Kembali

94 12 0
                                        

Hari itu, dia datang dengan wajah yang murung. Hal itu membuatku sangat bingung, dia menghampiri ku dan mulai membuka pembicaraan. Aku sangat ingat dengan jelas, disaat aku berjanji akan memenuhi keinginan nya. Dan disaat itulah dia meminta ku untuk memenuhi permintaan terakhir darinya. Awalnya aku berpikir semua permintaan nya hanya sebuah keinginan yang harus kulakukan,dia meminta ku untuk ikut bersamanya selepas pulang sekolah.  Tetapi aku tidak pernah membayangkan bahwa permintaan nya saat itu akan merubah seluruh hidup ku.

Dia mengajak ku kesebuah taman yang ada dipusat kota, awalnya aku bingung kenapa dia mengajakku ketaman? Dengan sedikit memberanikan diri aku menanyakan hal itu padanya.

"Hey? Kenapa kamu membawa ku kemari?" Tanya ku sambil menaikkan alis kiriku.

Awalnya dia hanya diam mematung tidak menjawab apapun pertanyaan ku. Hal itu membuat ku canggung, aku tidak mengerti situasi apa yang terjadi dihari itu. Setelah lama ia terdiam, ia pun angkat suara.

"Haikal? Berjanji lah jika kamu tidak akan lari lagi dari kenyataan..." Ucapnya tiba-tiba.

*DEG!!!

Saat itu aku terdiam mendengar perkataan nya. Memang benar, dia aneh sekali. Kenapa dia tiba-tiba mengatakan hal seperti itu?

"Apa maksud mu? Aku tidak mengerti..." Ucapku dengan wajah yang bingung.

"Haikal, kamu harus berjanji tidak akan lari lagi dari kenyataan! Dan kamu harus bisa menerima apapun yang terjadi nanti nya..." Ucapnya dengan wajah serius.

Dengan wajah yang bingung aku justru menganggukkan kepala ku. Ia terlihat sangat senang karena aku bisa mengerti dengan maksud ucapannya.

"Lalu? Kenapa kita ada di sini?" Tanya ku lagi.

"Ada yang ingin bertemu dengan mu... Orang yang sangat merindukan dan menyayangi mu..." Ucapnya sambil tersenyum.

Aku semakin bingung, apa maksud nya ada orang yang ingin bertemu dengan ku?

"... Kamu sudah besar ya, Haikal..."

*DEG!!!

Tiba-tiba jantung ku seakan berdetak dengan sangat kencang. Aku mengenal suara itu, suara lembut yang sangat aku rindukan. Tetapi juga suara yang telah membuat hati ini terluka. Aku langsung menoleh kebelakang dan disana aku melihat seorang wanita paruh baya yang terlihat tersenyum tetapi juga menangis. Seketika aku tertegun melihat sosok wanita yang ada dihadapan ku saat itu, aku mematung dan mulut ku seakan menjadi sangat kaku untuk berkata-kata. Dia datang dan langsung memeluk erat diriku.

"Haikal! Hiks! Ini ibu, nak! Ibu sangat merindukan mu!..."

*DEG!!!

Aku terdiam didalam pelukannya, ingin rasanya aku membalas pelukan hangat ibuku. Tetapi entah kenapa hati ini seakan menjadi sangat sakit, sangat sakit dan rasanya seperti tertusuk duri. Aku mendengar suara tangisan ibuku dan air mata yang terus mengalir deras membasahi wajahnya.

"Haikal!... Hiks! Maafkan ibu, nak! Maaf karena ibu telah meninggal kan mu dan juga Lita! Hiks! Maaf nak!" Ucapnya yang masih memeluk erat diriku.

Aku merindukannya, tetapi aku juga membenci ibuku. Saat itu aku telah ditelan oleh rasa kebencian yang membuat ku menjadi seseorang yang berbeda. Dengan cepat aku melepaskan pelukan ibuku, tampak wajah ibuku yang terlihat sangat shock atas apa yang kulakukan. Kesal, marah, sedih, dan kecewa semuanya bercampur menjadi satu sehingga perasaan ku kacau. Saat itu aku benar-benar sangat emosi sehingga aku mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak aku katakan.

"Kenapa... Kenapa ibu datang setelah ibu meninggalkan kami selama ini?!! Apa ibu tahu apa saja yang harus kami jalani setelah kalian pergi meninggalkan kami?!!! Hiks!!! Apa kalian tidak berpikir semenderita apa kami setelah kalian pergi?!!! Hiks!!! Kenapa ibu datang setelah menoreh luka yang begitu dalam?!!" Teriak ku sangat marah.

Kenangan Bersama muCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang