Sehun terbangun dari tidurnya dengan mendadak karena sebuah panggilan dari handphone miliknya. Waktu menunjukkan pukul enam dini hari, langit mulai terlihat membiru. Dengan mata yang masih terpejam, pria itu meraba-raba meja nakasnya untuk mengambil benda pipih berwarna hitam tersebut.
"Halo?" jawab Sehun dengan suara serak.
"Sehun! Apakah kau sedang sibuk?!"
"Oh, Hyung, kenapa?" tanya Sehun.
"Yaa, aku dan Jiwon ada urusan keluar kota. Sedangkan ibu mertuaku sedang sakit. Ibu sedang di luar negeri, kau bisakah mengurus Jeonu untuk sementara waktu? Aku tidak bisa membawanya karena akan sangat merepotkan," tanya Yeonseok di panggilan.
"Mengurus Jeonu? Wah ... sepertinya aku tak bisa, Hyung. Kau tahu bukan aku ada latihan hari ini untuk persiapan acara beberapa hari lagi," jawab Sehun.
"Bisakah kau minta tolong Sohyun? Apakah ia sibuk?" tanya Yeonseok.
"Akan aku tanyakan. Aku akan ke rumahmu segera untuk menjemput Jeonu," ujar Sehun.
"Eoh, baiklah."
Sehun pun mematikan sambungan dan segera menghubungi Sohyun.
"Halo?" terdengar suara serak dari ujung panggilan.
"Sohyun-ah, apakah kau sibuk hari ini?" tanya Sehun.
"Hm, tidak terlalu ... kenapa?" tanya Sohyun.
"Bisa titip Jeonu padamu? Kakakku dan istrinya harus keluar kota karena urusan mendadak, kedua ibu di keluarga kami tidak bisa mengurusnya, dan aku harus latihan!" ujar Sehun.
"Baiklah, baiklah. Bawalah Jeonu ke rumahku," ujar Sohyun.
"Oke. Terima kasih, Hyun-ah..." ucap Sehun.
"Iya. Aku juga ingin bertemu Si Lucu Jeonu!" jawab Sohyun.
"Kau tidak ingin bertemu denganku, eoh?" tanya Sehun.
"Tidak. Aku bosan melihatmu terus menerus," jawab Sohyun.
"Yaa..."
"Sudah, aku tutup!" ujar Sohyun lalu mematikan sambungan telepon dengan cepat. Sehun menghela nafasnya kemudian. Sohyun selalu saja seperti itu, padahal Sehun merindukannya. Mereka sudah lima hari tidak bertemu dan bertukar pesan seperti biasa karena Sehun yang sibuk baru saja menyelesaikan drama sebelumnya, bersiap untuk melanjutkan drama selanjutnya. Gadis itu juga disibukkan dengan menulis naskah drama terbarunya.
Sehun pun dengan cepat beranjak dari posisinya dan memutuskan untuk pergi ke rumah kakaknya untuk menjemput keponakannya.
***
"Jeonu-ya!" seru Sohyun ketika melihat Sehun dan keponakannya tiba di depan pintu rumahnya. Dengan cepat gadis itu meraih tubuh kecil itu dan menggendongnya dengan gembira, sementara Sehun menghela nafasnya ketika Sohyun bahkan sama sekali tidak melihat dirinya.
"Yaa ... kau mengabaikanku?!" seru Sehun.
Sohyun menolehkan kepalanya, "Bukankah kau ada kesibukan lagi pagi ini?" tanyanya.
"Astaga, Kim Sohyun..." gumam Sehun sembari berkacak pinggang. Alat penggendong bayi yang masih menempel di tubuhnya membuat Sehun tampak lucu, "Kau bahkan tidak melihatku lagi saat sudah bersama Jeonu! Kau tahu? Kita sudah lima hari tidak bertemu dan berkomunikasi. Tidakkah kau merindukanku?!"
"Tidak usah berlebihan, Oh Sehun. Dua minggu tanpa kabar pun rasanya biasa saja," ujar Sohyun santai.
Baiklah. Ada yang berbeda dengan Sohyun hari ini. Sehun lebih memilih untuk diam. Pria itu melepaskan alat penggendong bayi dari tubuhnya dan meletakkannya di atas sofa beserta tas perlengkapan bayi yang ada di tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Friend ✔️
RomanceTentang kehidupan dua orang sahabat dari segala perbedaan yang ada. Mereka saling mendukung dan terkadang saling membenci. Tapi mereka yang paling kompak dan paling solid dalam segala hal. Itulah yang membuat mereka jadi sahabat baik dari masa sekol...
