"Haikal? Apa aku... Boleh bertemu orang tua mu?"
*Deg!!!
Saat itu, aku benar-benar dikejutkan oleh permintaan nya. Kenapa dia ingin bertemu dengan kedua orang tuaku? Apa dia penasaran dengan keberadaan kedua orang tuaku?
"Ah? Na-navya... Sepertinya, sekarang kamu tidak bisa bertemu mereka... " Ucapku sedikit gemetar karena berusahalah untuk berbohong.
Aku begitu takut, aku belum mempunyai keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya. Aku belum bisa mengatakan bahwa kedua orang tuaku telah pergi meninggalkan kami, aku tidak bisa mengatakan padanya bahwa mereka sama sekali tidak peduli pada kami anak-anaknya. Aku tidak ingin dia berpikiran hal-hal yang negatif tentang keluarga ku. Awalnya, itulah yang aku pikirkan...
"Kenapa? Kenapa kamu mengatakan hal itu? Kamu tidak mencoba untuk membohongi ku kan?" Tanya Navya penasaran.
Pertanyaan Navya yang meminta kepastian saat itu membuat ku semakin takut, mulut ku seakan-akan terkunci dan tidak mampu untuk mengatakan apapun. Karena dari awal aku sama sekali tidak pernah memikirkan hal ini akan terjadi. Aku melihat wajah nya yang terlihat sangat penasaran..
"... Kamu? Tidak merindukan kedua orang tuamu?" Tanya Navya tiba-tiba.
*Deg!!!
Kenapa?! Kenapa dia menanyakan hal itu seolah-olah ia sudah tau segalanya? Kenapa menjadi seperti ini? Saat itu ia juga pernah mengatakan suatu hal yang mengingat kan ku dengan masa lalu.
"... Hey, Haikal? Aku... Mengerti perasaan mu... Kau, pasti merindukan sosok kedua orang tuamu, kan? Adikmu... Juga sama kan?" Ucap Navya sambil menundukkan kepala nya.
"A-apa maksud mu? Kenapa kau mengatakan hal itu seolah-olah kamu mengenal ku lebih jauh??" Tanya ku bingung.
Aku bingung dan juga kesal, aku bingung karena ia bisa tau apa yang terjadi dengan kehidupan ku dan keluarga ku. Aku kesal karena dia berbicara seolah-olah ia tau semua tentang ku. Kenapa?! Padahal aku dan dia belum kenal lama, tetapi kenapa dia bisa mengetahui begitu banyak tentang ku?
"... Haikal? Bagaimana... Kalau kau bertemu dengan ibu mu?"
*Deg!!
"A-apa maksud mu?! Bagaimana mungkin aku ingin bertemu dengan orang yang telah meninggalkan anak-anaknya sendiri demi pria lain?!" Ucapku kesal dan marah.
Aku ingat, saat itu aku begitu kesal dan juga marah. Hingga sampai saat ini pun, aku masih mengingat nya dengan jelas. Ditaman itu, aku meluapkan amarahku dihadapan nya. Aku juga merasa sangat kesal padanya karena dia berbicara seolah-olah ia mengerti perasaan ku. Aku juga melihat wajahnya yang sangat terkejut, aku salah karena mengatakan hal yang seharusnya tidak aku katakan. Seharusnya ia tidak boleh tau tentang hal ini, tetapi kemarahan telah menenggelamkan ku kedasar laut yang amat dalam.
"Haikal... Kamu tidak boleh mengatakan hal itu... Walaupun begitu, beliau adalah ibu mu kan? Ibu kandung mu.." Balas Navya dengan suara pelan.
"... Ck!! Kau tidak tau apa-apa! Kau tidak akan mengerti bagaimana perasaan ku saat itu! Disaat kau ditinggal pergi oleh ibumu disaat kau masih membutuhkan kasih sayang nya!" Bentak ku.
Saat itu, aku benar-benar marah. Kenapa? Padahal aku sudah berjanji tidak akan mengatakan hal buruk kepadanya lagi, aku tidak ingin menyakiti perasaan nya lagi. Tapi... Kenapa?!
"... Maaf, Haikal... Mungkin kamu benar bahwa aku tidak akan bisa mengerti perasaan mu... Tapi, aku mohon kamu mengerti... Meskipun kamu membencinya, beliau tetap lah ibumu... Ia pasti memiliki alasan untuk melakukan semua itu..." Balas Navya pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kenangan Bersama mu
Novela JuvenilAku hanyalah cowok biasa yang cupu dan pengecut. Aku sama sekali tidak memikirkan orang-orang yang selama ini mempermainkan ku. Disaat aku terpuruk, putus asa dan ingin mengakhiri semuanya. Dia datang mengulurkan tangannya kepada ku, hingga pada akh...
