#1 - BTS 08/25/19
Menikahi Babysitter putraku secara kontrak apa salahnya? Aku melakukan ini hanya karena ingin menolongmu! Kau hanya perlu menandatangani surat dan bekerja seperti biasa mengurus putraku!
Aku sudah kembali ke rumah. Membersihkan dan mendandani diri secantik mungkin untuk menyambut seseorang.
Seseorang yang bisa membuatku mati tergantung oleh kedua orangtuaku.
Apa yang sudah ku lakukan sebenarnya?
Menandatangi kontrak gila tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
"Aku bisa gila.. Kali ini aku yang gila!"
Aku mendengar suara klakson mobil dan aku penasaran. Aku berlari menuju jendela kamarku untuk melihat siapa yang datang.
Benar.. Dia! Pria gila yang akan meledakkan jantungku malam ini! Lebih baik aku menemuinya dahulu. Sebelum ia bertemu kedua orangtuaku dan berbicara macam-macam.
Aku berlari menuju pintu utama rumahku lalu membukanya.
Astaga!
Dia.. Dia tampan sekali. Sungguh! Aku tidak pernah melihatnya setampan ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku tampan? Ya.. Aku tau.. Mana ibumu?"
Aish! Aku menyesal berpikiran seperti itu. Tapi.. Tunggu! Kenapa dia bisa membaca pikiranku? Apa dia menyewa dukun malam ini?
Dia menerobos masuk kedalam rumah. Tidak sopan! Aku bahkan belum mempersilahkannya masuk.
"Dimana Hyungbin?" Aku penasaran. Kenapa dia datang bersama Hyungbin.
"Aku titipkan sementara bersama neneknya.. Ibu Haebin"
"Oh.."
Aku berjalan, baru saja akan menyuruhnya duduk, ibuku datang bersama ayahku.
Kim Mina! Tamatlah riwayatmu malam ini!
"Eoh.. Siapa dia, Mina?"
"Ah.. Di.. Dia--"
"Annyeong haseyo eommanim.. Perkenalkan namaku Kim Taehyung.. Calon suami Mina"
#DEG!
Matilah sudah.. Aku pasti mati malam ini. Aku tidak mau menatap mereka. Lebih baik aku menunduk. Cari aman!
"Apa? Calon suami? Tunggu.. Kenapa dadakan sekali.. Apa yang terjadi sebenarnya?"
Aku tidak mau menjawab. Aku tidak punya jawabannya.
"KIM MINA!"
"Ne?!" Astaga aku kaget mendengar bentakan ibuku.
"Cepat jelaskan.. Atau jangan-jangan kau sedang hamil?"
"Appa.. Tidak.. Tidak seperti itu.. Aku tidak hamil.. Ah dia.. Dia itu.. Pacarku! Ya.. Dia pacarku selama ini"