Maaf kan Aku

99 11 0
                                        

Setiap orang perlu perubahan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik...

Saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Selama dalam proses Pembelajaran, aku terlalu sibuk dengan pembicaraan ku dengan teman-teman sekelasku, sehingga aku menyadari sesuatu bahwa ada yang janggal sehingga membuat ku sedikit tidak tenang. Aku merasa sangat bersalah atas apa yang aku lakukan saat berada diatap gedung sekolah. Memang benar tindakan ku saat itu sangat lah egois dan tidak tau terimakasih. Bahkan, aku sudah membuat ia menangis dengan perkataan ku yang sangat menyakiti perasaan nya. Jadi wajar saja dia merasa sangat kecewa kepadaku.

Selama waktu jam istirahat, aku sama sekali tidak melihat ia berada dikelas, aku benar-benar merasa ada sesuatu yang kurang. Benar, kehadirannya. Setelah berapa Minggu semenjak ia masuk sekolah dan menjadi temanku, dia sudah sangat banyak memberikan ku semangat. Bahkan berkat dorongan dirinyalah aku bisa berubah. Tetapi, lagi lagi karena keegoisan ku, aku sudah menutup mataku dan sama sekali tidak menerima segala perubahan yang terjadi pada ku. Aku benar-benar egois. Saat itu, disaat bersamaan dengan perasaan yang muncak dan menghantui pikiran ku, aku berniat untuk berbicara dan meminta maaf kepadanya. Namun...

"Loh?! Haikal? Kamu mau kemana? " Tanya Edo sambil menarik tangan Haikal yang sudah berdiri dari bangkunya.

"Ah? A-aku... Aku ingin mencari Navya... " Ucap Haikal dengan wajah sedih.

"Wah... Ternyata kamu dan Navya memang ada hubungan lebih dari seorang teman ya? " Ledek Doni tertawa sambil menyenggol bahu Haikal.

"Bu-bukan! Bukan seperti itu, kalian salah paham! " Ucap Haikal menolak dengan cukup tegas.

Saat itu, aku sedikit gugup setelah mendengar pertanyaan dari teman-teman ku itu. Bahkan mereka berusaha mendesak ku untuk mengatakan yang sebenarnya.

"Kamu beruntung banget ya, Haikal. Aku dengar, Navya itu dari keluarga Verly kan? Dan yang aku tau, keluarga Verly itu adalah keluarga terpandang yang ada dikota ini loh... " Ucap Doni sambil tersenyum.

"Ehh? " Ucap Haikal bingung.

Aku sedikit terkejut setelah mengetahui apa yang sebenarnya. Ternyata desas desus bahwa Navya adalah anak dari keluarga terpandang itu memang benar adanya, dan dari situlah pada akhirnya aku sadar dimana posisiku yang sebenarnya. Wajar saja semua siswa dan siswi memandang ku dengan tatapan aneh disaat aku bersama Navya, dan ternyata alasannya adalah...

"Haikal? Kamu kan dekat dengan Navya... Apa kamu tidak merasa bahwa dia berbeda dari biasanya? " Ucap Edo tiba-tiba.

(Deg!!!)

"Benar juga! Padahal dia itu sangat bersemangat loh... Tapi kenapa akhir-akhir ini dia lebih terlihat murung?... " Sambung Doni.

Mendengar perkataan Edo dan Doni saat itu membuat ku terasa seperti ditampar oleh kenyataan. Aku benar-benar bodoh, hingga tidak menyadari hal seperti ini. Kenapa aku terlalu asyik dengan kebahagian ku sendiri, sedangkan orang yang telah membuat ku berubah sekarang merasa sedih karena ulahku. Saat itu, jantung ku berdegup dengan kencang untuk yang kesepian kalinya. Bahkan karena kencang nya suara detak jantung ku, membuat ku langsung tersadar dari lamunanku. Dengan cepat aku langsung berlari-lari tanpa menghiraukan suara teriakan teman-temanku, aku berlari dengan sekuat tenagaku dan menelusuri koridor yang cukup panjang itu. Tentu saja suara langkah kaki ku yang cukup keras telah membuat semua siswa dan siswi memandangku dengan wajah bingung dan heran.

"Hey Nak! Jangan lari-lari di Koridor!" Ucap seorang guru piket.

"Maaf Pak! Tapi... Saya harus cepat! " Teriak Haikal.

Saat itu, pikiran ku dipenuhi oleh bayangan dirinya. Suara canda dan tawa nya juga sudah mulai terngiang-ngiang di kepala ku. Dengan langkah yang sangat cepat aku langsung menuju kearah tangga untuk naik keatas atap gedung sekolah. Entah kenapa, firasat ku mengatakan bahwa dia benar-benar ada disana menikmati langit biru selepas hujan yang sangat indah itu.

Kenangan Bersama muCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang