. Jika sebelumnya hanya Yohan saja yang memiliki rasa terhadap Yolan, sekarang semua rasa yang Yohan punya sudah terbalaskan.

"Kak masih lama ya?" Sudah dua jam semenjak kelas sorenya berakhir Yolan belum juga pulang, ia sengaja menunggu Yohan yang tengah disibukan dengan menyalin kembali data data nilai tugas harian mahasiswa yang ia kerjakan di ruangannya.

"Sebentar lagi ya sayang." Jawab Yohan di sela sela kesibukannya yang sedari tadi memandangi layar laptop nya.

"Masih banyak hm? Perlu aku bantu biar cepet selesai?" Tanya Yolan begitu sampai di meja kerja Yohan.

"Sedikit lagi kok, kamu duduk aja."

"Hmm aku capek duduk terus." Yohan mendongak untuk melihat wajah kekasihnya yang sedang berdiri di sampingnya.

"Duduk sini aja biar ga capek." Yohan menepuk pahanya, seolah memberi isyarat agar Yolan duduk di pangkuannya.

"Ish, kalo aku duduk disitu yang ada kamu ga fokus dan ga akan selesai seleai kerjaan kamu." Sanggah Yolan.

"Hehe.. oke kasih aku waktu sepuluh menit buat selesaiin ini, abis itu kita pulang."

"Eumm.. gimana kalo lima menit?"

"Oke tujuh menit, kasih aku waktu tujuh menit ya sayang." Final Yohan dengan sediki memberi kecupan di punggung tangan Yolan sebagai negosiasinya.


🍃


Lantunan lagu dari ed sheeran yang berjudul perfect itu mengisi keheningan dalam perjalanan mereka pulang. Terdengar beberapa kali Yohan menyanyikan bagian course dari lagu itu.

"listening to our favorite song.
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath.
But you heard it, darling, you look perfect tonight~"

Sebelah tangan Yohan meraih tangan Yolan untuk ia genggam, sesekali Yohan mengecupi punggung tangan Yolan. Membuat Yolan tidak bisa untuk menahan senyumannnya. Ia sedikit terenyuh melihat bagaimana Yohan memperlakukannya dengan lembut.

"Besok weekend, gimana kalau kita adain quality time?."

"Hmm sounds good, kebetulan aku juga lagi butuh piknik nih kak. Aku akhir akhir ini dibuat stress sama tugas." Balas Yolan dengan bibir yang mengerucut lucu.

"Hey, ngerjain tugas itu dibawa santai aja. Jangan terlalu diporsir yang malah jatuhnya bikin kamu jadi stress."

"Gimana ga diporsir kalau kamu aja ngasih tugas Manajemen dengan waktu deadline yang sebentar." Yohan menahan diri untuk tidak tertawa melihat tinggah Yolan saat ini.

"Kan demi nilai kamu juga."

"Tau ah!"

"Eiy, kok jadi ngambek sih sayangnya aku." Yohan menekan pipi Yolan sehingga membuat bibirnya semakin mengerucut. Syukurlah karena mobil mereka sedang berhenti karena lampu lalu lintas sudah berwarna merah. Yohan memanfaatkan kesempatan untuk mencuri satu ciuman dibibir Yolan.

"Ck! ahh rese! Nyetir yang bener." Protes Yolan yang langsung mendorong Yohan untuk kembali ke tempatnya.

"Ini kan masih lampu merah sayang." Gemas melihat tingkah kekasihnya yang sedang merajuk itu, Yohan segera menariknya ke dalam dekapannya.

𝐀𝐬𝐃𝐨𝐬 || 𝐊𝐢𝐦 𝐘𝐨𝐡𝐚𝐧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang