Leo 6 - Masih Berarti

346 35 19
                                        

MULMED:
Bestfriend - Rex Orange County
#Lplaylist2

***

Leo

Bali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bali. Salah satu tempat yang menjadi sasaran destinasi liburan gue bareng seseorang. Tapi sayangnya, sepertinya gue harus membiarkan rencana gue itu terbengkalai begitu aja tanpa pernah diwujudkan. Karena mungkin... Seseorang itu udah gak mau dateng ke tempat ini bareng gue. Karena dia punya seseorang yang akan menggantikan gue untuk nemenin dia dateng ke sini.

Lagi-lagi gue harus mengingatkan diri, bahwa Mikayla Beryl Ayana udah gak lagi membutuhkan gue.

Dia punya orang lain. Orang yang selama ini dia nanti dalam hidupnya.

Hal pertama saat gue turun dari pesawat dan menginjakkan kaki di tempat ini adalah menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya sampai dada gue lega. Gue gak bisa memungkiri kalau rasa sesak karena kejadian semalem masih memenuhi rongga dada gue.

"WOHOOO BALIIII!"

Gue hampir terjungkal ke depan karena mendapati dorongan kencang dari cowok sialan yang sekarang ngerangkul gue. Brengsek emang, udah tau temennya lagi lemah, letih, lesu gara-gara patah hati.

"Asiiik, nanti malem penyegaran mata nih. Lo bawa rasa apa aja hari ini, Bang?" Jeje-gitaris band gue- sekarang lagi natap gue dengan dua alis yang dinaik-turunin.

Gue berpikir sejenak, rasa apa maksudnya?

Satu detik...

Dua detik...

Tiga detik...

Ohh... Anjir!

"Sialan otak lo!" tanpa ba-bi-bu-be-bo gue langsung memukul belakang kepalanya dan dia cuma ketawa-ketawa kayak gak punya dosa.

"Ya elah, kan kita ke sini di samping nyari duit juga sekalian ngobatin patah hati lo, Bang."

Ngobatin patah hati katanya.

Gak tau aja dia kalau gue bahkan gak punya keinginan buat ngobatin patah hati gue sendiri.

Biarin aja. Gue masih mau menikmati masa patah hati gue ini. Karena dengan begini... Gue merasa masih deket sama Kayla, walaupun pada akhirnya itu menyiksa diri gue sendiri.

Gue dan anak Euphoria yang lain melangkah menuju tempat pengambilan barang untuk mengambil koper-koper kami. Setelah memastikan semua barang udah diterima, gue dan yang lainnya memutuskan untuk istirahat sejenak sambil nunggu jemputan dateng. Jam menunjukkan pukul tujuh pagi, jadi gue langsung berinisiatif membeli sarapan untuk cecunguk-cenguk yang mukanya udah memprihatinkan banget. Lelah, ngantuk, laper, semuanya jadi satu. Cuma Jeje yang keliatan mendingan karena anak itu masih bisa cengar-cengir dan gak keliatan begitu ngantuk.

Tacenda [Republish]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang