5.Terima Perjodohan

3.6K 95 12
                                        

Nico berjalan di lorong rumah sakit setelah ia mendapatkan panggilan dari ayahnya. Ia terus berjalan mencari ruang VIP Gedong Gincu yang dimaksud ayahnya tadi ditelepon.

[ Kamar rawat inap VIP Gedong Gincu ]

Nico membaca tulisan diatas pintu ruangan tersebut,setelah dirasa sudah benar ia langsung saja mendorong pintu ruangan tersebut.

Nico terbelalak saat melihat Emma berada di ruangan ini.

"Lo," ucap Nico dan Emma berbarengan.

"Kenapa lo ada disini?" Tanya Emma penuh selidik.

"Ya gue disuruh bokap gue kesinilah. Lo sendiri ngapain disini?"

"Wait,wait,wait, apa lo anaknya om Edy?" Tanya balik Emma.

"Iya."

Emma mengusap wajahnya kasar, "apa jangan-jangan lo yang mau dijodohin sama gue?"

"Mana gue tau," jawab Nico yang langsung mendudukkan bokongnya dikursi stainless samping Bunda dan ayahnya.

Orang tua Nico dan orang tua Emma hanya tersenyum saja melihat anak-anaknya.

"Jadi gimana?"tanya Andy

"Jadi gimana apanya pa?"tanya Emma bingung.

"Kalian kesinikan sudah memikirkan matang-matang apa yang akan kalian jawab, Jadi terima apa tidak perjodohan ini?" Ucap Edy ayahnya Nico.

"Nico terima perjodohan ini yah,"ucap Nico lantang.

"Sayang,kamu terima apa tidak?"tanya Ellyn mama Emma.

"Iya,aku terima ma.Ini demi papa."ucap Emma tersenyum sendu.

"Lebih baik dipercepat aja Pak Edy,"ucap Andy papa Emma.

"Yaudah,sekarang kita serahkan kepada istri kita aja untuk mengatur tanggalnya," jawab pak Edy

"Gimana kalau minggu depan aja?"tanya Mila bunda Nico.

"Apa..Minggu depan?"teriak Nico dan Emma berbarengan. Setelah itu mereka saling berpandangan.

"Bun,kenapa cepet banget?"keluh Nico

"Lebih cepat lebih baik,"ucap bunda Nico sambil tersenyum.

Emma hanya menghela nafas pasrah saja. Terserah para orang tua saja.

"Emma besok pulang sekolah,ke butik bunda ya..buat fitting baju pengantinnya.Entar pulang sekolahnya bareng sama Nico,"ucap bunda Nico kepada Emma.

Emma menghembuskan nafas beratnya, "iya Tante,"

"Nico,awas besok pulangnya bareng sama Emma!" Tegas bunda

"Iya bundakuuu,"ucap Nico malas.

"Mama,papa,tante,om,Emma keluar dulu ya sebentar,"ucap Emma meminta izin.

"Iya sayang."jawab bunda Nico dan Mama Emma berbarengan.

Emma keluar dari ruangan kamar inap ayahnya.Ia berjalan di koridor rumah sakit menuju taman yang ada dirumah sakit ini. Ia hanya ingin menyegarkan pikirannya saja.

Emma duduk dikursi taman rumah sakit,Ia memejamkan mata sejenak.Emma mengusap wajahnya frustasi.

"Gimana dengan Chris?"tanya Emma pada dirinya sendiri.

Iya,Chris Reynolds adalah pacar Emma dari kelas 2 SMA.

"Putusinlah,"ucap Nico enteng. Yang tiba-tiba datang dan duduk disamping Emma.

"Enteng banget ya lo nyuruh gue buat putus sama pacar gue.Dasar Jomblo."ucap Emma kesal.

"Bentar lagi gue punya istri,"

"....."

"Dan istrinya itu elo,"

"Terus?"tanya Emma tanpa menoleh ke arah Nico.

"Ya,lo harus putuslah sama pacar lo,kan lo bentar lagi punya suami dan suaminya itu gue,"

"OGAH!!" Teriak Emma didepan wajah Nico, "Belum jadi suami aja,udah ngatur-ngatur,gimana kedepannya."ucap Emma mendecih.

Hening.Keduanya sama-sama diam tidak ada lagi yang memulai pembicaraan,mereka sama-sama memikirkan masa depannya.

Emma tiba-tiba memulai pembicaraannya,ia sangat kepo dengan Nico,kenapa waktu pas di ruangan kamar inap ayahnya,Nico menjawab dengan sekali tarikan nafas dan sangat lantang.

"Hmm Nico,gue mau tanya," ucap Emma

"Tanya aja,"

"Lo kenapa terima perjodohan ini?"tanya Emma yang sudah kepo akut.

"Karna...."

"Karna apa?"

"Karna...."

"Karna apa Nicoooo,"

"Karna lo,"

"APAAAA,"teriak Emma kaget.

"Gue bercanda,Ya karna ini demi ayah bunda gue lah."

Huh.Hampir saja kena serangan jantung. Batin Emma.


--oOo--

Maaf kalau ceritanya ngaco,kalau gak suka gak usah dibaca:)

Oke thanks

Salam manis dari
Istri sahnya Lin Yi

Mahmud dan PahmudCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang