Mandiri. Satu kata mewakili kepribadian yang paling menonjol pada diri Ellea Prisa. Memang benar, keluarga adalah tempat belajar pertama seorang anak dalam membentuk karakteristik maupun kecerdasan intelegensi. Ellea mengakui jika dalam didikan kedua orangtuanya, ia mendapat kesemua itu secara sempurna. Ellea sangat bersyukur untuk itu.
Setelah mendiskusikan tentang tawaran Lucas dengan Steve-Briana. Ellea memutuskan untuk menerimanya. Ia juga tak mengerti, kenapa ia begitu mempertimbangkan tawaran Lucas Park dalam dua hari ini. Padahal, sebelum-sebelumnya Ellea bahkan tak perlu memikirkannya. Ia lebih suka pekerjaan di Organizernya daripada berpose di depan kamera. Perihal menerima tawaran itu juga didasari oleh sesuatu yang tak masuk akal baginya.
Tak enak melakukan penolakan pada Lucas Park.
Hei! Sejak kapan gadis abai itu bisa memikirkan perasaan orang lain? Dan orang lain itu masih berjenis kelamin laki-laki, meski sudah berumur.
Ellea berjalan memasuki lift. Menekan angka 21 setelah mendapat ijin dari resepsionis untuk langsung ke ruang sang pemilik perusahaan. Dia membenahi penampilan formalnya melalui dinding lift yang terbuat dari kaca seraya menarik napas panjang. Seolah sedang mendapat panggilan interview dari perusahaan besar.
Lift berdenting. Langkahnya membawa Ellea ke depan meja sekretaris utama.
"Permisi. Saya Ellea Pri—"
"Oh, silakan masuk Nona Prisa. Mr. Park sudah memberitahukan kedatangan Anda dari kemarin." sekretaris berkaca mata, bername tag Samuel itu menuntun Ellea ke ruang Lucas Park setelah mengetuk pintu dan memberi tahukan kedatangan Ellea.
Aku bahkan belum menyelesaikan kalimatku.
Lucas menyambut kedatangan Ellea dengan seutas senyum. Sementara Ellea membungkukkan badannya sedikit sebagai kesan hormat. Mereka duduk di sofa. Ruangan orang nomor satu di Modello Park International itu cukup luas. Di belakang kursi sang CEO, terpampang luas jendela kaca yang menampilkan pemandangan kota Jakarta. Di sebelah kanan terdapat lemari yang berisi file-file dan satu set sofa di bagian kiri ruangan beserta coffee maker di bagian sudutnya.
Lucas menawarkan kopi untuk Ellea dan dijawab anggukan. Mereka melakukan percakapan ringan untuk membasahi bibir. Perusahaan Lucas di Indonesia adalah cabang dari perusahaan yang terletak di negara asalnya, Korea Selatan. MPI (Modelo Park International) juga merambah ke negara bagian Amerika. Lucas menjelaskan sedikit perihal perusahaannya kepada Ellea sebagai pengenalan. Ia juga menceritakan sejarah singkat berdirinya perusahaan tersebut.
Sebenarnya Ellea sedikit aneh, mendapat tawaran langsung dari sang pemilik perusahaan sebagai modelnya. Bukankah itu cukup luar biasa?
"Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan baik. Kau nyaman di sini dan saya juga mendapat hasil yang baik dari kerja kerasmu." Lucas mencium aroma robusta sebelum meneguknya.
Ellea mengangguk. "Tentu, Mr. Park."
Bunyi ketukan pintu menyela pembicaraan mereka. Seorang lelaki 37 tahun masuk. Penampilan setengah formalnya mengindikasi jika ia bekerja di divisi yang lebih santai.
"Mr. Park." Pria dengan model rambut mohawk itu menyapa hormat pada Lucas.
Lucas mengangguk. "Duduklah, Jake. Ini gadis yang kuceritakan tempo hari."
Jake melihat sekilas pada Ellea. Penampilannya sudah cukup menjelaskan jika gadis yang saat ini sedang duduk dan tersenyum kecil ke arahnya itu pandai memadu padankan outfit. Dengan gaya sederhana, elegan dan masih menampikan kesan sopan. Mata lebar dan rambut yang diikat tinggi menambah kesan tegas pada diri Ellea.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masquerade
RomanceEllea Prisa menganggap seorang Jayden Park adalah lelaki berwajah datar tanpa ekspresi yang harus dijauhi. Bukan karena takut jatuh cinta, melainkan karena pria itu sama berbahayanya dengan dirinya. Baginya, makhluk hidup berjenis kelamin 'laki-laki...
