*BRUK!!!
(Deg!!!)
"NAVYA!!!!"
Saat itu, aku baru saja melihat ia tersenyum manis seperti biasanya. Namun, siapa sangka? Bahwa dibalik senyumannya itu tersimpan suatu kenyataan yang membuat hatiku kembali bergetar. Aku melihat nya yang sudah terjatuh ditanah dengan darah yang terus mengalir di hidungnya. Tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung berlari dan menghampiri nya. Saat itu aku melihat wajahnya yang terlihat sangat pucat, aku mencoba menggenggam kedua tangannya. Namun, tangan kecil yang awalnya hangat kini kembali dingin seperti es. Tentu saja situasi saat itu membuat ku sangat panik.
"Navya?!! Navya?!! Bangun! Bangun Navya!! " Teriak ku.
Namun meskipun aku sudah berteriak memanggil namanya, ia masih saja tidak membuka kedua matanya. Para petugas di taman bermain yang melihat dan mendengar teriakan ku saat itu langsung datang menghampiri. Tampak dari wajah mereka yang sangat terkejut dan juga panik.
"Ayo cepat kita bawa kerumah sakit!! " Ucap salah satu petugas taman bermain.
Dengan cepat, mereka langsung membawa Navya kerumah sakit dengan menggunakan sebuah mobil milik salah satu petugas taman bermain. Karena jarak taman bermain dengan rumah sakit lumayan jauh, sang petugas mengendarai mobil dengan sedikit menambahkan kecepatan. Selama diperjalanan, aku hanya melihat wajah Navya yang semakin terlihat sangat pucat. Jantung ku seakan berhenti berdetak karena panik dengan apa yang terjadi.
"Navya? Apa yang terjadi padamu... Kenapa kamu seperti ini? " Gumamku.
Aku hanya bisa memanggil namanya dengan suara yang sudah gemetar karena ingin sekali untuk menangis. Aku benar-benar sangat takut jika terjadi sesuatu pada Navya. Tak lama kemudian, kami pun tiba di rumah sakit yang ada dipusat kota.
.
.
.
"Dokter!!! Dokter!!!" Teriak salah satu petugas taman bermain.
Saat itu kami telah berada didalam rumah sakit, Seorang petugas taman bermain langsung memanggil dokter. Ia terlihat sangat panik, tak lama kemudian seorang dokter pun datang.
"Ada apa, pak? " Tanya dokter.
"Dokter! Cepat tolong anak ini...! " Ucap sang petugas taman bermain.
(Deg!)
"Suster!! Cepat bawa pasien keruang UGD!!! " Ucap sang dokter.
Dengan perintah sang dokter, para suster dengan sigap membawa Navya ke ruang UGD. Saat itu, aku hanya bisa duduk diam dikursi tunggu dengan wajah yang sangat cemas. Hati dan pikiranku benar-benar tidak bisa tenang, aku sangat khawatirkan dengan keadaan Navya.
"Nak? Kamu sudah mengabari keluarga teman mu? " Tanya salah satu petugas taman bermain.
"Ah? Belum... Saya akan mengabari mereka, pak... " Ucap ku pelan.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu ya, nak... Semoga temanmu baik-baik saja, ya... " Ucap salah satu petugas sambil tersenyum.
Saat itu, aku hanya menganggukkan Kepala ku saja, setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah sakit. Saat itu, pikiran ku sangat kacau. Bagaimana kalau keluarga Navya marah setelah tau anak mereka dibawa kerumah sakit? Pikiran ku benar-benar dipenuhi oleh pertanyaan yang sangat tidak jelas. Akhirnya aku memutuskan untuk mengabari keluarga nya, karena mereka pasti sangat mengkhawatirkan Putri mereka. Dengan mengumpulkan segala keberanian, aku mengambil handphone milik Navya ditasnya. Dikontak HP nya, terdapat sebuah nomor dengan nama "Mama". Aku langsung mengetuk nomor itu dan terdengar lah suara bahwa panggilan tersambung. Jantung ku semakin berdetak sangat kencang tidak karuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kenangan Bersama mu
Fiksi RemajaAku hanyalah cowok biasa yang cupu dan pengecut. Aku sama sekali tidak memikirkan orang-orang yang selama ini mempermainkan ku. Disaat aku terpuruk, putus asa dan ingin mengakhiri semuanya. Dia datang mengulurkan tangannya kepada ku, hingga pada akh...
