[Bab 23 : Sweet Morning]

753 114 5
                                        

"Kemari, berbaringlah. Akan sangat nyaman ketika menonton sambil berbaring." Ajak Nathan membuat ku bingung harus menjawab apa.

Aku sangat merasa beruntung karena malam ini hujan turun sangat lebat. Secara tidak langsung hujan mengisi keheningan di antara aku dan Nathan saat ini.

Mungkin jika hujan tidak turun dengan lebat, deru nafas ku bisa terdengar jelas oleh Nathan saat ini. Akan benar-benar memalukan bukan?

Tiba-tiba sebuah genggaman erat di salah satu lengan ku menarik ku ke arah belakang hingga membuat ku terjatuh ke arah belakang. Lebih tepatnya membuat ku berbaring di samping Nathan, orang yang baru saja menarik ku.

"Berbaringlah, aku akan memulai filmnya sekarang." Ujar Nathan sedikit bergumam tepat di depan wajahku.

Aku terdiam. Sekujur tubuhku terasa kaku secara mendadak, bahkan aku bisa merasakan kulit dingin Nathan di belakang leher ku saat ini.

Kulitnya terasa sangat dingin karena ia baru saja membersihkan tubuhnya beberapa menit yang lalu.

Tidak lama kemudian film dimulai.

"Vampire?" Tanya ku pada Nathan yang bergumam. "Hm."

"Aku sudah menontonnya berulang kali." Ujar ku dengan bangga. Terasa oleh ku Nathan menolehkan wajahnya ke arah ku.

"Oh ya? Kalau begitu, berapa kali kau sudah menontonnya?" Tanya Nathan padaku.

"Aku ... Aku sudah menontonnya sebanyak ..." Aku memandang langit-langit ruangan tengah berfikir. "6 kali." Sambungku membuat Nathan mengangguk-anggukan kepalanya sedikit.

"Kau?" Giliran ku yang bertanya padanya.

"Aku sudah menontonnya sebanyak ..." Ia sama-sama memandang langit-langit ruangan seperti yang ku lakukan sebelumnya, namun apa yang ia lakukan sekarang lebih terlihat seperti tengah meledek ku. "Sekitar 10 kali." Ujar nya membuat ku mendongakkan wajahku padanya secara spontan.

Ia tersenyum ke arah ku. Senyuman menyebalkan yang selalu ku lihat hampir setiap kali bertemu dengannya. 

"Ish, kau sombong." Tukas ku membuat nya beranjak dari sisi ku.

"Apa? Aku tidak sombong." Ujar nya membela diri membuat ku menahan tawa melihat wajahnya yang mengekspresikan sebuah wajah konyol.

"Ya.. Ya.. Ya.. Tanpa kau sadari kau menyombongkan diri saat ini padaku Tuan Porat." Kata ku menekankan marga nya.

Ia merangkak ke atas tubuh ku, kedua kakinya menjepit kedua kaki ku.

Senyum di wajahnya yang lebar perlahan memudar, sama seperti ku. Itu terjadi ketika kedua mata ku bertemu dengan tatapannya yang seketika menajam.

Rambut nya yang biasa bergaya rapi, kini terlihat lebih berantakan. Namun entah mengapa ada kesan memukau tersendiri di balik penampilannya yang berantakan saat ini.

"Kau belum menjawab pertanyaan ku." Ujar Nathan tanpa melepas tatapan nya padaku.

"P-pertanyaan mu?" Tanya ku tergagap. Jantung ku benar-benar terasa seperti akan melompat dari tempatnya detik ini juga.

"Maukah kau menjadi kekasihku?" Tanya Nathan yang seketika membuat sekujur tubuh ku mematung.

Hingga akhirnya ...

Cup!

Kedua mata ku membelalak hebat ketika Nathan menurunkan tubuhnya ke arah ku dan menyatukan bibirnya dengan ku.

Hingga akhirnya, aku baru menyadari semuanya. Aku terlalu menikmati malam itu, merasakan setiap sentuhan yang Nathan berikan padaku.

Rasanya malam itu terlampau indah untuk ku jabarkan menjadi untaian kata.

Till I Met You [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang