23. Health And Well-Being Feelings

160 81 23
                                        

Aku nepatin janji, kan? wkwk.
Mari bayangkan indahnya kolam renang di halaman belakang ini:)

Banyak typo, maklumin ya, belum di revisi.
Happy reading.

Happy reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Mengerjap, kerjapan dalam balut lelah. Ichi mengerjap sekali lagi, terbaring tidak ingin bergerak. Persetan kalau tubuhnya masih tampak polos tanpa sehelai pun benang. Dan mengerjap lagi yang tak jauh dari tampang bodoh, hingga membuat Yoon tersenyum melihat wajah tolol Ichi.

Yoon menarik selimut, kini membebat tubuh mereka berdua dengan selimut dua lapis yang hangat. Yoon masih tatapi wajah istrinya lamat-lamat, menemukan lelah di raut paras yang hanya suguhkan diam.

"Tidur, Chi." Ucap Yoon lebih seperti berbisik, dia menyelipkan helaian rambut dengan balur peluh itu ke belakang telinga Ichi.

Ichi hanya mengangguk. Mengerjap sekali lagi dengan pelan sebelum dirinya putuskan untuk memejam dan menikmati gejolak hangat yang masuk ke dalam tubuhnya.

Ada permainan malam ini. Hebat sekali harus menghabisi empat kali dalam satu malam. Siapapun tidak pernah bisa bayangkan kalau sekali permainan saja lebih dari banyak hentakan masuk dan keluar. Dan Ichi seperti orang tolol yang dihabisi Yoon seolah bermain tanpa akal. Hebat sekali memikirkan harus merasa nyeri teramat sangat pada bagian intinya keesokan hari. Ichi hanya tidak menyangka, mengapa harus banyak orang yang senang bermain ranjang kalau besoknya terpaksa harus menanggung buah nikmat kesakitan.

Sedangkan Yoon. Suami Ichi itu masih menatap istrinya lamat-lamat, mengelus pelan rambut Ichi pada seputaran pelipis hingga telinga, dan sesekali mengelus pipi. Tidak ada kata, pendengar Yoon hanya menangkap suara deru penghangat ruangan, jarum yang berdetak pada jam dinding, dan hela pelan napas lelah Ichi dan dirinya yang saling beradu mengisi ruang dua inchi di antara mereka.

Yoon tersenyum kecil melihat Ichi.

Jika dirinya bisa, Yoon ingin mengajak Ichi ikut serta turun ke bawah dan bercengkerama bersama Jyira. Tetapi Yoon tahu itu mustahil, karena akan ada banyak hal yang akan menyakiti hati Ichi tanpa bisa istrinya itu cegah.

Maaf, Chi.

Itu lagi yang bisa diucap. Untuk banyak alasan pasti, hanya itu stok kata yang ada dalam kamusnya.

Malam ini tak ada cara lain selain meniduri Ichi dengan bercinta, Yoon tahu Ichi tidak akan bisa tidur nyenyak di tempat-tempat baru, maka dari itu dengan cara membuatnya terlalu lelah akan cepat membuatnya tertidur. Ia lebih dari tahu kalau malam ini Ichi enggan melakukan, akan tetapi dirinya lebih tahu kalau malam ini Jyira akan berada di vila semalaman penuh. Tentu saja ia tidak bisa membiarkan keduanya saling bertemu.

Ia lebih tau Ichi bagaimana, dan dirinya juga tahu Jyira bagaimana.

Yoon mengecup kening Ichi sekilas saat menyadari sepertinya istri kecilnya itu sudah terlelap.

HELLUVATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang