Kalo ada typo tandain ya :*
Tok Tok
Myungsoo mengetuk ruang baca yang juga ruang kerja papanya, sebelum akhirnya ia masuk saat papanya menyahuti dari dalam.
"Sejak kapan kamu sampai di rumah" tanya papanya sesaat setelah ia melihat putranya yang baru saja masuk.
"Baru lima menit yang lalu pa, Myungsoo melihat mama dulu sebelum ke sini" kata Myungsoo sembari berjalan menuju sofa di mana papanya berada lalu duduk tepat di depan papanya.
"Bagaimana kuliahmu Soo?" Tanya papa Myungsoo, Soo adalah panggilan masa kecil Myungsoo.
"Lancar pa, satu bulan yang lalu Myungsoo juga sudah wisuda seperti yang Myungsoo kabarkan ke papa"
"Jadi, seperti yang sudah papa bicarakan di telefon beberapa minggu yang lalu, perusahaan kita sedang mengalami krisis karena rencana peluncuran produk ARS yang papa impikan, papa pikir kamu pasti bisa menggantikan papa Soo" ARS merupakan nama produk elektronik yang sedang dikembangkan oleh perusahaan keluarga Myungsoo, produk yang sudah papa Myungsoo impikan sejak puluhan tahun yang lalu. Perusahaan keluarga Myungsoo sudah merambah ke semua bidang kecuali elektronik, dan inilah kali pertama perusahaan mereka mengembangkan sayapnya ke bidang elektronik, bidang yang sudah papanya incar sej6ak puluhan tahun lalu.
"Myungsoo akan berusaha dengan keras pa untuk menghentikan krisis ini" jawab Myungsoo tenang tapi masih tersirat nada tegas dalam ucapannya, ia dari lahir memang sudah dipastikan akan menjadi ahli waris keluarga Kim hal itu menjadi salah satu alasan kenapa ia memilih pergi ke Los Angeles untuk menimba ilmu guna memperluas wawasannya.
"Baiklah kamu persiapkan dirimu terlebih dahulu, satu bulan lagi papa akan merencanakan upacara pengangkatanmu dan nanti papa akan mengirimkan beberapa berkas perusahaan serta ARS yang bisa kamu pelajari" Myungsoo mengangguk mengerti.
"Dan pesan papa Soo, bagaimanapun juga ARS harus rilis karena itu impian papa, papa mempercayakannya padamu" Myungsoo mengangguk sebagai jawaban, ia tau papanya sangat ambisius, kalau bukan karena beberapa minggu yang lalu asam lambung papanya naik karena kelelahan memikirkan krisis di perusahaannya, mungkin papanya masih bersikeras untuk melanjutkan jabatannya sampai ARS dirilis.
"Apa masih ada yang perlu dibicarakan lagi pa?" Papa Myungsoo menggeleng pertanda tidak.
"Baiklah kalau gitu ayo kita turun pa, mama sudah menunggu di bawah" papa Myungsoo ikut berdiri mengikuti Myungsoo, sepasang anak dan papa ini berjalan beriringan menuju meja makan.
Di sana sejumlah makanan sudah tersaji di atas meja makan, tidak lupa gimbab kesukaan Myungsoo juga sudah tersaji di atas meja tepat di depan kursi Myungsoo.
"Sudah selesai nak? Ayo cepat kesini keburu makanannya dingin" kata mama Myungsoo saat ia melihat sepasang papa dan anak itu turun dari tangga lantai dua, mama Myungsoo berjalan menghampiri anaknya lalu meraih pundaknya, sedikit menariknya agar berjalan sedikit lebih cepat
"Sayang, kamu juga cepatlah kesini, kenapa jalanmu lambat sekali sih seperti siput" Myungsoo hanya tersenyum mendengar celotehan mamanya, sedangkan papanya hanya mencibir mendengarnya.
"Kakak kemana?" Tanya Myungsoo saat ia tidak mendapati kehadiran Youngkwang di meja makan.
"Entahlah, katanya ia masih ada janji jadi tidak bisa makan malam di rumah__sudah lupakan kakakmu tadi mama sudah menelefonnya katanya dia sedang makan di luar, sepertinya sama pacarnya" ucap mamanya yang sukses membuat Myungsoo tersedak makanannya sendiri untung saja mamanya dengan sigap memberikan segelas air yang langsung diterima Myungsoo.

KAMU SEDANG MEMBACA
Le P.A.C.S (Pacte Civil De Solidarité) ✔
RomanceCOMPLETE STORY ✔ MULAI TANGGAL 09 JANUARI 2022 BEBERAPA PART AKAN MULAI DIHAPUS BERTAHAP, UNTUK REUPLOADNYA TINGGAL DILIHAT SAJA DI MASA MENDATANG KEMAJUAN STORY INI SEPERTI APA. INFO REUPLOAD : PERLAHAN AKAN MULAI DIREUPLOUD DI AKUN INI DENGAN SEDI...