[TRAILER II]
...
Suara merdu dari sereal di dalam mangkuk yang melemah ketika terkena guyuran air susu membuat senyum ku mengembang sambil terus memandangi nya di atas meja makan.
Pria setengah wanita di sebrang ku terdengar mendecak kesal melihat aktivitas rutin setiap pagi ku itu.
"Bisakah kau hentikan aktivitas konyol mu itu? Kau sudah besar Irish." Sentak nya yang tidak ku pedulikan sama sekali.
Sampai akhirnya sebuah gelas beradu dengan meja makan yang secara tiba-tiba membuat ku terkejut dan membuat sekotak susu di tangan ku terlempar begitu saja.
"Aw!" Teriakan panjang dan melengking Albert membuat mulut ku menganga sehingga membentuk "O" sempurna.
Sekotak susu yang baru saja berada di dalam genggaman ku kini telah tumpah sepenuh nya membasahi wajah nya di sebrang ku.
Tangannya terangkat seperti hendak di tangkap oleh polisi dengan mulut yang menganga.
Aku beranjak dari kursi ku dan berlari kecil menghampiri Albert di tempatnya. "Astaga! Maafkan aku, sungguh aku tidak sengaja melakukannya-"
"Nona Young ..." Desis nya dari sela-sela gigi nya yang terkatup rapat, membuat ku melangkah mundur sedikit demi sedikit.
Aku tersenyum kikuk sambil menatap nya yang mulai menatap ku tajam.
"Oh astaga, kita pasti sudah terlambat. Aku akan pergi mandi, sampai jumpa!" Ujar ku kemudian berlari terbirit-birit menaiki tangga hingga sandal beludru berwarna biru ku terlepas dan mengabaikan teriakan Albert dari meja makan.
.
.
.
Perjalanan menuju lokasi shooting ku kali ini cukup memakan waktu banyak, sehingga membuat ku merasa sangat bosan di dalam mobil.
Sedari tadi Albert sangat sibuk menyetir sambil menelefon seseorang di ponselnya. Tidak, bukan satu orang. Tapi banyak.
Di tambah lagi jalanan akan macet total ketika sudah memasuki pukul tujuh pagi ke atas.
Tiba-tiba ponsel ku berdenting, menandakan adanya pesan baru yang masuk.
Tangan ku yang sebelumnya tengah memijat lembut pelipis ku sendiri, kini bergerak dengan malas kemudian meraih benda pipih itu di samping ku.
Aku menatap layar ponsel yang menyala, memperlihatkan sebuah berita sampah yang semakin membuat ku muak setiap waktunya.
"Aish! Kenapa berita sampah seperti ini semakin banyak bertebaran!" Teriak ku frustasi seraya melempar ponsel ku ke sembarang arah.
Tanpa ku sadari, ponsel ku terlempar mengenai lengan Albert yang tengah memegang ponsel nya sehingga membuat nya meringis dan 'hampir' mengumpat.
"Apa? Maaf, ada sesuatu yang terjadi disini. Kami akan sampai di lokasi sekitar 20 menit lagi karena jalanan sangat macet."
"Ya, terima kasih atas pengertiannya."
Albert memutar sedikit tubuh nya ke arah ku. "Berhenti melempar barang mu padaku!" Teriak Albert lagi-lagi.
Aku mendelik kesal. "Kau sudah tahu berita itu?"
"Apa?"
"Samuel berselingkuh dengan wanita jalang." Ujar ku singkat dan sedikit di buat-buat tanpa menatap ke arah Albert yang masih mengemudi di hadapan ku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Till I Met You [COMPLETED]
FanfictionKarena hanya membayangkan wajah nya saja, jantung ku berdebar sangat kencang. Apa ini yang dinamakan Cinta? #Romance - Plot Twist © story by BlackHeartAS
![Till I Met You [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/196149918-64-k864523.jpg)