Sehun terduduk lelah di salah satu sudut ruangan. Latihan sudah selesai dua jam yang lalu, tapi hanya Sehun yang masih ada di ruang latihan. Ia merasa kesal. Kesal pada gadis bernama Kang Nami, dan kesal pada dirinya sendiri. Baiklah, sekali lagi. Ia lebih kesal pada dirinya sendiri daripada dengan gadis itu.
Mungkin sebagian besar kalian berpikir apa lagi kurangnya seorang Oh Sehun?! Ia terkenal karena musik dan juga tariannya, dan ia terkenal karena kemampuan beraktingnya yang luar biasa. Ia tampan, most wanted man in the world!
Namun bagi Sehun, ia merasa kehilangan hasrat akan semua itu. Terkadang, rasa jenuh membuatnya kesal sehingga akhirnya sedikit menurunkan performanya sebagai seorang artis dan aktor. Untunglah waktunya untuk syuting ditunda sejenak menjelang episode terakhir. Paling tidak ia ingin menenangkan dirinya terlebih dulu untuk beberapa waktu.
Nafas pria itu beruntun satu-satu usai melakukan gerakan dance sebelumnya. Sehun mengepalkan tangannya lagi dengan kesal. Perkataan Nami masih terngiang di kepalanya. Sekali lagi, Sehun bangkit dari posisinya, memutar musik, dan berdiri di depan kaca. Dalam beberapa tempo ia kembali menggerakan tubuhnya sesuai irama. Namun rasa tertekan lama-lama membuat tarian Sehun tidak terlihat baik, dan sebelum Sehun mencederai kakinya sendiri karena salah gerakan, musik yang sedang mengalun tiba-tiba berhenti.
Sehun terkesiap ketika melihat seorang Kang Nami kini berdiri bersandar pada dinding dan mematikan pemutar musik yang ada di sana. Nami sudah siap untuk pulang dengan jaket besar yang ia gunakan dan tas miliknya. Gadis itu menatap Sehun dengan tenang, namun tajam.
"Kenapa dimatikan?" tanya Sehun dengan nafas yang berhembus satu-satu, antara lelah, emosi, dan sedikit bumbu terkejut.
"Kau ingin melukai kakimu, huh?" tanya Nami, "Sudah kubilang hari ini latihan selesai tapi kau masih memaksakan diri, eoh?"
Sehun mengerutkan keningnya, "Kaki? Ada apa dengan kakiku?"
"Jika kau tadi salah melakukan gerakan, aku yakin kakimu akan terkilir, Oh Sehun," ujar Nami. Sehun sekali lagi terkejut. Bagaimana bisa Nami mengetahui hal tersebut. Pria itu memang hampir salah melakukan gerakan dan nyaris juga membuat kakinya terkilir.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Sehun.
"Mudah saja. Gerakanmu terbaca olehku. Jangan lupakan bahwa aku adalah pelatih dance-mu sekarang."
Sehun menghela nafas dan mendudukkan dirinya ke sisi kiri ruangan, sedikit jauh dari posisi gadis itu berdiri sekarang. Ditegaknya secara kasar air mineral dari dalam tasnya.
"Kau harus pulang sekarang. Aku akan menghubungi Sonbae-nim jika kau tidak pulang sekarang," ujar Nami.
"Aku masih ingin berlatih," ujar Sehun ketus.
"Walau jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, begitu?" tanya Nami lagi dengan wajah kesal.
"Bukan urusanmu, Kang Nami-ssi," jawab Sehun.
"Ini tetap urusanku juga karena aku adalah pelatihmu,"
Sehun menatap Nami dengan tajam, begitu pula sebaliknya. Nami sendiri kini sudah berdiri menghadang Sehun yang akan berjalan menuju pemutar musik.
"Kau bilang padaku bahwa aku memiliki masalah dalam hal kepercayaan diri. Dan sekarang aku ingin berlatih keras, namun kau menghalangiku?"
"Bukankah sudah kubilang, Oh Sehun?" tanya Nami lagi, "Berlatih, berlatih, dan istirahat. Aku tidak peduli kau memiliki masalah atau tidak yang mungkin menurunkan performamu, tapi mengistirahatkan tubuhmu adalah poin penting untuk mencapai hasil maksimal."

KAMU SEDANG MEMBACA
Best Friend ✔️
RomanceTentang kehidupan dua orang sahabat dari segala perbedaan yang ada. Mereka saling mendukung dan terkadang saling membenci. Tapi mereka yang paling kompak dan paling solid dalam segala hal. Itulah yang membuat mereka jadi sahabat baik dari masa sekol...