Calon Pacar

5.9K 510 10
                                        

Ekki's POV

Liburan seharian ini gue pakai untuk tiduran aja. Guling sana guling sini.

Untung aja sekarang hari libur, gue nggak perlu ribet bingung mikir harus gimana saat ketemu sama Agatha karna kejadian kemarin.

Dia punya mama yang baik tapi dianya nggak bersyukur. Lebih parahnya lagi dia malah bentak-bentak gue. Gimana nggak kesal coba?

Seharian menghabiskan waktu di tempat tidur, sesekali gue memeriksa smartphone gue, siapa tahu ada notif penting. Sedihnya smartphone gue hari ini sepi banget.

Nggak tahu mau ngapain lagi, gue coba untuk lanjut tidur lagi tapi....

"Jalan-jalan yukk!!" Teriak Bang Ray yang masuk tiba-tiba ke kamar gue.

"Males ah. Sama pacarnya aja sih sana"
Gue tepuk-tepuk pantat Bang Ray biar nggak duduk lama-lama di tempat tidur gue.

"Clara lagi ada acara reunian sama
teman-teman SMA nya" Bang Ray manyunin bibirnya berlagak sedih.

"Males gue keluar rumah, Bang"

Nanti kalau tiba-tiba ketemu dia gimana?

"Tapi kan-"

"Ekki! Temannya datang nih"
Teriak Kak Sylvia dari lantai bawah.

Jangan-jangan...

Gue langsung mendorong Bang Ray keluar dari kamar dan gue langsung siap-siap. Gue cepat-cepat ganti piyama gue dan menyisir rambut biar lebih rapi. Gue cuci muka dan sedikit pakai lip balm biar nggak pucat-pucat banget dan langsung lari ke bawah, membiarkan Bang Ray yang masih berdiri depan pintu kamar gue.

Apa dia datang untuk minta maaf?

"Pagi, Ekki"

"Pagi..."

Ternyata Marcel.

Gue juga baru ingat Agatha nggak tahu alamat rumah gue.

Gue lihat penampilannya dari atas ke bawah. Rapi banget.

Kayaknya gue nggak buat janji apa-apa deh sama dia, tapi kenapa dia datang ke sini pakai pakaian rapi segala?

"Dia mau ajak kamu jalan. Kebetulan kamu juga seharian di dalam kamar terus kan?" Tanya Kak Sylvia.

"Eciee siapa nih?" Bang Ray nyenggol tangan gue. Gue kaget dia udah berdiri di samping gue entah sejak kapan.

"Apaan sih bang" Gue pukul lengannya.

"Gitu ya Ekki, punya teman pdkt malah nggak cerita ke abang kesayangannya" Dia pura-pura nangis dramatis.

Gue cuma menghela napas. Malas berdebat sama Bang Ray di depan mereka berdua.

Pertama, gue kecewa orang yang gue harap malah nggak datang. Kedua, yang datang malah nih cowo. Ketiga, gue lagi malas banget keluar rumah. Keempat, gue nggak mau keluarin uang sama waktu untuk sesuatu yang nggak berguna.

"Lo mau ajak gue ke mana sih?"

"Teman gue dari sekolah lain mau tanding basket. Gue mau ajak nonton bareng kalau lo free. Gimana?"

Gue mau nolak, "Gue nggak bi-"

"Dia free kok, seharian tiduran aja nggak ngapa-ngapain. Lagipula dia udah rapi gini kok" Kak Sylvia.

What?!

Padahal gue belum mandi...

***

Gue periksa sekali lagi smartphone gue, tapi notif yang dari kemarin gue tunggu belum muncul juga. Yang salah kemarin sebenarnya siapa sih? Gue kan jadi merasa bersalah juga kalau kayak gini, padahal... gue yang dibentak sama dia.

You Make Me Melt (GxG)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang