Tentang kehidupan dua orang sahabat dari segala perbedaan yang ada. Mereka saling mendukung dan terkadang saling membenci. Tapi mereka yang paling kompak dan paling solid dalam segala hal.
Itulah yang membuat mereka jadi sahabat baik dari masa sekol...
"Sohyun!!" teriak Sehun sembari menekan bel rumah Sohyun berkali-kali. Sehun mendengus, lalu melihat jam tangannya.
"Ini sudah jam berapa?!" seru Sehun, "Sohyun!!"
Tak kunjung mendapat jawaban, Sehun pun mulai menekan tombol password rumah Sohyun. Ia menyerah jadi tamu yang baik kali ini. Ia tahu kode rumah sahabatnya dan saat terbuka, ia langsung masuk ke dalam rumah dan menggedor kamar Sohyun.
"Yak! Kim Sohyun!!" seru Sehun lagi lebih kencang. Sontak Sohyun yang tadinya tertidur lelap kini terbangun dan terjatuh dari tempat tidurnya karena terkejut.
"Aish! Yak! Sehun sialan!" seru Sohyun teriak dari dalam kamarnya.
Sehun tersenyum usil, "Wah, kau masih tidur ya?! Ini sudah jam berapa, eoh?! Aku kan sudah bilang akan menjemputmu untuk jalan-jalan!" seru Sehun.
Sohyun melihat jam di atas nakas. Emosi menyelimuti dirinya saat ia melihat jam wekernya itu. Dengan cepat Sohyun membuka pintu dengan keadaan berantakan dan langsung memukul Sehun.
"Akh! Yaa, sakit!" seru Sehun menjauh, namun Sohyun masih dengan beringas memukul Sehun.
"Ini baru jam enam, Oh Sehun sialan!" maki Sohyun, "Kau mengganggu tidurku dengan menjemput jam enam pagi?! Lihat, bahkan matahari saja masih belum kelihatan!"
Sehun meringis karena sekitaran pundak dan punggungnya terasa sakit dipukul Sohyun, "Aku ingin mengajakmu ke Jeju. Aku sudah pesan tiket jam setengah delapan."
Mata Sohyun membesar, "Mwo?!"
"Makanya cepat siap-siap! Yeonseok Hyung akan menyusul kita ke bandara juga nanti!"
"Hanya sehari?"
"Dua hari."
"Aish! Kenapa kau tidak bilang padaku, eoh?!" seru Sohyun kemudian lari dengan cepat ke dalam kamarnya, memasukkan beberapa baju ke dalam tas besar miliknya, mengambil sepasang pakaian dan handuk, lalu berlari menuju kamar mandi. Sehun hanya tertawa kecil melihat semua gerakan Sohyun yang dilakukan dalam waktu lima menit itu.
Sehun memutuskan untuk duduk menunggu di ruang tengah milik Sohyun. Sebenarnya ia penasaran dengan isi kamar milik Sohyun. Namun ia tidak berniat masuk ke dalam. Yah, siapa tahu ia menemukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat. Mata Sehun menelisik rak buku yang ada di ruang tengah itu. Ia tersenyum melihat fotonya bersama Sohyun saat berada di Disney Land dua tahun yang lalu.
Sehun lalu menelisik kembali rak buku Sohyun. Di sana ada sebuah naskah drama Dear My Love. Pria itu baru saja hendak mengambil naskah tersebut namun terhenti ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka. Sohyun keluar dengan baju kaos berwarna putih, celana jeans panjang, dan juga rambut berantakan.
"Woah, kupikir kau hantu," ujar Sehun terkejut melihat rambut Sohyun yang basah terlihat berantakan. Sohyun mengabaikannya, lalu masuk ke dalam kamar. Sehun hanya menghela nafas. Ia melirik jam tangannya sekali lagi.
"Ayo!"
Sehun terlonjak ketika mendengar suara sahabatnya keluar dari kamar. Lebih kaget lagi saat melihat rambut gadis itu masih berantakan, dan belum disisir sama sekali!
"Yak! Kau harus merapikan dulu rambutmu! Dandan paling tidak!" seru Sehun terkejut lalu menyusul Sohyun yang pergi ke ruang depan.
"Aku bisa menyisir rambut dan menggunakan make up di dalam mobilmu," ujar Sohyun datar. Ia mengenakan coat miliknya lalu sepatu kets kesukaannya.
"Hhh... baiklah, baik," ujar Sehun lalu ikut keluar rumah bersama Sohyun. Mereka pun berangkat ke bandara Incheon untuk ke Jeju.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.