Janji

108 10 2
                                        

Suara langkah kaki ku terdengar dengan cukup jelas saat menelusuri lorong rumah sakit. Rumah sakit saat itu diramaikan oleh para pasien dan juga orang-orang yang datang untuk menemani keluarga ataupun kerabatnya. Disaat yang sama ditangan kananku sudah terdapat sebuah bingkisan yang akan aku berikan untuk nya, tetapi entah mengapa aku menjadi sangat gugup. Mungkin karena selama ini aku belum pernah untuk menemui seseorang dirumah sakit sehingga kejadian itu menjadi suatu hal yang baru bagiku.

Akhirnya aku menyadari, rasa gugup dan khawatir ini mungkin saja karena aku yang sama sekali tidak tau diruangan mana ia dirawat. Aku sempat kebingungan, aku mencoba untuk menanyakan kepada suster yang ada disana. Tetapi mereka terlihat sangat sibuk sehingga aku menjadi ragu untuk menanyakan nya. Bagaimana mungkin aku ingin menjenguk nya tetapi aku sendiri tidak tau diruangan mana ia dirawat?! Saat itu aku menjadi bingung sendiri, aku tidak tau kepada siapa aku akan bertanya. Aku berdiri di lorong rumah sakit dengan wajah yang kebingungan.

"... Eh? Haikal? "

Aku tiba-tiba dikagetkan oleh suara seorang wanita paruh baya yang menyebut namaku, aku langsung membalikkan tubuhku kearah datangnya suara. Disana aku melihat seorang wanita paruh baya yang tak asing lagi bagiku.

"Eh? A-anda memanggil saya? " Ucapku sedikit bingung.

"Ternyata memang kamu ya, nak? Syukur lah... Tante pikir kamu tidak akan datang kemari... " Balas wanita paruh baya itu sambil tersenyum.

Aku sempat bingung dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu, kemudian aku kembali memutar ingatan ku tentang wanita yang ada dihadapan ku ini.

"Ah! A-anda ibunya, Navya? " Ucapku tiba-tiba.

Setelah aku mengingat nya, sontak aku langsung mengatakan hal itu kepada beliau. Aku tau ini bersifat sangat tidak sopan, tetapi aku benar-benar tidak menyadari bahwa beliau adalah ibu Navya. Beliau tampak tersenyum hangat kepadaku.

"Iya, saya ibu Navya... Wajar saja kalau kamu lupa, nak... Karena kemarin kita hanya berjumpa sebentar... Tapi saya senang, karena kamu datang kemari... Maaf ya, kami tidak ada mengabarimu tentang keadaan , Navya.. " Balas mama Navya sambil tersenyum.

Mendengar perkataan mama Navya, membuat ku menjadi sangat canggung karena tidak seharusnya beliau yang meminta maaf kepadaku.

"Eh? Tidak apa-apa tante... Saya yang seharusnya meminta maaf karena kemarin harus pulang dengan cepat..." Balas ku.

"Tidak apa-apa, nak. Kamu ingin menjenguk Navya bukan? Ayo tante akan mengantarmu kesana... " Jawab mama Navya sambil tersenyum.

Aku menganggukkan kepala ku dan kemudian kami pun pergi menuju keruangan Navya dirawat. Selama diperjalanan, kami hanya diam saja tidak membuka topik pembicaraan sama sekali. Aku masih merasa sangat canggung dan bersalah dengan keluarga Navya. Karena Navya harus dirawat dirumah sakit karena kelelahan setelah pulang dari taman bermain.

Tak butuh waktu yang lama, kami pun sampai didepan ruangan Navya. Pintu ruangan tersebut masih tertutup dengan rapat. Sepertinya, dia sedang sendirian didalam ruangan itu. Mama Navya kemudian mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan.

(Deg!!!)

Setelah mama Navya membuka pintu ruangan itu, aku melihat ia yang ada disana. Aku melihat nya yang tampak lemah duduk di atas ranjang dengan beberapa infus yang ada disamping ranjang nya. Aku melihat punggung yang ditutupi oleh rambut hitamnya yang sangat panjang. Ia tampak memandangi pemandangan luar melalui jendela yang terbuka cukup lebar. Bahkan angin sudah berhasil membuat rambut nya terurai sehingga ia terlihat sangat anggun meskipun wajahnya yang putih itu terlihat sangat pucat.

"Navya? Kamu lihat siapa yang datang menjenguk mu hari ini, nak? " Ucap mama Navya sambil tersenyum.

Aku masih berdiri tak jauh dari pintu ruangan yang masih terbuka, aku langsung terdiam melihat nya ketika kami beradu pandang. Wajah nya yang masih ceria meskipun terlihat pucat, dengan angin yang terus saja berhembus melalui jendela membuat ia terlihat sangat berbeda dari biasanya.

Kenangan Bersama muCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang