Dibawah Hujan(2)

221 19 1
                                        

Untuk pertama kalinya matahari kembali menyinari hari ku yang begitu kelam...

Saat itu, langit masih saja menangis dengan begitu derasnya Membasahi bumi, dan Suara rintik hujan yang mengiringi isak tangis ku. Saat itu, aku sudah putus asa untuk kesekian kalinya, setelah orang yang membenci ku puas memukuli ku saat itu dan mengatakan hal-hal yang membuat luka ini semakin membesar, disaat itulah aku mulai memikirkan hal-hal yang menyedihkan.

Aku terduduk disebuah lapangan besar yang sangat sepi. Disana, aku berteriak meluapkan segala kesedihanku. Layaknya seperti orang yang tidak mempunyai arah tujuan dan dengan tatapan yang begitu menyedihkan kan. Aku sadar, bahwa aku hanyalah anak cowok yang pengecut dan selalu menjauh dari semua orang. Tetapi, aku begitu kesal dan marah jika harus menyadari kesalahan ku sendiri.

"Hiks!! Kenapa?!! Aku hanya ingin bahagia!!! Tapi kenapa sangat sulit bagiku untuk mendapatkan kebahagiaan itu?!! Kenapa!!!! Hiks!!!! Kenapa harus aku?!! Kenapa?!!! "

Saat itu aku hanya bisa berteriak dan mempertanyakan sebuah hal yang pasti nya aku sendiri pun juga tau jawabannya. Aku benar-benar putus asa, saat itu aku sudah tidak punya sedikit harapan untuk tetap berada didunia yang sama sekali tidak menginginkan ku.

Benar... Saat itu, hingga....

"Apa kamu akan menyerah begitu saja?? "

Saat itu, aku dikagetkan dengan suara seorang gadis yang menghampiri ku sambil menyodorkan payung yang ada di tangannya. Perasaan ku tiba-tiba berkecamuk tidak menentu, aku tidak berani mengangkat Kepala ku dan menatap nya.

"Ada apa? Kenapa kamu menunduk kan kepala mu?"

Lagi-lagi dia bertanya kepadaku, perasaan ku tidak menentu, rasanya aku sangat kesal karna dia tiba-tiba datang menghampiri ku dan pura-pura peduli padaku. Aku mengepalkan kedua tangan ku dengan sangat erat.

"Jangan... Kau jangan sok peduli padaku! "

Entah apa lagi yang merasuki ku saat itu, dengan ketus nya aku mengatakan hal yang begitu menyakitkan. Namun, saat itu aku tidak mendengar apapun dari gadis yang ada didepan ku itu. Pikiran ku sudah melayang kemana-mana. Aku bahkan sempat berpikir bahwa dia saat itu sedang menertawai ku yang terlihat menyedihkan ini.

"Kamu tidak seharusnya seperti ini... Apa kamu akan menyerah dengan keadaan seperti ini?"

Lagi-lagi dia kembali bertanya hal yang sama kepadaku. Setelah cukup lama aku mengingat, akhirnya aku sadar bahwa gadis yang ada didepanku saat itu adalah gadis yang sama dengan yang meneriaki ku di malam itu.

"Ada apa? Kenapa kamu diam saja? Apa kamu mendengarkan aku?? "

Saat itu, emosi ku sudah mulai meluap. Rasanya aku begitu kesal dengan ucapan dan pertanyaan nya yang sok peduli seperti itu.

"Kenapa kau bisa disini, hah?! Apa kau ingin menertawai ku?!! "
Ucap Haikal dengan suara membentak.

Saat itu aku sangat kesal, aku sudah tidak bisa lagi menahan emosi ku. Hingga akhirnya aku meluapkan emosi ku kepadanya. Aku berpikir, dia itu sama saja seperti teman-teman ku yang lain, yang selalu senang disaat melihat ku menderita. Tertawa disaat aku menangis. Itulah yang aku pikirkan tentang nya.

"... Apa kamu sama sekali tidak memikirkan orang-orang disekitar mu? Apa kamu berpikir semuanya akan baik-baik saja saat kamu tidak ada lagi? Apa kamu tidak pernah memikirkan orang yang saat ini membutuhkan mu? Kalau kamu memikirkan semua tindakan ini hanya untuk dirimu sendiri, kamu adalah orang yang egois...! "

(Deg!!!)

Saat itu, hatiku bagaikan dihantam oleh karang yang sangat keras. Begitu menyakitkan, tetapi aku menyadari apa yang dikatakan nya saat itu memang benar adanya. Aku selalu memikirkan diriku sendiri, aku sama sekali tidak pernah memikirkan orang lain. Aku ini benar-benar cowok yang egois. Tetapi, aku masih tidak bisa untuk menerima kenyataan tentang diriku sendiri. Justru, aku malah membentak dan memarahinya.

Kenangan Bersama muCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang