23. A Kiss from The Past

229 23 0
                                        

Karenamu, gadis paling bodoh, kegilaanku mulai terusik.

- Jayden Park -

Sambungan telepon terputus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sambungan telepon terputus. Ellea mengerjap dua kali sebelum mengumpat dalam hati. Jayden berbicara tidak lebih dari tiga detik dan langsung menutup teleponnya tanpa memberi kesempatan padanya untuk bertanya. Sungguh sialan. Pria itu tidak tahu jika Ellea sedang menahan diri untuk tidak mendial ulang nomornya dan memakinya.

Oh, ya, Tuhan. Ingatkan aku akan kebaikannya saja agar niat memakinya bisa tertahan dengan baik jika dia berbuat menyebalkan.

Akhirnya, Ellea memutuskan untuk mengirim pesan pada Jayden.

Kenapa aku harus menurutimu?

Tidak membutuhkan waktu lama, Ellea mendapatkan balasan dari Jayden.

Terserah. Aku tidak sedang bernegosiasi denganmu.

Ellea menganga. Setidaknya pria itu harus menjelaskan sesuatu padanya melalui text jika dia memang malas berbicara padanya. Jangan suruh Ellea untuk menebak sesuatu yang berbau teka teki karena dia pasti akan memilih tidur dan mengabaikannya. Jayden sudah mengambil langkah yang salah. Ellea memilih opsi kedua dan memutuskan untuk menyusul Briana ke kamarnya. Masih dalam perjalanannya yang baru tiga langkah, timbul rasa penasaran akan maksud Jayden. Pria itu memang aneh. Seenaknya saja memberi perintah tanpa menjelaskan apapun padanya. Bagaimana Ellea mengerti maksud dari pria itu?

Ellea mendesah panjang, menggeleng dan mengusir kelebatan pertanyaan-pertanyaan dalam kepalanya. Sampai di dalam kamar, Briana merebahkan diri sambil sibuk dengan ponselnya.

"Jadi, apa yang harus kuketahui kali ini?" Briana menaik turunkan alisnya, menggoda Ellea dengan tatapan jahilnya. Melihat Jayden menghubungi Ellea, tentu saja membuat rasa penasaran Briana tak terkendali. Dia dan Steve tahu jika Ellea dan Jayden adalah dua orang yang memiliki karakter tak jauh berbeda; keras kepala dan menyebalkan. Jadi, pasti ada sesuatu yang mungkin Briana lewatkan hingga keduanya bisa bersikap lebih baik satu sama lain.

Ellea hanya mengendik. Memeragakan gaya bicara Jayden di telepon baru saja. "Jadi, coba katakan, di sini aku yang lama berpikir atau dia yang pelit menjelaskan?"

Briana tergelak kencang hingga mengeluarkan sedikit air dari sudut matanya. "Apa dia sedang mengajakmu berkencan? Dinner or something like that?"

"Kau kembali berbicara tak masuk akal. Jayden bukanlah pria normal. Jadi, hentikan pikiran konyolmu itu. Apa tak ada hal yang lebih masuk akal yang ada dalam kepalamu?" Ellea merebahkan diri, membuka majalah wanita yang baru dibelinya tadi siang. Sesungguhnya, tidak ada pikiran semacam itu di kepalanya. Dia tahu betul siapa Jayden.

MasqueradeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang