"J-Jerk?" Gumam ku gemetar.
Langkah ku terus membawa ku melangkah mundur hingga pada akhirnya tubuh ku menyentuh etalase pakaian dengan cukup keras.
"H-hei ... T-tolong aku!!" Teriak ku histeris sebelum ia mengambil langkah besar ke arah ku dan membungkam mulut ku dengan paksa menggunakan telapak tangannya yang kotor.
Dada ku sesak karena nafas ku yang sulit ku atur. Aku rasa ia benar-benar akan membunuh ku saat ini juga.
"Tutup mulut mu atau kau akan sampai ke gerbang neraka saat ini juga sayang, hm?" Desis nya tepat di telinga kiri ku.
Aku menangis.
Aku menangis tanpa suara.
Dan kalian pasti tahu, menangis dalam diam seperti ini benar-benar menyakitkan dan menyesakkan dada.
Sial! Bahkan aku baru menyadari jika ia membawa pistol di tangan kanan nya yang terus ia todongkan kepada para pegawai toko yang tengah ku kunjungi.
Aku dapat melihat banyak rasa ketakutan di dalam ekspresi wajah mereka.
Tiba-tiba suara jepretan kamera yang berasal dari salah satu ponsel milik pegawai toko mencuri perhatian semua yang berada di dalam toko, tanpa terkecuali Jerk.
Ia memutar tubuh nya sedikit dengan salah satu lengan yang masih membungkam mulut ku sangat kuat sampai-sampai aku dapat merasakan nyeri luar biasa di rahang ku.
Jerk benar-benar gila. Ia tidak waras.
"Hh~ Kau berani memotret ku gadis manis?" Tanya Jerk dengan nada yang ia buat-buat.
"T-tidak ... T-tidak ... A-aku tidak m-memotret mu, sungguh." Ujar seorang gadis berambut pirang di balik meja kasir seraya menaikkan kedua tangannya di sisi kiri dan kanan kepalanya tanpa berhenti menangis.
Aku menarik nafas ku dalam-dalam ketika Jerk melepas tangan nya dari mulut ku dan melangkah ke arah gadis pirang itu sambil terus menodongkan pistol nya ke arah gadis tersebut.
Oh tidak, tidak boleh ada seorang pun yang celaka karena ku.
Bagaimana pun, karena aku datang kemari sama saja dengan membawa kesialan bagi mereka.
"Serahkan ponsel mu padaku." Desis Jerk dengan nada rendah andalannya.
Aku yakin, mereka semua tengah menahan ketakutan luar biasa di dalam dirinya.
Tiba-tiba sebuah ide cemerlang terlintas di otak ku.
Aku melangkah mengendap-ngendap ke arah Jerk yang masih menodongkan pistol nya ke arah gadis pirang dengan posisi membelakangi ku.
Aku menatap gadis lainnya yang aku rasa sama-sama pengunjung toko dan mengisyaratkan sesuatu padanya melewati gerakan mata.
Setelah dirasa ia mengerti dengan maksud gerakan mata ku, ia mengangguk dengan wajah nya yang basah akibat air mata.
Aku mengangguk seraya menggigit bibir ku kuat-kuat sebelum kembali melangkah ke arah Jerk dengan rasa cemas yang luar biasa.
Setelah dirasa jarak yang ku perkirakan pas, aku pun menarik kaki ku naik dan menendang 'aset' milik Jerk dari arah sela-sela kedua kaki nya dengan cukup keras. Aku yakin, aku telah menggunakan seluruh kekuatan yang ku miliki saat ini.
Terlihat dengan Jerk yang saat ini tengah berlutut di atas lantai sembari terus memegangi aset nya dan meringis kesakitan.
"CEPAT AMBIL!" Teriak ku dengan sangat lantang.
Gadis yang baru ku isyaratkan pun langsung bergerak cepat meraih pistol milik Jerk yang terlempar ke atas ubin dan melemparkannya ke arah ku. Dan aku sangat merasa beruntung ketika Dewi Keberuntungan masih berpihak padaku di waktu-waktu menegangkan seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Till I Met You [COMPLETED]
FanfictionKarena hanya membayangkan wajah nya saja, jantung ku berdebar sangat kencang. Apa ini yang dinamakan Cinta? #Romance - Plot Twist © story by BlackHeartAS
![Till I Met You [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/196149918-64-k864523.jpg)