[Nathan Porat]

757 102 6
                                        

Kedua kaki ku melangkah keluar dari lift.

Suasana sepi dan sunyi menyapa ku untuk pertama kalinya.

Kenapa apartment semahal dan sebagus ini sangat sepi?

Yang ku lihat hanya ada 3 orang pegawai apartment di balik meja resepsionis.

Orang-orang benar-benar menyalah gunakan apartment mewah seperti ini untuk membawa jalang dan menghabiskan setiap malam nya disini. Benar-benar sangat di sayangkan.

Aku kembali mengancingkan kancing kemeja bagian lengan kiri ku tanpa mempedulikan keadaan sekitar.

Hingga tidak lama kemudian, tiba-tiba seseorang menyentuh salah satu bahu ku dan berhasil mengejutkan ku.

"Hai Kak!" Pekik nya.

Aku berbalik memutar tubuh ku sampai akhirnya menemukan Rexa yang tengah tersenyum lebar ke arah ku memperlihatkan deretan giginya yang rapi dengan dua jari nya yang di acungkan di sisi kiri wajah nya.

Aku mendengus kesal sambil memutar bola mata ku malas.

Aku bosan melihat wajah anak satu ini.

"Oh kau." Tukas ku tanpa ada keantusiasan sedikit pun sehingga membuat nya mendecak merasa kecewa.

"Hei Kak, ada apa dengan mu?" Tanya nya mempercepat langkah nya hingga sejajar dengan ku dan merangkul bahu ku so akrab.

"Harusnya aku yang bertanya padamu. Ada apa kau kemari?" Tanya ku tanpa menjawab pertanyaannya padaku sebelumnya.

Ia mendelik seraya menurunkan tangannya dari kedua bahu ku kemudian memasukkannya ke dalam saku celana berwarna abu-abu nya.

"Aku hanya ingin mengunjungi mu. Ibu mencemaskan mu karena berita itu." Ujar nya seraya mengendikkan bahunya ke arah ku. Terlalu banyak alasan yang bibirnya ucapkan.

Aku tertawa masam. "Maksud mu kau di suruh Ibu untuk mengunjungi ku? Oh ayolah aku baik-baik saja disini. Berita itu bohong, aku hanya mengunjungi Ibu Meghan saat itu dan benar-benar kebetulan pada hari yang sama aku menjadi saksi mata pembunuhan seorang gadis disana. Pembunuh itu benar-benar menghancurkan perut gadis itu tepat di depan mata ku." Jelas ku panjang lebar pada Rexa, adik ku.

Ia membentuk bibir nya hingga berbentuk bulat sempurna dengan kedua matanya yang membelalak membuat kening ku berkerut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia membentuk bibir nya hingga berbentuk bulat sempurna dengan kedua matanya yang membelalak membuat kening ku berkerut.

Aku dapat meramal bahwa reaksi nya akan sangat berlebihan.

Tidak lama kemudian, ia bertepuk tangan dengan tempo yang lambat dan cukup keras sehingga membuat 3 orang pegawai di meja resepsionis mengalihkan perhatiannya dari masing-masing pekerjaan nya ke arah kami.

PROK!!

PROK!!!

PROK!!!

Till I Met You [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang