Konflik

116 11 2
                                        

Aku selalu berpikir, bahwa kau adalah seseorang yang menyimpan banyak misteri...

Pagi itu sangat lah cerah, mentari pagi yang selalu memancarkan sinarnya tanpa mengenal tanda lelah, burung-burung yang berkicau dan beterbangan karena girangnya, bunga-bunga dan pepohonan yang basah karena embun pagi serta udara segar yang sangat sejuk.

Saat itu, seperti biasanya aku telah bersiap-siap untuk segera berangkat kesekolah. Namun, sebelum berangkat aku sudah menyiapkan sarapan untuk adikku, Lita.

"Lita? Kakak pergi dulu ya, sarapan mu sudah kakak siapkan... " Ucap Haikal sambil memasang sepatu.

"Ohh? Iya kak... Hem? Apa ini benar-benar kak ikal?? " Balas Lita dengan suara ngawur karena baru bangun tidur.

"Heh?! Pertanyaan apa itu? Tentu saja ini kakak mu... " Jawab Haikal dengan wajah bingung.

Saat itu, aku dikagetkan dengan perkataan Lita yang tiba-tiba ngawur. Mungkin itu karena dia baru saja bangun tidur. Bahkan, aku melihat bi Minah yang tersenyum kepadaku.

"Sepertinya non Navya benar-benar memperhatikan nak Haikal ya... Syukur lah... " Ucap Bi Minah sambil tersenyum.

Saat itu, entah kenapa wajahku terasa sangat panas dan dadaku berdebar tidak menentu. Karena panik, aku langsung berdiri dan mengambil tas ku dan segera pergi kesekolah.

.

.

.

Sesampainya disekolah, aku langsung menuju ke koridor untuk segera masuk kedalam kelas. Tetapi, Lagi-lagi aku dibuat panik oleh tatapan mereka yang selalu tertuju kepadaku. Sehingga aku merasa ada yang aneh dari diriku yang membuat mereka tidak berhenti memperhatikan dan membicarakan diriku.

"Eh?! Bukannya itu Haikal ya? Anak kucel dari kelas sebelah, kan? " Ucap salah satu siswa yang ada di Koridor.

"Ah! Benar!... Kenapa dia tiba-tiba berubah seperti itu? " Balas seorang siswa yang lain.

"Heh?! Kau tidak tau? Dia kan sedang dekat sama siswi baru dikelas nya itu... Dan yang mengejutkan nya lagi, siswi itu adalah putri sulung dari keluarga Verly! Kau tau itu kan?! " Jawab temannya lagi.

"Hah?! Benar kah?! Wah... Ini kesempatan! Aku dengar dia sangat cantik juga kan! Pantas aja anak kucel ini berubah, ternyata dia mau dekatin siswi baru itu? Haha!!! Mau sampai kapan pun, yang kotor, tetap lah kotor! Haha!!! "

(Deg!!!)

Saat tidak sengaja mendengar perkataan siswa dari kelas sebelah, membuat ku menjadi bungkam dan tidak dapat berkata apapun. Mendengar perkataan mereka membuat ku sadar akan diriku, bahwa aku ini adalah anak pengecut dan tidak akan bisa lebih dari itu. Bahkan, sorotan mata mereka lebih tajam dari apa yang pernah aku bayangkan selama ini. Sehingga, tubuhku menjadi gemetar dan pikiran ku pun kembali tidak tenang.

"Percuma saja aku berubah... Pandangan mereka terhadapku akan tetap sama... " Bathin Haikal.

Saat itu, dengan langkah yang lunglai, aku berjalan menelusuri koridor dan menuju kearah kelas. Dengan menundukkan Kepala ku karena tidak ingin melihat tatapan mereka yang sangat membuat ku merasa sangat takut.

Sesampainya dikelas, Lagi-lagi aku hanya mendapatkan sorotan mata yang tajam dari teman-tema yang ada dikelas. Namun, aku mencoba untuk menguatkan hati dan tetap melangkah menuju bangku ku. Disaat aku melihat bangku disamping kanan ku yang masih kosong, aku semakin merasa sangat panik.

"Dimana dia?... Kenapa dia belum datang?... Biasanya jam segini dia sudah duduk di bangku nya.... Dan tersenyum.... " Bathin Haikal.

Saat itu, aku merasa sangat cemas dan panik saat dia belum juga datang. Padahal, jam sudah menunjukkan pukul 07: 30, Dan sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Aku selalu melirik kearah pintu masuk berharap dia datang dengan senyuman nya yang akan membuat ku lebih tenang.
Aku merasa, dialah satu-satunya orang yang akan mengerti dengan keadaan ku saat itu, tubuhku yang masih gemetar karena selalu saja mendengar desas-desus dan suara bisikan teman-teman sekelas yang menyebut kan namaku, aku panik, sangat panik sehingga aku tidak bisa berpikir secara tenang lagi.

Kenangan Bersama muCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang